3 Sekolah Kedinasan yang Boleh Buta Warna

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski banyak sekolah kedinasan di Indonesia menetapkan syarat tidak buta warna, ada sekolah kedinasan yang boleh buta warna. Pelamar dengan buta warna parsial atau total tetap memiliki kesempatan untuk diterima dan mengikuti pendidikan dengan baik.
Mengutip laman fahum.umsu.ac.id, sekolah kedinasan adalah lembaga pendidikan tinggi yang dikelola oleh kementerian atau instansi pemerintah dengan tujuan menyiapkan tenaga ahli untuk berkarier di lingkungan pemerintahan.
Para lulusannya umumnya memperoleh ikatan dinas, sehingga memiliki kesempatan besar untuk langsung bekerja di instansi pemerintah yang bersangkutan.
Sekolah Kedinasan yang Boleh Buta Warna Memberikan Kesempatan Studi
Banyak sekolah kedinasan yang memberikan peluang bagi pelamar dengan kondisi buta warna, baik parsial maupun total, untuk tetap bisa mengikuti pendidikan dan berkarier di bidang pemerintahan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Beberapa sekolah kedinasan yang boleh buta warna di bawah ini dapat menjadi rujukan. Berikut informasinya.
1. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
STIS menerima pendaftar dengan kondisi buta warna parsial. Ini karena program studi di bidang statistik umumnya lebih menekankan kemampuan analitis daripada persepsi warna
2. Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STIA)
STIA termasuk yang membolehkan buta warna. Alasannya, fokus pendidikan ada pada administrasi, bukan bidang yang sensitif terhadap warna.
3. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN
STAN memberikan kesempatan pada pelamar yang buta warna untuk melanjutkan studinya di sini.
4. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
IPDN juga mencabut persyaratan buta warna, sehingga calon pendaftar tidak menjalani tes buta warna sama sekali.
Tips Untuk Pelamar yang Buta Warna
Beberapa tips di bawah ini dapat dilakukan bagi pelamar yang buta warna
Pilih Program Studi Secara Strategis
Utamakan bidang administratif, kebijakan publik, statistik, bukan yang butuh visibilitas warna (seperti teknik, perhubungan, militer).
Teliti Persyaratan Resmi & Hubungi Admin
Selalu cek situs resmi dan konfirmasi langsung ke panitia seleksi agar tidak salah paham.
Siapkan Dokumen Pendukung
Jika perlu, lampirkan keterangan medis (misalnya dari dokter mata) bahwa kondisi tidak mengganggu fungsi akademis.
Manfaatkan Kebijakan Inklusi
Banyak institusi kini mulai longgar dalam hal buta warna, jadi maksimalkan dengan mendalami peluang ini.
Sekolah kedinasan yang boleh buta warna memberi peluang kepada calon dengan buta warna parsial atau total. Langkah pentingnya adalah memilih program studi yang tepat dan memverifikasi persyaratan secara resmi agar peluang lebih besar. Semoga informasi ini bermanfaat. (VAN)
Baca juga: Biaya Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025 Lengkap
