Konten dari Pengguna

3 Tingkatan Aktivitas Fisik untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tingkatan aktivitas fisik - Sumber: pexels.com/@mastercowley
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tingkatan aktivitas fisik - Sumber: pexels.com/@mastercowley

Tingkatan aktivitas fisik dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat intensitas dan usahanya. Biasanya mulai dari aktivitas yang paling ringan sampai yang paling berat.

Secara umum, aktivitas fisik dapat membantu memperkuat otot dan tulang. Bisa juga berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh.

Tingkatan Aktivitas Fisik dari yang Ringan sampai Berat

Ilustrasi tingkatan aktivitas fisik - Sumber: pexels.com/@daniel-reche

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan atau tindakan yang melibatkan kontraksi otot dan peningkatan pengeluaran energi tubuh. Termasuk berbagai jenis kegiatan yang melibatkan tubuh manusia, seperti berjalan, berlari, bersepeda, berenang, dan banyak lagi.

Berdasarkan buku Model-Model Exercise dan Aktivitas Fisik untuk Kebugaran Jasmani Anak SD, Dr. Sapto Adi, M.Kes, dkk, 2020, aktivitas fisik dapat bervariasi dalam tingkat intensitasnya. Mulai dari aktivitas fisik ringan hingga aktivitas yang sangat intensif.

Berikut adalah beberapa tingkatan aktivitas fisik yang perlu diketahui.

1. Aktivitas Fisik yang Ringan

Aktivitas ringan artinya hanya membutuhkan gerakan yang ringan. Jadi, orang yang melakukannya tidak akan mengeluarkan banyak keringat atau nepasnya menjadi berat.

Beberapa contoh aktivitas tersebut adalah:

  • Berjalan pelan

  • Melakukan peregangan

  • Berbicara atau duduk tanpa banyak gerakan

  • Aktivitas sehari-hari yang tidak memerlukan banyak usaha fisik, seperti melakukan pekerjaan rumah tangga

2. Aktivitas Sedang

Saat melakukan aktivitas sedang, seseorang akan mengeluarkan keringat lebih banyak. Diiringi dengan adanya perubahan intensitas denyut jantung dan napas yang menjadi lebih berat.

Beberapa gerakan yang termasuk aktivitas sedang, antara lain:

  • Berjalan cepat

  • Bersepeda dengan kecepatan sedang

  • Aktivitas yang memerlukan usaha, seperti berkebun atau berenang

3. Aktivitas yang Lebih Berat dan Intensif

Tingkatan yang terakhir adalah aktivitas yang tergolong berat dan sangat intensif. Aktivitas ini memerlukan lebih banyak usaha, tingkat energi yang cukup besar, dan kebugaran fisik yang baik.

Beberapa contoh dari kegiatan berat dan intensif tersebut adalah:

  • Berlari atau jogging

  • Bersepeda dengan kecepatan tinggi

  • Berenang dengan kecepatan

  • Bermain basket

  • Bermain badminton

  • Aktivitas yang memerlukan usaha fisik tertentu

Baca Juga: Sistem Gerak pada Manusia dan Fungsinya

Bagaimana bila seseorang ingin melakukan aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya? Orang tersebut perlu menyesuaikan tingkatan dengan kondisi kebugaran dan kesehatan pribadinya lebih dulu. Barulah memasukkan aktivitas tersebut ke dalam rutinitas harian.

Dari penjelasan mengenai tingkatan aktivitas fisik tadi, bisa dipahami bahwa aktivitas untuk tubuh memang sangat penting. Usahakan tubuh selalu bergerak sesuai dengan kemampuan agar bisa lebih menyehatkan. (DNR)