Konten dari Pengguna

3 Jenis Teks Editorial dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis teks editorial. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Jenis teks editorial. Sumber: pexels.com

Dalam bahasa Indonesia, terdapat berbagai jenis teks yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah teks editorial. Menariknya, terdapat beberapa jenis teks editorial yang di dalamnya memiliki karakteristik berbeda, lho.

Hal ini tentu saja tidak terlepas dari tujuan dan isu atau topik yang diangkat. Lantas, apa saja jenis-jenis teks editorial yang ada dalam bahasa Indonesia?

Jenis Teks Editorial dalam Bahasa Indonesia

Jenis teks editorial. Sumber: pexels.com

Berikut ini adalah tiga jenis teks editorial dalam bahasa Indonesia yang dikutip dari buku Pengembangan Bahan Ajar oleh Kosasih (2021:114).

1. Interpretative Editorial

Teks editorial interpretatif adalah jenis teks yang mencoba untuk menjelaskan makna isu-isu dari sebuah peristiwa yang terjadi yang sedang diangkat oleh media massa. Teks ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan fakta-fakta dan pengetahuan kepada pembaca.

Jadi, pembaca media massa dapat memahami peristiwa yang sedang terjadi tersebut. Adapun jenis teks ini juga bisa bersifat positif, negatif, ataupun netral tergantung dari perlakuan penulis terhadap isu tersebut.

2. Controversial Editorial

Editorial kontroversial adalah tulisan yang dibuat dengan tujuan untuk menyebarkan sudut pandang tertentu dari sisi redaksi. Editorial yang satu ini umumnya bisa meyakinkan pembaca pada kecenderungan ataupun keniscayaan dari suatu isu tertentu.

3. Explanatory Editorial

Teks editorial ini cenderung hanya menyajikan masalah atau isu yang sedang terjadi. Sedangkan penilaian ataupun tanggapan mengenai isu tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pembaca.

Dengan kata lain, explanatory editorial ini hanya merangsang pembaca untuk terprovokasi tentang kepentingannya dari suatu isu yang disajikan.

Contoh Teks Editorial

Adapun salah satu contoh teks editorial tentang perlukah transportasi umum untuk kita yang bisa disimak adalah sebagai berikut.

Tesis

Dari tahun ke tahun, kemacetan menjadi masalah yang terus bertambah parah. Anekdot kemudian bermunculan seperti “Tua di Jalan” datang untuk mengkritik pemerintah mengenai kebijakannya dalam mengatur transportasi Indonesia.

Kemacetan di jalan tetap terjadi dan semakin parah memang hasil yang logis dari beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk, naiknya jumlah pembelian kendaraan pribadi, dan lambatnya pembangunan infrastruktur penghubung antar lokasi.

Argumentasi

Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia atau WHO, pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat kedelapan di Asia Tenggara dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, dengan data kematian mencapai 12,2 persen dari 100.000 populasi.

Hal ini tentu saja dapat diminimalisasi dengan beralihnya kebiasaan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum. Saat ini, peran pemerintah sangat penting dalam hal pembangunan infrastruktur transportasi, baik dari kualitas armada maupun fasilitas yang memudahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Namun, tantangan selanjutnya adalah besarnya anggaran dan biaya yang harus dibayar untuk membangun sebuah sistem transportasi tersebut. Dengan keadaan melemahnya seluruh ekonomi di dunia pasca pandemi berlangsung, pemerintah perlu bijak dalam menetapkan prioritas pembangunan.

Penegasan ulang (reiteration)

Keadaan ini tentunya tak hanya dihadapi Indonesia. Banyak negara lain dengan kondisi yang relatif sama, tapi cukup berhasil mengatasi masalah kemacetan tersebut dengan mengembangkan transportasi umum yang memadai.

Indonesia tentunya dapat mencontoh hal positif tersebut untuk kebaikan bagi generasi selanjutnya. Namun, jika keputusan sudah dibuat, seharusnya konsisten dengan hal tersebut agar kita tak kembali mendengar hal buruk semacam proyek mangkrak, dan hal-hal negatif lainnya yang hanya menghabiskan anggaran negara.

Baca Juga: 3 Jenis Wawancara secara Umum dan Fungsinya

Itulah tiga jenis teks editorial dalam bahasa Indonesia yang bisa dipelajari. (Anne)