Konten dari Pengguna

3 Contoh Suasana dalam Cerpen beserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh suasana dalam cerpen. Sumber: Pixabay / Mysticsartdesign
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh suasana dalam cerpen. Sumber: Pixabay / Mysticsartdesign

Terkadang, saat membaca cerpen, seseorang ikut terlarut dalam suasana yang dibangun oleh penulisnya. Contoh suasana dalam cerpen bermacam-macam. Ada yang sedih, tegang, cemas, haru, lega, bahagia, dan lain sebagainya.

Dalam buku Bahasa Indonesia 2 SMA Kelas XI, Sri Sutarni, S.Pd & Drs. Sukardi, M.Pd., (2008: 188), dijelaskan bahwa latar suasana menggambarkan bagaimana keadaan lingkungan penceritaan sebagai reaksi dan peristiwa dalam cerita.

Contoh Suasana dalam Cerpen

Ilustrasi contoh suasana dalam cerpen. Sumber: Pixabay / Tumisu

Dalam cerpen, latar (setting) termasuk dalam unsur instrinsik, yaitu unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Latar sendiri terdiri dari tiga jenis, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

Berikut ini adalah contoh suasana dalam cerpen.

1. Cemas dan Takut

Perhatikan penggalan cerpen anak yang berjudul "Kisah Pohon Kamboja" karya Muhammad Fauzi ini. Di sini, suasana hati si Pohon Kamboja digambarkan sedang mengalami kecemasan dan ketakutan.

“Bersiap-siaplah Pohon Kamboja, besok kau akan ditebang menggunakan gergaji mesin. Ngung… ngung…,” ledek Pohon Mangga Madu sambil menggoyangkan rantingnya.

“Pasti sakit sekali ditebang dengan gergaji mesin,” imbuh Pohon Kelengkeng.

Pohon Kamboja memejamkan mata. Dia ketakutan membayangkan gergaji mesin memotong tubuhnya. Dipotong rantingnya saja dia merintih kesakitan. Apalagi ditebang.

2. Sedih dan Kehilangan

Dalam penggalan cerpen karya Shabrina WS yang berjudul "Lelaki dan Foto-Fotonya" di bawah ini, penulis menggambarkan keadaan di sekitar tatkala seorang lelaki tua telah kembali kepada penciptanya.

Beberapa musim berikutnya, setelah hujan reda dan pagi mulai berlimpah cahaya matahari, para tetangga menyesaki rumah lelaki itu. Mereka menyadari tak akan lagi melihat lelaki tua dan foto-fotonya.

Banyak yang merasa kehilangan. Tetapi, tak ada yang lebih kehilangan daripada anak perempuannya, yang diam-diam seringkali menyaksikan lelaki itu menjemur foto-fotonya.

Anak perempuan, yang di suatu pagi menemukan lelaki itu tidur dengan foto-foto berserakan di lantai. Anak perempuannya, yang dengan air mata menggarisi pipi memunguti gambar-gambar itu.

“Bapak selalu menyebut nama kita setiap pagi. Selalu merawat senyum kita, hingga akhir hidupnya.”

Anak-anak. Para menantu. Cucu-cucu. Mereka duduk melingkar. Tak ada sahutan. Sunyi membentangkan rasa kehilangan. Dan, isakan kembali pecah satu-satu.

3. Terkejut Bercampur Gamang

Di bawah ini merupakan penggalan dari cerpen berjudul "Cicak-cicak di Dinding" karya Dee Lestari, yang menggambarkan suasana hati tokoh yang terkejut bercampur bingung atau gamang.

Perempuan itu mematung di tengah ruangan. Akalnya mencerna menit-menit terakhir yang telah mengobrak-abrik hatinya menjadi tempat asing. Bahkan bagi dirinya sendiri. Langkah kakinya gamang mencari hatinya yang lama, yang tadi mengendap masuk ke ruangan tanpa mengharapkan apa-apa selain menontoni sebuah upacara peresmian.

Nyaris hilang keseimbangan, tubuhnya mencari sandaran pada dinding, menempel tepat di atas kotak plastik berkenop bulat. Hatinya ditemukan. Tapi tak lagi sama. Tak ubahnya dinding yang tampak polos saat terang namun berubah menjadi rimba semarak saat gelap datang.

Jarinya masih bergetar tatkala mematikan sakelar. Ingin ia nikmati lagi, decak-decak kagum yang menghujaninya dari berbagai sudut. Hanya dalam gelap mereka beroleh kejelasan. Cicak-cicak di dinding. Diam-diam merayap. Hatinyalah nyamuk, yang…

Hap! Selamanya tertangkap.

Baca juga: 2 Contoh Cerpen yang Bisa Dijadikan Puisi dalam Bahasa Indonesia

Demikianlah beberapa contoh suasana dalam cerpen yang berkaitan dengan kondisi batin tokoh dan juga kondisi lingkungan sekitar saat sebuah peristiwa terjadi. (ARN)