Konten dari Pengguna

3 Jenis TOEFL beserta Perbedaannya yang Perlu Diketahui

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
28 Desember 2023 17:33 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Jenis TOEFL. Sumber: Pixabay/felixioncool
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis TOEFL. Sumber: Pixabay/felixioncool
ADVERTISEMENT
Terdapat beberapa jenis TOEFL yang dapat diikuti untuk menilai kemampuan dalam memahami bahasa Inggris. Meski begitu, masih banyak orang awam yang mengira TOEFL hanya terdiri dari satu jenis ataupun menganggap semua TOEFL sama saja.
ADVERTISEMENT
TOEFL sendiri merupakan akronim dari Test of English as a Foreign Language. Tes ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan bahasa Inggris dari aspek berbicara, membaca, mendengarkan, hingga menulis.

3 Jenis TOEFL

Ilustrasi Jenis TOEFL. Sumber: Pixabay/Tumisu
Dikutip dari buku Best of the Best TOEFL, DS Prasetyono dan Panca Prastowo (2015:1-2), secara umum, terdapat tiga jenis TOEFL yang dilakukan dengan metode yang berbeda, yaitu PBT-TOEFL, CBT-TOEFL, dan iBT-TOEFL.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai ketiga jenis TOEFL, berikut penjelasan lengkapnya.

1. PBT-TOEFL

PBT-TOEFL merupakan akronim dari Paper Based Test TOEFL, atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas.
Terdapat tiga sesi ujian dalam PBT-TOEFL, yakni listening, structure, dan reading. Jenis TOEFL ini mempunyai rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Umumnya, tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam.
ADVERTISEMENT

2. CBT-TOEFL

CBT-TOEFL adalah akronim dari Computer Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis komputer. Jenis TOEFL ini menggunakan komputer sebagai media bagi peserta ujian untuk mengejarkan soal ujian.
Tes ini menggunakan perangkat lunak resmi yang diterbitkan oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat. Adapun terdapat empat sesi ujian pada CBT-TOEFL, yaitu listening, structure, reading, dan writing.
CBT-TOEFL biasanya berlangsung selama 2 sampai 2.5 jam. Jenis tes ini memiliki rentang nilai antara nol hingga 330 sebagai nilai tertinggi.

3. iBT-TOEFL

iBT-TOEFL merupakan akronim dari Internet Based Test TOEFL atau tes TOEFL berbasis internet. Jenis TOEFL ini sudah berlaku dan diakui secara global.
iBT-TOEFL sebenarnya masih dilakukan di komputer, hanya saja tidak ada dukungan perangkat lunak sebagai media pengujian, melainkan dilakukan secara online dengan soal ujian yang disediakan langsung oleh lembaga ETS.
ADVERTISEMENT
Tes jenis TOEFL ini terdiri dari empat sesi ujian, yaitu listening, writing, reading, dan speaking. Nilai maksimum untuk iBT-TOEFL adalah 120 dengan waktu pengujian sekitar 4 jam.

Perbedaan Jenis-jenis TOEFL

Ilustrasi Jenis TOEFL. Sumber: Pixabay/AbouYassin
Terdapat sejumlah perbedaan dari ketiga jenis TOEFL yang sudah dijelaskan di atas. Berikut di antaranya.

1. Media

Berdasarkan medianya, masing-masing jenis TOEFL memiliki perbedaan yang cukup signifikan. PBT-TOEFL menggunakan lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B.
CBT-TOEFL menggunakan perangkat lunak yang dioperasikan di komputer. Sedangkan iBT-TOEFL menggunakan komputer dengan sistem internet.

2. Biaya

Dari segi biaya, PBT-TOEFL adalah jenis tes yang paling terjangkau, disusul oleh CBT-TOEFL yang membutuhkan biaya sedikit lebih mahal dari PBT-TOEFL.
ADVERTISEMENT
Sementara iBT-TOEFL merupakan jenis tes yang paling mahal. Hal ini karena iBT-TOEFL sudah diakui secara global.

3. Tipe Ujian

Untuk PBT dan CBT-TOEFL, setiap soal yang diujikan sesuai dengan sesi materinya. Selain itu, kedua jenis TOEFL ini tidak ada tes speaking.
Hal ini berbeda dengan iBT-TOEFL, karena selain memiliki tes speaking, soal yang diujikan tidak hanya terdiri dari individual test, namun juga integrated test atau tes kombinasi.
Tes kombinasi adalah di dalam satu soal terdapat lebih dari satu materi. Sebagai contoh, sebuah paragraf (materi reading) diikuti dengan penjelasan seseorang mengenai paragraf tersebut (materi listening).
Demikian penjelasan mengenai 3 jenis TOEFL beserta perbedannya yang perlu diketahui. Semoga ulasan di atas dapat menjadi panduan dalam memilih jenis TOEFL terbaik yang akan diikuti sesuai dengan kebutuhan. (YAS)
ADVERTISEMENT