30 Contoh Dasanama dalam Bahasa Jawa beserta Artinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembung dasanama menjadi salah satu materi pokok dalam pelajaran bahasa Jawa di tingkat sekolah dasar. Memahami contoh-contoh dasanama sangat penting untuk memperluas kosakata.
Mengetahui berbagai tembung dasanama juga dapat menghindari pengulangan kata, sehingga menghasilkan kalimat yang lebih menarik. Selain itu, pada saat ujian seringkali terdapat soal-soal yang berakitan dengan tembung dasanama.
Contoh Dasanama
Secara etimologi, dasanama berasal dari kata “dasa” dan “nama”. “Dasa” mengacu pada sepuluh, sedangkan “nama” berati identitas atau nama. Dengan demikian, dasanama bermakna sepuluh nama.
Menurut buku Piwulang Basa Jawi karya Heru Subrata (2022), pengertian dari tembung dasanama adalah kata yang tulisannya berbeda, namun memiliki makna yang sama atau mirip.
Dalam konteks bahasa Indonesia, dasanama dikenal dengan istilah sinonim. Adapun contoh dasanama, antara lain:
Anak = atmaja, putra, siwi, sunu, suta, yoga.
Bapak (Ayah) = rama, yayah, sudarma, sudarmi, bapa.
Dhewe (Sendiri) = piyambak, pribadi, priyangga.
Geni (Api) = agni, brama, dahana, pawaka.
Getih (Darah) = rah, ludira, rudira.
Gunung = wukir, ardi, ancala, arga, giri, meru, parwata, prabata, aldaka.
Ibu = rena, biyang, biyung, indhung, umi, wibi, puyengan, mbok.
Jeneng (Nama) = asma, aran, patrap, jejuluk, tetenger.
Kanca (Teman) = rewang, rowang, kanthi, bala.
Kasmaran = kesengsem, brangta, brangti, gandrung, kayungyun, kandhuhan, kungrungan, mangunkung, wulangun.
Langit = awang-awang, akasa, antariksa, bomantara, dirgantara, gegana, jumantara, tawang, wiyati.
Lara (Sakit) = gerah, gering, agring, roga, sakit.
Mangan (Makan) = nedha, dhahar, boga, bekti, madhang, nadhah.
Mata = mripat, netra, soca, aksi, eksi, paningal.
Mati = seda, palastra, pralaya, lena, antaka, lalis, ngemasi, lampus, layon, mancal donya, puput yuswa.
Omah (Rumah) = griya, dalem, wisma, panti, graha.
Padu (Bertengkar) = crah, congkrah, sulaya, kekerengan, padon.
Pinter (Pintar) = mumpuni, wasis, guna, lebda, impuna, wignya, widigda.
Rambut = rikma, rema, keswa, weni.
Ratu = narendra, nareswara, naradipa, dhatu, pamasa, meswara.
Rembulan (Bulan) = candra, badra, basanta, sasadara, saso, wulan.
Rusak = rabasa, brasta, remak, rempu, rurah.
Sedih = susah, dhuhkita, sungkawa, rimang, wigena.
Seneng (Senang) = bungah, girang, harsana, sengsem, bagya, sukengkapti.
Srengenge (Matahari) = baskara, bagaskara, bagaspati, arka, aruna, diwangkara, raditya, surya.
Turu (Tidur) = tilem, nendra, guling, sare.
Udan (Hujan) = riris, jawah, warsa.
Wadon (Perempuan) = estri, wanodya, dayinta, dyah, gini, rini, puti, kusuma, juwita.
Wicara (Bicara) = ucap, gunem, catur, uni, wicanten.
Wong (Orang) = manungsa, jalma, manus, menus, jana, nara, janma, pawongan.
Demikianlah contoh dasanama yang perlu dihafalkan sebelum ujian. Memahami berbagai tembung dasanama dapat membuat komunikasi lebih efektif, serta turut melestarikan budaya Jawa. (ALF)
Baca juga: 21 Contoh Tembung Camboran Wutuh beserta Artinya
