3 Fungsi Agama terhadap Budaya dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak aspek kehidupan yang saling berkaitan, seperti agama dan budaya. Fungsi agama terhadap budaya bisa dirasakan secara nyata dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Misalnya di Bali yang rumah ibadahnya dapat sekaligus menjadi simbol budaya bagi wilayah setempat. Pura yang sebenarnya adalah tempat ibadah umat beragama Hindu dianggap pula menjadi ikon bangunan yang khas di sana.
Mengenal 3 Fungsi Agama terhadap Budaya
Meskipun agama dan budaya adalah dua hal yang berbeda, namun keduanya saling berkesinambungan. Berikut adalah fungsi agama terhadap budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
1. Local Genius
Budaya yang bertentangan dengan agama biasanya akan dengan mudah terhalang masuk ke suatu wilayah. Hal ini berarti agama mampu memunculkan local genius terhadap budaya.
Mengutip dari buku Hitam putih Pajajaran dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran karya Fery Taufiq El-Jaquene (2020:84), proses akulturasi melahirkan local genius atau kemampuan menyerap sembari mengadakan seleksi dan pengolahan aktif terhadap pengaruh kebudayaan asing.
Contohnya saat budaya Barat yang berupa pakaian terbuka masuk ke daerah yang didominasi oleh masyarakat dengan latar belakang pendidikan pesantren, maka budaya tersebut akan secara otomatis tidak diterapkan karena bertolak belakang dengan ajaran agama.
2. Menjadi Inspirasi Arsitektural
Kekayaan budaya daerah yang berupa candi, masjid dan bagunan lainnya banyak dipengaruhi oleh agama tertentu. Hal ini berarti fungsi agama adalah sebagai inspirasi yang membentuk kebudayaan.
Contoh nyata yang bisa dilihat dalam kehidupan di sekitar adalah candi Prambanan yang dipengaruhi oleh corak-corak Hindu dan candi Borobudur yang bercorak Buddha.
3. Agama Membentuk Tradisi Kebudayaan di Sebuah Wilayah
Agama mampu membentuk tradisi kebudayaan di sebuah wilayah tertentu. Contohnya acara pengajian umat Islam yang digelar setiap hari Kamis malam menjadi tradisi kebudayaan di kampung-kampung di daerah Jawa Timur yang kemudian melahirkan tradisi selamatan.
Kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat di masa lalu juga melahirkan tradisi sesajen yang dilepaskan ke perairan baik itu laut maupun telaga setiap tanggal 1 Suro.
Baca juga: Kenali Pengertian, Contoh, dan Manfaat Keberagaman Budaya di Indonesia
Fungsi agama terhadap budaya yang telah disebutkan di atas adalah tiga peran yang bisa dilakukan oleh agama dalam kaitannya dengan budaya yang berkembang di masyarakat. (IMA)
