Konten dari Pengguna

3 Contoh Soal BEP dan Jawabannya yang Sering Muncul

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar contoh soal BEP dan jawabannya. Sumber foto: pixabay/ geralt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar contoh soal BEP dan jawabannya. Sumber foto: pixabay/ geralt

Contoh soal BEP dan jawabannya untuk menganalisis terkait laba yang dihasilkan pada suatu bisnis. Selain mengetahui estimasi balik modal, perhitungan BEP dapat dijadikan sebagai landasan terhadap penentuan profitabilitas usaha.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam proses perjalanan bisnis. Terdapat banyak aspek yang perlu diperhatikan. Terlebih bagi bisnis rintisan, umumnya terdapat kendala akibat faktor tertentu.

Sehingga pebisnis perlu melakukan analisa BEP. Untuk mengetahui estimasi penjualan produk dalam rentang waktu dan periode tertentu.

Pengertian BEP

Ilustrasi gambar pengertian dan contoh soal BEP. Sumber foto: pixabay/Bru-nO

Menurut buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII, Suwartini, S.Pd. dan Sumiyati, S.Pd., M.M, (2021: 13) Break Even Point (BEP) atau titik impas adalah suatu keadaan atau kondisi dimana perusahaan dalam operasinya tidak memperoleh laba dan juga tidak menderita rugi atau dengan kata lain jumlah biaya yang dikeluarkan sama dengan jumlah pendapatan.

Break Even Point memiliki fungsi agar perusahaan dapat merencanakan tingkat penjualan yang diinginkan agar terhindar dari kerugian dan perusahaan dapat memperoleh laba optimal.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa BEP merupakan perhitungan titik impas yang digunakan untuk mengetahui tingkat meminum penjualan yang harus dipertahankan dan jumlah maksimum yang perlu dicapai untuk menutupi beban biaya produksi (modal).

Rumus BEP

Ilustrasi rumus BEP dan contoh soal. Sumber foto: pixabay/stevepb

Setelah mengenal pengertian Break Event Point, untuk melakukan analisa lebih lanjut. Berikut ini merupakan rumus untuk melakukan perhitungan BEP.

Rumus BEP Unit

Rumus BEP unit berguna untuk menghitung jumlah unit yang perlu dijual untuk mencapai titik impas.

BEP Unit = Total Fix Cost/ (Harga Jual per Unit-Variable Cost)

Keterangan:

BEP = Break Event Point Unit (Q)

Fix Cost = Fix cost merupakan biaya tetap, baik produk sedang mengalami produksi maupun tidak.

Variabel Cost = Variabel cost adalah biaya tidak tetap yang berubah sejalan dengan jumlah produksi.

Harga Jual per Unit = harga jual per satuan unit yang dihasilkan.

Rumus BEP Penjualan

Merupakan perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui jumlah uang yang diterima agar terjadi break event point.

BEP Penjualan = Total Fixed Cost/ (Harga Jual per Unit-Variable Cost) x Harga jual/ unit

Contoh Soal BEP dan Jawabannya

Ilustrasi contoh soal BEP dan jawabannya. Sumber foto: pixabay/nattanan23

Untuk lebih memahami terkait penerapan break event point dalam perhitungan usaha. Di bawah ini merupakan contoh soal BEP dan jawabannya. Sebagai analisis penerapan biaya impas dalam suatu bisnis yang dijalankan.

1. Contoh Soal BEP dan Jawabannya

Sebuah perusahaan memproduksi sepatu. Dengan biaya tetap produksi sebesar Rp400.000.000 sedangkan biaya variabelnya Rp2.000.000. Jika Harga jual per unitnya yaitu Rp3.000.0000. Berapakah unit yang harus diproduksi agar dapat mencapai Break Even Point?

Diketahui:

Biaya Tetap : Rp400.000.000

Biaya Variabel per Unit: Rp2000.000

Harga Jual per Unit: Rp3.000.000

Ditanyakan:

BEP?

Dijawab:

BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit-Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit

BEP (dalam Rupiah) = 400.000.000 / (3.000.000-2.000.000) x 3.000.000

BEP (Rupiah) = 400.000.000 / 1.000.000 x 3.000.000

BEP (Rupiah) = 1.200.000.000

2. Contoh Soal BEP dan Jawabannya

Perusahaan yang memproduksi produk sepeda memiliki data-data biaya dan rencana produksi sebagai berikut:

Fixed Cost satu bulan produksi adalah sebesar Rp150 juta dengan perincian:

Biaya Gaji = Rp80.000.000

Biaya Penyusutan = Rp2.000.000

Biaya Asuransi = Rp20.000.000

Biaya Sewa Kantor = Rp18.000.000

Biaya Sewa Pabrik = Rp30.000.000

Kemudian, biaya variable per unit sebesar Rp1.000.000. Dengan Harga Jual per Unit Rp2.500.000

Tentukan jumlah unit yang terjual untuk mendapatkan BEP!

Pembahasan:

Break Even Point (BEP) Unit = Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)

BEP Unit = Rp.150.000.000 : (Rp2.500.000 – Rp1.000.000)

= Rp150.000.000 : Rp1.500.000

= 100 unit

3. Contoh Soal BEP dan Jawabannya

Johan memiliki perusahaan yang bergerak di bidang kain konveksi dengan biaya tetap produksi Rp300.000.000, dengan biaya variabel Rp1.000.000. Apabila harga jual per unit Rp1.500.000. Berapa unit yang harus diproduksi supaya perusahaan bisa mencapai BEP tersebut?

Pembahasan:

Diketahui:

Biaya tetap = Rp300.000.000

Biaya variabel= Rp1.000.000

Harga jual per unit = Rp2.000.000

Ditanyakan:

BEP=?

Dijawab:

Cara Menghitung BEP dalam Unit

BEP = Biaya Tetap / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)

BEP = 300.000.000 / (2.000.000 – 1.000.000) = 300

Sehingga, untuk mencapai titik impas BEP, maka perusahaan perlu memproduksi sebanyak 300 unit.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Soal BEP dan Jawabannya yang Benar

Demikian pembahasan mengenai contoh soal BEP dan jawabannya, serta perhitungannya dalam skala bisnis. Di samping itu, Break Event Point (BEP) merupakan analisa pada usaha untuk mencapai titik impas yang optimal. (Riyana)