Konten dari Pengguna

3 Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bidang Peternakan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan. Sumber foto: pixabay/TheOtherKev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan. Sumber foto: pixabay/TheOtherKev

Pada pelajaran biologi terdapat beragam pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan. Adapun salah satu bentuk penerapannya yaitu dapat digunakan dalam pengolahan limbah.

Penggunaan mikroorganisme di sektor peternakan dapat memberikan pengaruh menguntungkan bagi ternak. Selain itu hal ini dapat berkontribusi positif bagi lingkungan, prospek ekonomi masyarakat, dan pangan hasil ternak.

Pemanfaatan Mikroorganisme dalam Bidang Peternakan

Ilustrasi pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan. Sumber foto: pixabay/analogicus

Berdasarkan buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IX Sekolah Menengah Pertama, Djoka Arisworo Yusa, (hal.120), mikroorganisme atau mikroba adalah makhluk hidup satu sel yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Dapat berupa bakteri, jamur, atau alga satu sel. Jenis organisme ini dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam lingkup peternakan.

Di bawah ini merupakan penjelasan tentang pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan yang perlu diketahui.

1. Pengembangan Produk-Produk Hasil Ternak

Mikroorganisme memegang peranan penting dalam bidang peternakan, salah satunya yaitu dapat digunakan sebagai metode pengembangan produk-produk hasil ternak, berupa daging, susu, dan telur.

Mikroorganisme yang diaplikasikan pada pengolahan pangan hasil peternakan bertujuan untuk memperpanjang masa simpan produk. Proses ini dilakukan melalui identifikasi mikroorganisme, pengawetan produk, dan teknik pengendaliannya.

2. Pengolahan Limbah Peternakan

Limbah ternak merupakan bahan hasil buangan metabolisme, yang dapat mengakibatkan pencemaran jika tidak memiliki tata kelola secara tepat. Limbah yang paling banyak dihasilkan oleh peternakan adalah feses.

Oleh karena itu, pengolahan limbah ternak secara tuntas dan tidak meninggalkan bekas (zero waste) merupakan tindakan yang penting dilakukan. Adapun salah satu cara untuk mempercepat pengelolaan limbah yaitu dengan bantuan dari mikroorganisme.

Misalnya dengan memakai jenis EM (Efektif Mikroorganisme) yang mampu mengontrol tahap fermentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengubah limbah menjadi pupuk tanaman, bahan pakan ternak, produksi gas bio dan media jamur.

3. Peningkatan Nutrisi Pakan Ternak

Pada bidang peternakan, pakan ternak adalah faktor kunci yang akan sangat menentukan keberhasilannya. Metode pengolahan pakan ternak dapat diaplikasikan dengan melibatkan mikroorganisme fermentatif.

Melalui proses ini akan menghasilkan pakan dengan kadar nutrisi dan tingkat penyerapan yang tinggi. Tidak hanya peningkatan kandungan nutrisi, fermentasi bahan pakan juga bisa membantu pencernaan pakan yang berkualitas.

Dikutip dari buku Biologi Dasar II: Untuk Teknologi Pakan Ternak, Stormy Vertygo, (2021:98), dalam aspek nutrisi hewan, mikroorganisme tertentu dapat meningkatkan nutrisi pakan ternak melalui perlindungan protein, asam amino dan lemak.

Baca Juga: 6 Manfaat Mikroorganisme dalam Bioteknologi

Demikian informasi tentang apa pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang peternakan. Informasi ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan pembaca dalam memahami peranan mikroorganisme di berbagai sektor di kehidupan sehari-hari. (Riyana)