Konten dari Pengguna

3 Jenis Batuan Sedimen dan Proses Pembentukannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis batuan sedimen. Foto: Unsplash/Wolfgang Hasselmann
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis batuan sedimen. Foto: Unsplash/Wolfgang Hasselmann

Batuan merupakan unsur alam yang terdiri dari berbagai mineral dan saling terikat. Menurut proses pembentukannya, batuan dibagi menjadi tiga macam, salah satunya adalah batuan sedimen. Jenis batuan sedimen ada banyak macam.

Meskipun pada dasarnya batuan sedimen terbentuk dari sedimentasi, namun terdapat banyak sekali jenis dari batuan yang satu ini. Inilah yang membuat banyak orang dibuat bingung dalam membedakan dengan jenis batuan lainnya.

Jenis Batuan Sedimen sebagai Batu Alam

Ilustrasi jenis batuan sedimen. Foto: Unsplash/Scott Webb

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sedimentasi adalah pengendapan atau hal mengendapkan benda padat karena pengaruh gaya berat. Sedangkan batuan sedimen adalah batuan yang paling banyak tersingkap di permukaan bumi, kurang lebih 75% dari luas permukaan bumi.

Batuan sedimen terbentuk karena proses diagnesis dari material batuan lain yang sudah mengalami sedimentasi. Sedimentasi ini meliputi proses pelapukan, pelapukan, transportasi, dan deposisi.

Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. Proses pelapukandan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. Proses deposisi dapat terjadi jika energi transport sudah tidak mampu lagi mengangkut partikel tersebut.

Dikutip dari buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo (2007: 41), secara umum, batuan sedimen dapat dikelompokkan berdasarkan cara pengendapan, tenaga yang mengendapkannya, dan tempat pengendapannya.

1. Berdasarkan Cara Pengendapan

Berdasarkan cara pengendapannya, batuan sedimen dibagi menjadi dua jenis, yakni:

a. Hancur Mengendap

Jenis endapannya disebut endapan klastik atau endapan mekanis. Berdasarkan ukuran butirannya, sedimen klastik terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Tekstur (butiran) kasar, biasanya diendapkan di lingkungan darat, sungai, atau danau. Contoh jenis ini antara Iain breksi, konglomerat, dan batu pasir.

  • Tekstur (butiran) halus, biasanya diendapkan di lingkungan laut. Contohnya antara lain batu lempeng. lanau, serpih, dan napal.

b. Larut Mengendap

Prosesnya terdiri atas proses langsung dan tidak langsung.

  • Proses langsung. Akibat adanya campuran pengaruh unsur Iain, batuan akan melarut dan mengendap dengan cepat membentuk batuan lain. Contohnya adalah gips, anhidrit, dan batu garam.

  • Proses tidak langsung. Pembentukan batuan baru yang dibentuk dalam waktu yang relatif lama. Contohnya adalah batuan sedimen batubara.

2. Berdasarkan Tenaga Pengandapnya

Berdasarkan tenaga pengendapannya, batuan sedimen dibagi ke dalam empat jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Endapan aeolis atau aeris. Proses pengendapan material-material batuan yang dihasilkan dengan bantuan tenaga angin, contohnya burchan.

  • Endapanaquatis. Proses pengendapan material-material batuan yang dihasilkan dengan bantuan tenaga air, contohnya delta.

  • Endapan glasial. Proses pengendapan material-material batuan yang dihasilkan dengan bantuan tenaga es. Proses ini hanya terjadi pada wilayah pegunungan tinggi. Contohnya adalah batu morena.

3. Berdasarkan Tempat Pengendapan

Berdasarkan tempat pengendapannya, batuan sedimen dibagi ke dalam lima jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Sedimen Terisentris

Jenis batuan sedimen yang diendapkan di daratan yang dipengaruhi oleh tenaga air, es, dan angin. Contohnya adalah batu pasir dan breksi.

  • Sedimen Marine

Jenis batuan sedimen yang diendapkan di laut, pada umumnya banyak mengandung mineral karbonat (kapur). Batuan ini terbentuk dari sisa-sisa cangkang hewan laut, seperti moluska, alga, dan foraminifera. Contoh batu ini antara lain batu gamping, dolomit, dan kalkarenit.

  • Sedimen Limnis

Batuan sedimen yang diendapkan di danau atau rawa yang banyak mengandung unsur-unsur organik. Contohnya yakni tanah liat danau.

  • Sedimen Fluvial

Batuan sedimen yang diendapkan di sekitar wilayah sungai dan merupakan akumulasi dari berbagai pengejaan air sungai. Sedimen fluvial banyak ditemukan di wilayah hilir atau muara sungai, di mana aliran air sudah melambat, contohnya delta.

  • Sedimen Glasial

Batuan sedimen yang diendapkan di ujung pengerjaan sebuah massa es. Contohnya adalah batu morena.

Baca Juga: Pengertian dan Jenis-jenis Batuan Metamorf di Bumi

Itulah penjelasan tentang 3 jenis batuan dan cara terbentuknya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang batuan yang terbentuk dari endapan ini. (MZM)