Konten dari Pengguna

3 Contoh Sumber Pustaka Sekunder beserta Cara Menuliskannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh sumber pustaka sekunder. Foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh sumber pustaka sekunder. Foto: Unplash

Contoh sumber pustaka sekunder dapat diperoleh dari berbagai referensi. Sumber-sumber yang dikutip untuk daftar pustaka ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam skripsi, tesis, disertasi dan jurnal yang ditulis dengan pereferensian yang berbeda.

Sebelum menulis daftar pustaka, seseorang harus mencari membaca dan menelaah konsep-konsep dan laporan-laporan penelitian yang berhubungan dengan topik yang akan diteliti.

Tujuannya adalah agar peneliti memperoleh wawasan mengenai penelitian-penelitian yang pernah dilakukan dalam suatu topik dan untuk mempelajari konsep-konsep yang relevan.

Contoh Sumber Pustaka Sekunder

Ilustrasi contoh sumber pustaka sekunder. Foto: Unplash

Sumber pustaka sekunder (secondary source) adalah tulisan-tulisan yang berupa laporan penulisan orang lain, tinjauan, ringkasan, kritik dan tulisan-tulisan mengenai hal-hal yang tidak langsung disaksikan atau dialami sendiri oleh penulisnya. Biasanya informasi dalam pustaka sekunder dikategorikan dan diabstrak dari sumber pustaka primer.

Mengutip dari buku Ajar Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia karya Ninit Alfianika (2018:55-56), berikut ini contoh sumber pustaka sekunder yang sering digunakan oleh peneliti.

1. Ensiklopedia

Ensiklopedia merupakan sumber referensi yang sering digunakan oleh peneliti bersifat komprehensif atau luas. Selain itu juga ada beberapa ensiklopedia yang lebih khusus dalam berbagai bidang ilmu.

2. Kamus

Kamus merupakan sumber yang memuat kata-kata dengan artinya yang disusun secara alfabetis.

3. Buku-buku Teks

Buku-buku teks sering digunakan untuk referensi karena sumber yang ada di dalam buku berisi tentang pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.

Cara Menulis Daftar Pustaka

Ilustrasi contoh sumber pustaka sekunder. Foto: Unplash

Mengutip dari buku Bahasa Indonesia karya Nani Darmayanti (38), daftar pustaka adalah daftar buku-buku yang memuat teori-teori yang digunakan sebagai dasar untuk perumusan masalah, tinjauan pustaka, metodologi serta pembahasan. Adapun cara penulisan daftar pustaka bisa diketahui sebagai berikut.

  1. Nama penulis dalam daftar pustaka dituliskan secara terbalik. Artinya, nama belakang ditulis di awal, baru diikuti nama depannya.

  2. Jika sumber buku tersebut ditulis oleh dua orang, nama pengarang dituliskan semua, tetapi nama yang penulisannya dibalikkan hanya nama penulis yang pertama.

  3. Jika sumber buku tersebut ditulis oleh lebih dari dua orang, yang ditulis hanya nama penulis pertama dan diikuti dengan et all (et allii = dan lain-lain) atau dkk (dan kawan-kawan).

  4. Penulisan judul buku digarisbawahi atau dicetak miring.

  5. Urutan penulisan daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah nama penulis di balik. Saat menuliskan daftar pustaka tidak perlu menggunakan nomor urut.

  6. Baris pertama diketik mulai pukulan pertama dari batas tepi margin dan baris berikutnya diketik mulai pukulan kelima atau satu tab dalam komputer.

  7. Jarak antara baris pertama dengan baris berikutnya yang merupakan kelanjutannya adalah spasi rapat. Adapun, jarak antara sumber satu dengan sumber lainnya adalah spasi ganda.

Baca juga: Fungsi Daftar Pustaka dan Tujuan Pembuatannya

Demikianlah pembahasan mengenai contoh sumber pustaka sekunder dan cara menulis daftar pustaka. Adanya penjelasan dari materi tersebut diharapkan bisa menambah wawasan serta pengetahuan bagi pembaca. (NTA)