3 Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler menjadi hal penting yang harus dipahami oleh siswa. Ketiga kegiatan tersebut menjadi satu kesatuan utuh yang tak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya.
Dengan melakukan kegiatan itu, siswa dapat berinteraksi dengan lingkungan belajar melalui proses pembelajaran. Adanya kegiatan tersebut upaya untuk mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun sosial anak agar hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial menjadi lebih mudah untuk dilakukan oleh tenaga pendidik.
Perbedaan Intrakurikuler, Kokurikuler dan Ekstrakurikuler di Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan salah satu pendidikan yang ada di dalam lingkungan masyarakat. Sekolah menjadi sebuah tempat yang di perlukan untuk mendidik karakter siswa.
Pendidikan karakter adalah proses pembentukan dan pengembangan nilai-nilai, sikap, moralitas, etika, kepribadian dan perilaku yang baik pada individu. Di sekolah, pendidikan karakter dapat diajarkan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Mengutip dari buku Peningkatan dan Pengembangan Prestasi Belajar Peserta Didik oleh Dr. Abduloh, S.Pd., M.Pd., dkk (5-14), berikut adalah beberapa perbedaan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang terletak dari pengertian, tujuan, dan contohnya.
1. Intrakurikuler
Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang sering dilakukan di ruang kelas dengan orientasi peningkatan kemampuan akademis.
Tujuannya untuk menumbuhkan kemampuan akademik siswa karena kegiatannya berkaitan dengan kegiatan proses belajar mengajar.
Contoh kegiatan intrakurikuler di antaranya kegiatan belajar mengajar di kelas, wawasan kebangsaan, kegiatan senam, piket membersihkan kelas.
2. Kokurikuler
Kegiatan kokurikuler dapat diartikan sebagai program kegiatan yang dalam tujuan pelaksanaannya lebih mengacu kepada pendalaman serta penghayatan materi yang telah didapat peserta didik dari kegiatan intrakurikuler yang berasal dari kegiatan yang ada di dalam kelas, baik yang didapat dari pelajaran inti maupun progam khusus.
Tujuan kegiatan kokurikuler adalah sebagai penunjang dari praktik program intrakurikuler dan membantu peserta didik agar lebih mudah mempelajari sekaligus memahami materi yang nantinya baru akan dipelajarinya.
Contoh pelaksanaan kegiatan kokurikuler di antaranya pemberian tugas secara berkelompok dan pemberian tugas secara individu.
3. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan di luar rencana pembelajaran atau pendidikan tambahan di luar kurikulum.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakuler pada satuan pendidikan, seperti memperdalam dan memperluas pengetahuan peserta didik, melengkapi upaya pembinaan, pemantapan dan pembentukan nilai-nilai kepribadian siswa serta meningkatkan bakat, minat dan keterampilan peserta didik.
Contoh kegiatan ekstrakurikuler, yaitu pramuka, paskibra, jurnalistik, paduan suara, robotik, PMR, dan lain-lain.
Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah. Semoga informasi yang disampaikan tersebut dapat menambah wawasan serta pengetahuan. (NTA)
Baca juga: Jenis-jenis Ekstrakurikuler yang Dapat Diikuti Siswa beserta Contohnya
