Konten dari Pengguna

3 Contoh Sablon Plastisol beserta Keunggulan Sablonnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Sablon Plastisol. Sumber: Unsplash/Emarts Emarts
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Sablon Plastisol. Sumber: Unsplash/Emarts Emarts

Contoh sablon plastisol merupakan salah satu jenis sablon yang paling banyak digunakan designer dan penggiat printing. Meski begitu, bagi sebagian orang awam, semua jenis sablon terlihat sama saja sehingga tidak familiar dengan istilah sablon plastisol.

Padahal sablon plastisol memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari berbagai jenis sablon lainnya. Tak heran jika mudah menemukan barang yang menggunakan sablon plastisol.

Mengenal Sablon Plastisol dan Keunggulannya

Ilustrasi Contoh Sablon Plastisol. Sumber: Unsplash/Angga Kurniawan

Sablon plastisol adalah jenis sablon yang pada prosesnya menggunakan tinta plastisol. Dikutip dari buku Basic Screen Printing For T-Shirt, Benny Setiawan Rahardjo (2008:51), tinta plastisol merupakan tinta yang tidak dapat kering dengan sendirinya, menghasilkan cetakan yang menakjubkan, serta mempunyai daya rekat yang sangat baik setelah kering dengan benar.

Untuk dapat kering dengan baik, tinta plastisol memerlukan suhu mencapai 160 derajat celcius serta membutuhkan beberapa peralatan seperti conveyor curing dan flash curing.

Baca juga: Mengenal Sifat Tinta Cina dan Pengertiannya

Adapun sablon plastisol termasuk ke dalam jenis sablon yang menerapkan teknik manual, sehingga biaya bahan dan alatnya masih cukup terjangkau.

Berdasarkan teknik yang digunakan serta sifat tintanya, terdapat sejumlah keunggulan sablon plastisol yang membedakannya dari jenis sablon lainnya. Berikut di antaranya.

  1. Termasuk dalam jenis sablon oil based, sehingga sangat awet walaupun sudah dicuci berkali-kali.

  2. Dapat digunakan untuk menyablon pada kondisi wet-on-wet atau basah dalam basah, sehingga bisa mempersingkat waktu.

  3. Mempunyai daya rekat yang sangat baik.

  4. Tidak mudah retak atau mengelupas.

  5. Tidak akan kering sebelum kena proses curing dengan temperatur tinggi, sehingga tidak kering saat di atas screen.

  6. Memberikan hasil gambar yang lebih detail, cerah, dan berkualitas tinggi.

  7. Mempunyai banyak pilihan warna, mulai dari warna cerah, gelap, hingga transparan.

3 Contoh Sablon Plastisol

Ilustrasi Contoh Sablon Plastisol. Sumber: Unsplash/Anthony Roberts

Sablon plastisol paling banyak digunakan pada media kaos. Hal ini karena sablon plastisol paling menempel erat dengan bahan kaos. Agar lebih terbayang, berikut 3 contoh sablon plastisol yang mudah ditemukan dalam kehidupan keseharian:

1. T-Shirt

Kini sudah banyak T-shirt yang menggunakan sablon plastisol untuk mencetak berbagai desain. Hasilnya yang nyata dan awet membuat banyak orang puas dengan cetakan sablon di T-shirt ini.

2. Jersey

Selain T-shirt, banyak juga jersey yang menggunakan teknik sablon plastisol.

3. Kain

Tak hanya pakaian, kain-kain polos juga banyak yang menggunakan teknik sablon plastisol. Kain ini tentu bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Itu dia ulasan mengenai 3 contoh sablon plastisol, lengkap beserta penjelasan seputar kegunaan dan pengertian sablon plastisol. Semoga ulasan ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan seputar jenis-jenis sablon. (YAS)