Konten dari Pengguna

3 Contoh Tembang Dhandhanggula beserta Artinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh tembang dhandhanggula. Sumber: unsplash.com/BayuSyaits.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh tembang dhandhanggula. Sumber: unsplash.com/BayuSyaits.

Contoh tembang dhandhanggula dapat diambil dari serat atau kitab, seperti Wulangreh dan Wedhatama, dan dari sumber lainnya. Bagi masyarakat Jawa, tembang dapat menjadi media penyampaian ekspresi, informasi, bahkan dakwah.

Dhandhanggula merupakan tembang yang paling sering digunakan untuk memberi petuah dan dakwah. Itu sebabnya lirik dhandhanggula ada di beberapa kitab penting.

Contoh Tembang Dhandhanggula

Ilustrasi contoh tembang dhandhanggula. Sumber: unsplash.com/ReidikaHaris.

Dhandhanggula adalah satu dari 11 tembang Macapat dalam bahasa Jawa yang menggambarkan perjalanan hidup manusia. Macapat sudah ada sejak zaman Majapahit yang kemudian digunakan oleh Walisongo untuk berdakwah.

Dhandhanggula mencerminkan periode puncak kehidupan manusia sebelum surut. Karena itu dhandhanggula banyak berisi perenungan, rasa syukur, petuah, harapan, dan kebijaksanaan lainnya.

Berikut contoh tembang dhandhanggula, yang dikutip dari Setangkai Bunga, Santosa (2019:29).

1. Dari pelajaran SD.

Gareng Petruk opo orang ngerti,

Yen wong tuwa iku mesthi susah,

Marga ditinggal anake,

Saya yen weruh,

Ana ngendi sing digoleki,

Atine tansah samar,

Ora bisa turu,

Sing disuwun mring Pangeran,

Mugo-mugo Gareng Petruk enggal bali,

Ora nemu alangan.

Artinya:

Apakah Gareng Petruk tidah tahu,

Kalau orang tua itu pasti sedih,

Karena ditinggal anaknya,

Apalagi jika tahu,

Dimana gerangan yang dicari,

Hatinya selalu was-was,

Tidak bisa tidur,

Yang diminta pada Tuhan,

Semoga Gareng Petruk segera kembali.

Tanpa halangan.

2. Nama-nama pabrik.

Pabrik kerta telu araneki,

Padalarang wilayah Priyangan,

Lan Bandung pernah kulone,

Pabrik Blabag ing Kedu,

Pabrik Leces ingkang kaping tri,

Manggon in Probolinggo,

Tlatah Jawa Timur,

Pabrik gula Jatirata, Tasik Madu,

Lan Calamadu tumuli,

Madukismo ing Ngayogya.

Artinya:

Nama tiga pabrik kertas,

Padalarang di wilayah Priyangan,

Dan Bandung di sebelah baratnya,

Pabrik Blabag di Kedu,

Yang ketiga pabrik Leces,

Terletak di Probolinggo,

Wilayah Jawa Timur,

Pabrik gula Jatirata, Tasik Madu,

Dan kemudian Calamadu,

Madukismo di Yogyakarta.

3. Cuplikan Kidung Rumekso ing Wengi karya Sunan Kalijaga

Ana kidung rumekso ing wengi,

Teguh ayu luputa ing lara,

Luputa bilahi kabeh,

Jin setan datan purun,

Paneluhan tan ana wani,

Miwah panggawe ala,

Gunane wong luput,

Geni atemahan tirta,

Maling adoh tan ana ngarah mring mami,

Guna duduk pan sirno.

Artinya:

Ada sebuah nyanyian penolak bala di malam hari,

Yang memberi keselamatan dan kesembuhan,

Terhindar dari segala petaka,

Jin setan tidak sudi,

Teluh tidak ada yang berani,

Juga perbuatan jahat,

Guna-guna tidak berani,

Api menjadi air,

Pencuri tidak berani mendekatiku,

Segala bahaya akan sirna,

Baca juga: 2 Contoh Pidato Bahasa Jawa Singkat

Itulah contoh tembang dhandhanggula dengan berbagai tema. Sebuah cara masyarakat Jawa memanfaatkan tembang dan menambah khazanah sastra bangsa Indonesia. (lus)