3 Jenis Diferensiasi Pembelajaran untuk Panduan Guru

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa jenis diferensiasi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru kepada peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan tahap capaian materi disetiap pertemuannya. Sebab, semuanya berpengaruh terhadap tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Dalam pembelajaran tersebut, guru sebaiknya memikirkan tindakan yang masuk akal tanpa menyebabkan pembelajaran yang membedakan peserta didik yang pintar dan kurang pintar.
Jenis Diferensiasi Pembelajaran
Menurut buku Pembelajaran Berdiferensiasi di SD/MI, Ummu Jauharin Farda, M.Pd,dkk (2024:28), ada tiga jenis diferensiasi pembelajaran, antara lain diferensiasi isi (konten), diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.
Berikut ini adalah jenis diferensiasi pembelajaran dan penjelasannya yang penting untuk dipahami.
1. Diferensiasi Konten
Diferensiasi konten merupakan salah satu bentuk pembelajaran diferensiasi sebagai bentuk implementasi Merdeka Belajar. Guru perlu mengatur jenis informasi yang akan disampaikan dalam pembelajaran. Guru juga dapat memetakan kesiapan belajar para siswa.
Siswa dapat dengan bebas menentukan sumber belajar di sekitarnya. Contohnya, menghadirkan bahan ajar audio visual yang menarik, membuat konten edukatif di media sosial.
2. Diferensiasi Proses
Menunjukkan kemampuan peserta didik akan memaknai materi yang dipelajari baik secara mandiri atau kelompok dengan menyediakan kegiatan berjenjang. Sebagai contoh dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau tantangan.
3. Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk berupa pembeda produk atau hasil pembelajaran yang perlu dilakukan siswa untuk mengukur yang diharapkan dari peserta didik. Contohnya, mengerjakan ujian tertentu atau melakukan presentasi di depan kelas.
Ciri-ciri Diferensiasi Pembelajaran
Berikut ini adalah ciri-ciri pembelajaran berdiferensiasi agar peserta didik dapat belajar mandiri dan kelompok.
Guru telah merencanakan pelajaran untuk peserta didik sebelumnya.
Mengutamakan kualitas di atas kuantitas.
Berdasarkan hasil penilaian, guru dapat menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa.
Menyiapkan beragam konten, proses pembelajaran, dan produk yang dihasilkan.
Pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan awal siswa.
Guru dan siswa berkolaborasi untuk pengembangan kelas dan tujuan individu serta disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Demikian ketiga jenis diferensiasi pembelajaran yang sebaiknya dipahami dan menjadi panduan oleh guru. Dengan begitu, siswa dapat mencapai hasil maksimal sesuai dengan kemampuannya. (DVA)
Baca Juga: Contoh Penilaian Formatif Asesmen Kurikulum Merdeka
