3 Penyebab Runtuhnya Uni Soviet dan Sejarah Singkatnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uni Soviet merupakan negara terbesar pada masanya. Hingga suatu ketika, negara yang menganut sistem komunis tersebut harus runtuh dan tercerai berai. Faktor utama dari penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah kemunduran ekonomi yang cukup berlangsung lama.
Dikutip dari Bestie Book Sejarah SMA/MA Kelas X, XI, & XII Volume 1 oleh The King Eduka (2022:98) di tengah perang dingin mulai dari tahun 1960 an, perekonomian Uni Soviet di bawah pemerintahan Leonid Breznes, mulai mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Sehingga tak ayal jika Uni Soviet yang mengalami krisis ekonomi tersebut jatuh perlahan. Selain faktor tersebut, negara tersebut harus menghadapi berbagai tuntutan demokrasi negara-negara komuis di Eropa Timur kian kuat.
Sejarah Singkat Runtuhnya Uni Soviet
Penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah terjadinya konflik berkepanjangan yang akhirnya menjadi bomerang bagi negara tersebut. Runtuhnya negara ini dipicu saat pemerintahan Mikhail Gorbachev sebagai Presiden Uni Soviet pada 1985.
Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sang presiden ternyata malah memperburuk keadaan negara tersebut. Kebijakan tersebut menimbulkan banyak pertentangan antara kelompok moderat, konservatif dan radikal tentang sistem komunisme di Uni Soviet.
Dimulai pada 1990, negara-negara komunis mulai kehilangan kuasanya karena tidak mampunya beradaptasi hingga sebagaian negara mulai melepas diri. Hingga pada 25 Desember 1991 Uni Soviet bubar ditandai dengan mundurnya presiden Mikhail Gorbachev.
Beberapa Penyebab Runtuhnya Uni Soviet
Penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah karena kondisi ekonomi yang kian menurun dimulai pada tahun 1980 an. Namun, gelar negara adikuasa yang dimiliki Uni Soviet tak dapat berlangsung lebih lama. Hal ini karena tahun 1991 adalah tahun keruntuhannya.
Berdiri selama 69 tahun, Uni Soviet dipercaya memiliki banyak persenjataan nuklir dalam menghadapi perang dunia saat itu. Akan tetapi, senjata-senjata tersebut tak berarti lagi karena negara tersebut harus hancur. Lantas apa penyebabnya? Simak uraiannya berikut ini.
1. Insiden Nuklir Chernobyl
Ledakan pada 26 April 1986 yang disebut sebagai insiden nuklir Chernobyl, adalah penyebab runtuhnya uni soviet yang pertama. Peristiwa yang menggemparkan ini tepat terjadi di reaktor Unit 4 pembangkit listrik Chernobyl, Pryp'yat (kini Ukraina).
Baca Juga: 5 Julukan Negara Belarus yang Pernah Menjadi Bagian Uni Soviet
Awalnya, pemerintah Uni Soviet membiarkan ledakan tersebut dan berusaha untuk tidak menyebarkannya agar masyarakat tidak khawatir. Namun, hal itu malah menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Hal tersebut nyata adanya karena ledakan nuklir tersebut memiliki dampak radioaktif 400 kali bom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945.
2. Kebijakan Perestroika dan Glasnost
Penyebab runtuhnya Uni Soviet berikutnya adalah pengambilann kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika. Hal ini dilakukan untuk membuka dialog dan keterbukaan serta kebebasan dalam menentukan kebijakan pasar.
Namun, harapan tersebut tidak terlaksana karena malah memicu kapitalisme dan komunisme yang buruk. Selain itu, sistem tersebut juga dinilai lebih menguntungkan pemerintah karenamenaikkan harga tanpa memperbaiki layanan.
3. Masalah Kebijakan Ekonomi
Selanjutnya adalah kebijakan ekonomi yang diambil Uni Soviet kian bermasalah. Besarnya kekuatan ekonomi yang dimiliki Uni Soviet, tak membuatnya lepas dari krisis ekonomi. Hal ini diawali pada tahun 1990, Uni Soviet kekurangan barang konsumsi bertahun-tahun.
Praktik pasar gelap yang terjadi pada Uni Soviet membuatnya mengalami inflasi disertai dengan penurunan tajam harga minyak.
Tak dipungkiri jika penyebab runtuhnya Uni Soviet adalah faktor ekonomi yang kian memburuk. Sehingga akhirnya negara adikuasa pada masanya ternyata harus bubar dengan berbagai konflik yang terjadi tersebut. (NUM)
