3 Contoh Sinopsis Novel Sejarah yang Menarik

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sinopsis merupakan salah satu bagian penting yang terdapat pada novel sejarah. Bagian tersebut umumnya memuat ikhtisar dari suatu karya. Maka dari itu, untuk lebih mengetahui bentuk penulisannya, contoh sinopsis novel sejarah menjadi pembahasan menarik untuk diketahui lebih mendalam.
Sinopsis novel sejarah biasanya terletak di sampul belakang buku. Hal ini bertujuan untuk membantu pembaca dalam memilah dan memilih karya yang akan dinikmati sebagai sumber bacaan.
Contoh Sinopsis Novel Sejarah yang Menarik
Mengutip buku Target Nilai Rapor 10 Kupas Habis Semua Pelajaran Kelas VIII SMP/MTs, Drs. Joko Untoro, (hal.226), sinopsis novel sejarah adalah ringkasan karangan (novel) yang biasanya diterbitkan bersama- sama dengan karangan asli.
Unsur-unsur yang harus tercantum dalam sinopsis novel tersebut di antaranya premis, poin plot utama, pengenalan tokoh utama, bocoran alur cerita, dan alur pengembangan karakter.
Agar lebih jelasnya, berikut merupakan beberapa contoh sinopsis novel sejarah yang dapat disimak.
Contoh 1
Amba
Karya Laksmi Pamuntjak
Tahun 2006, Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari seorang yang dikasihinya. Yang memberinya seorang anak di luar nikah.
Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur, yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali.
Novel berlatar sejarah ini mengisahkan cinta dan hidup Amba, anak seorang guru di sebuah kota kecil Jawa Tengah. “Aku dibesarkan di Kadipura. Aku tumbuh dalam keluarga pembaca kitab-kitab tua.”
Tapi ia meninggalkan kotanya. Di Kediri ia bertemu Bhisma. Percintaan mereka terputus dengan tiba-tiba di sekitar Peristiwa G30S di Yogyakarta. Dalam sebuah serbuan, Bhisma hilang selama- lamanya. Baru di Pulau Buru, Amba tahu kenapa Bhisma tak kembali dan mati.
Contoh 2
Entrok
Karya Okky Madasari
Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana.
Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh?
Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.
Adakah yang salah jika mereka berbeda?
Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing- masing tanpa pernah ada titik temu.
Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.
Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata.
Contoh 3
Orang-Orang Proyek
Karya Ahmad Tohari
Aku insinyur. Aku tak bisa menguraikan dengan baik hubungan antara kejujuran dan kesungguhan dalam pembangunan proyek ini dengan keberpihakan kepada masyarakat miskin.
Apakah yang pertama merupakan manifestasi yang kedua? Apakah kejujuran dan kesungguhan sejatinya adalah perkara biasa bagi masyarakat berbudaya, dan harus dipilih karena keduanya merupakan hal yang niscaya untuk menghasilkan kemaslahatan bersama?
Memahami proyek pembangunan jembatan di sebuah desa bagi Kabul, insinyur yang mantan aktivis kampus, sungguh suatu pekerjaan sekaligus beban psikologis yang berat.
“Permainan” yang terjadi dalam proyek itu menuntut konsekuensi yang pelik. Mutu bangunan menjadi taruhannya, dan masyarakat kecillah yang akhirnya menjadi korban. Akankah Kabul bertahan pada idealismenya? Akankah jembatan baru itu mampu memenuhi dambaan lama penduduk setempat?
Itu tadi contoh sinopsis novel sejarah yang dapat dipelajari. Jenis teks tersebut harus disusun dengan tepat dan menggambarkan keseluruhan karya secara ringkas, sehingga dapat mengundang minat bagi para pembacanya. (Riyana)
Baca Juga: 3 Contoh Kritik Novel yang Benar
