3 Tahapan Apresiasi Seni beserta Tujuan dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suatu seni yang tercipta tidak hanya untuk dilihat saja namun juga dapat diapresiasi oleh penonton sebagai penghargaan terhadap seseorang yang sudah berhasil menciptakan suatu karya. Tahapan apresiasi seni di antaranya yaitu tahapan empatik, estetis, dan kritik.
Apresiaisi seni merupakan proses penilaian atau penghargaan terhadap sebuah karya seni yang dilakukan oleh penonton atau penikmat karya seni. Contoh dari kegiatan ini salah satunya mengamati seni dari berbagai perspektif atau sudut.
Tahapan Apresiasi Seni
Dikutip dalam buku Pengantar Pendidikan Seni oleh Fithri Meiliawati (2023:95) apresiasi seni merupakan suatu usaha memahami secara meyeluruh terhadap isi atau maksud suatu karya seni yang diciptakan.
Setiap orang memiliki cara apresiasi terhadap seni yang berbeda-beda, tergantung seberapa besar seseorang ingin mengapresiasi suatu seni. Berikut tiga tahapan apresiasi seni yang dapat diterapkan saat melihat karya seni dipamerkan.
1. Empatik
Empatik merupakan tahapan dengan menilai baik dan buruknya seni, yang dilakukan dengan pengamatan mata. Pada tahapan apresiasi ini, hal yang terlibat adalah pikiran dan perasaan.
2. Estetis
Estetik merupakan tahapan apresiasi yang menilai seni disertai dengan pengamatan dan juga penghayatan yang mendalam. Tahapan estetis berarti penilaian terhadap keindahan seni, terlepas dari perasaan yang diberikannya.
3. Kritik
Kritik merupakan tahapan seseorang memberikan klarifikasi, deskripsi, analisis, dan evaluasi terhadap seni yang dipamerkan. Tahapan ini biasanya dilakukan oleh para kritikus seni yang sudah sangat berpengalaman.
Kritik umumnya bukan hanya berbentuk pujian, tetapi juga disertai penjelasan, deskripsi, analisis, hingga kesimpulan lengkap mengenai karya seni tersebut. Untuk menyampaikan hal ini, kritikus seni akan lebih dulu mengamati karya seni sebelum memberikan komentarnya.
Tujuan dan Contoh Apresiasi Seni
Semua karya seni memiliki hak untuk mendapatkan apresiasi dengan baik. Namun, tidak jarang masih ada yang bingung terkait dengan apa sebenarnya tujuan dan contoh dari apresiasi tersebut, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Tujuan
Apresiasi seni menjadi suatu bentuk proses penilaian maupun penghargaan yang diberikan terhadap sebuah karya seni. Apresiasi ini diberikan oleh penikmat maupun penonton dari karya seni tersebut. Tujuan dari pemberian apresiasi terhadap karya seni yaitu:
Memunculkan pengalaman terkait dengan hal estetis yaitu penikmatan atas seni yang terarah secara sadar.
Menjadikan masyarakat maupun siswa untuk bisa lebih paham akan karya seni yang tercipta sehingga mampu menerima seni sebagaimana mestinya.
Memperkenalkan kepada seseorang atas karya seni agar orang tersebut dapat memahami nilai beserta aturan atas kehidupan berbudaya.
Mengalami sebuah kepuasan tersendiri terhadap penginderaan dan akan bisa memperoleh pengalaman melalui imajinasi yang dimiliki.
2. Contoh
Apresiasi seni dapat dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk. Contoh apresiasi seni di antaranya yaitu:
Mempelajari suatu seni setiap hari secara bertahap.
Mencoba pembuatan projek seni.
Mengikuti kelas seni.
Menulis berbagai jenis karya seni yang diketahui secara pribadi.
Mengunjungi sebuah museum seni.
Mengamati seni dari berbagai perspektif atau sudut.
Memikirkan kembali bagaimana perasaan diri ketika mengamati sebuah seni.
Mewawancarai seseorang dengan pemikiran yang berbeda.
Menerima segala bentuk seni meski tidak semua dapat dimengerti.
Menganalisis karya seni yang ditemukan, mulai dari pembuatnya, tempat tinggalnya, hingga bagaimana karya tersebut berhubungan dengan waktu pembuatan sang seniman.
Baca juga: 3 Tokoh Seni Rupa di Indonesia yang Legendaris
Demikian penjelasan 3 tahapan apresiasi seni beserta tujuan dan contohnya. Perlu diketahui apresiasi seni bisa dilakukan oleh semua orang tanpa harus memperhatikan latar belakang pendidikan yang dimiliki. (MRZ)
