3 Jenis-jenis Pelapukan beserta Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis pelapukan yang ada di dunia dibedakan menjadi 3, yakni fisika, kimia, dan biologi. Setiap jenis memiliki ciri khas masing-masing dan cara pelapukannya pun berbeda.
Pada dasarnya, tujuan pelapukan adalah untuk menghancurkan benda dari wujud asalnya menjadi bentuk yang baru. Bentuk baru bisa saja terurai oleh alam ataupun rupa yang berbeda.
3 Jenis-jenis Pelapukan Lengkap dengan Contohnya
Jenis-jenis pelapukan menurut Buku Pintar Pelajaran SD/MI 5 in 1, Tim Guru Indonesia, Drs. Joko Untoro (2010:78) adalah sebagai berikut.
1. Pelapukan Fisika
Pelapukan fisika, yaitu pelapukan yang agen utamanya berupa suhu. Perubahan suhu dari panas ke dingin atau sebaliknya mampu menstimulasi pelapukan.
Bahkan pelapukan fisika juga dapat terjadi akibat gravitasi bumi sampai hujan deras dan terpaan angin. Contoh:
Ranting pohon yang melemah dan akhirnya jatuh karena selnya terpengaruh cuaca dan suhu dari musim dingin ke musim panas.
Batuan akan memuai saat panas dan akan menyusut saat malam hari.
Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Tanah Mergel dan Pemanfaatannya
2. Pelapukan Kimia
Agen penyebab pelapukan kimia dapat berupa zat kimia, seperti oksigen, CO2 (uap air) dan lain sebagainya. Contoh:
Butiran mineral yang terkena air hujan menimbulkan reaksi di dalam batuan. Kemudian akan membentuk mineral baru berupa bentuk tanah yang lebih menggumpal berbentuk tanah liat karena kandungan garam larut di dalamnya bertambah.
Air dengan kandungan zat asam arang atau CO2 mampu melarutkan batuan kaput ri pengunungan kapur. Pelapukan terjadi di suhu tinggi dengan bantuan air.
3. Pelapukan Biologi
Agen penyebab pelapukan biologi adalah makhluk hidup. Misalnya seperti bakteri, rayap, lumut, akar tanaman, dan sebagainya. Contoh:
Batuan atau tembok yang ditumbuhi lumut lama kelamaan akan hancur perlahan dalam kurun waktu yang lama.
Kayu yang dimakan rayap kemudian akan lapuk dan keropos menyebabkan kayu akhirnya rusak.
Bangkai hewan yang diuraikan oleh bakteri pembusuk kemudian akan menghilang dan mengering seiring waktu menyisakan tulang belulangnya saja.
Tiga jenis-jenis pelapukan di atas merupakan fenomena alam yang terjadi secara alami. Baik pelapukan fisika, kimia dan biologi, semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu merubah wujud suatu benda ke bentuk yang lain. (IMA)
