3 Jenis Gaya Bahasa dalam Sastra beserta Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gaya bahasa merupakan bagian dari sastra yang bentuknya sangat beragam. Istilah ini dapat disebut dengan majas. Berdasarkan penggunaannya, jenis gaya bahasa dapat dibagi menjadi beberapa macam.
Dikutip dari Teori dan Praktik Diksi, Gaya Bahasa, dan Pencitraan oleh Siswono (2014:32) gaya bahasa dapat digunakan sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa. Pemilihan bahasanya pun khas dengan memerhatikan jiwa dan kepribadian penutur.
Jenis Gaya Bahasa dalam Sastra
Penggunaan gaya bahasa atau majas dapat ditemui dalam sastra. Agar pembaca dapat menikmati karya sastra lebih menarik dan tidak bosan. Untuk itu, simak jenis gaya bahasa yang umumnya digunakan.
1. Gaya Bahasa Perbandingan
Jenis gaya bahasa yang pertama ialah gaya bahasa perbandingan. Majas ini memiliki makna untuk membandingkan objek yang disebut dengan objek lainnya. Mulai dari penyamaan, pelebihan, hingga penggantian.
Majas perbandingan pun dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut contohnya:
Personifikasi, yaitu digunakan untuk menjadikan benda mati dapat bersikap seperti manusia. Seperti, mobil yang dikendarai Andre menjerit karena melewati tanjakan.
Metafora, adalah majas yang berfungsi untuk membandingkan objek secara tersirat dengan menggantikannya dengan kata atau tingkatan lain. Seperti, lindah darat mengejar Doni yang memiliki banyak utang.
Eufemisme, yaitu jenis gaya bahasa yang bertujuan untuk menggantikan kata yang sekiranya kasar menjadi ungkapan yang halus. Contohnya, para perampok yang tertangkap basah itu, kini mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau.
2. Gaya Bahasa Pertentangan
Selanjutnya terdapat gaya bahasa pertentangan. Majas ini digunakan untuk menyatakan pertentangan atau perlawanan dari sang penulis. Berikut beberapa jenis gaya bahasa pertentangan:
Paradoks, yaitu jenis majas yang menunjukkan perbandingan yang sebenarnya berlawanan dengan situasi yang ada. Contohnya adalah Ayu merasa kesepian di tengah mall yang ramai.
Litotes, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk merendahkan diri. Seperti contoh, marilah datang ke gubuk saya yang jelek ini. (gubuk tersebut memiliki arti rumah)
3. Gaya Bahasa Sindiran
Jenis gaya bahasa yang terakhir adalah sindiran. Gaya bahasa ini memiliki fungsi untuk menyatakan ejekan maupun sindiran terhadap perilaku, sifat, dan kondisi seseorang. Berikut jenis-jenis gaya bahasa sindiran:
Sinisme, adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir sesorang secara langsung. Contohnya, kamu sangat boros sampai menghabiskan uang satu juta untuk sehari.
Sarkasme, adalah jenis gaya bahasa untuk menyindir seseorang dengan ungkapan yang cukup kasar. Seperti contoh, kotor sekali kamu jangan masuk ke rumahku dengan pakaian seperti itu.
Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Majas Beserta Contohnya
Jenis gaya bahasa yang digunakan oleh sastrawan dalam menulis karyanya umumnya sangat banyak. Namun, jenis-jenis gaya bahasa di atas yang sering ditemukan dan digunakan. Semoga bermanfaat! (NUM)
