Konten dari Pengguna

3 Dampak Kelangkaan Terhadap Perekonomian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dampak Kelangkaan. Sumber: unsplash.com/ Mathieu Stern
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dampak Kelangkaan. Sumber: unsplash.com/ Mathieu Stern

Kelangkaan dalam perekonomian merupakan hal buruk yang dihindari oleh banyak pihak. Pasalnya, dampak kelangkaan berimbas pada banyaknya pengangguran.

Selain dampak tersebut, perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja juga akan menimbulkan masalah yang merambat ke sektor kehidupan yang lain. Apa saja dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh kelangkaan tersebut?

3 Dampak Kelangkaan

Ilustrasi Dampak Kelangkaan. Sumber: unsplash.com/ Tech Daily

Menurut buku Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Bambang Widjajanta, dkk. (hal. 7), kelangkaan adalah suatu kondisi saat kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangat terbatas jumlahnya.

Kelangkaan tersebut membawa pengaruh terhadap perekonomian. Beberapa dampak kelangkaan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Harga Kebutuhan Meningkat

Saat kebutuhan sangat sulit dipenuhi akibat adanya kelangkaan barang, maka stok barang di pasaran akan terbatas. Sedangkan peminatnya sangat besar. Hal ini mendorong peningkatan harga terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat.

Kebutuhan menjadi semakin sulit untuk dipenuhi. Akibatnya akan banyak tindakan yang dilakukan oleh konsumen. Misalnya, dengan mencari barang pengganti.

2. Meningkatnya Jumlah Pengangguran

Kelangkaan membuat banyak industri harus mengurangi tenaga kerja yang bekerja di perusahaannya. Produksi yang menurun membuat kebutuhan tenaga kerja ikut menurun.

Dengan cara itu, industri bisa menghemat biaya karena tidak harus membayar gaji karyawan yang tenaganya tidak dibutuhkan. Akibatnya jumlah pengangguran meningkat karena faktor kelangkaan yang sedang berlangsung.

3. Marak Aksi Duplikasi

Saat kelangkaan terjadi, maka akan ada pihak-pihak nakal yang mencari keuntungan dalam kesempitan. Pihak tersebut akan melakukan duplikasi atau meniru barang yang menjadi kebutuhan banyak orang tersebut.

Aksi meniru dan memalsukan barang ini terkadang dilakukan dengan cara yang merugikan konsumen. Misalnya, membuat beras palsu dari plastik, telur palsu dengan bahan kimia.

Bahkan sampai menipu konsumen dengan mengoplos bahan bakar minyak dengan bahan bakar lain yang berbahaya demi keuntungan pribadi.

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Kelangkaan Barang di Pasaran

Melihat betapa bahayanya dampak kelangkaan itu, maka pihak-pihak tertentu harus turun tangan untuk menanggulanginya. Biasanya, pemerintah berperan dalam mengentaskan kelangkaan ini untuk menyelamatkan kondisi ekonomi. (IMA)