30 Contoh Padanan Kata dan Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh padanan kata dapat membantu seseorang dalam menghindari pengulangan kata yang sama dalam suatu kalimat. Sehingga kalimat akan terasa tidak membosankan. Namun, tidak semua kata dalam bahasa Indonesia mempunyai padanan kata.
Padananan kata (sinonim) adalah persamaan kata dengan arti sama. Maksudnya, kata yang bersinonim bisa jadi berbeda, tetapi memiliki makna yang serupa. Bisa dikatakan padanan kata merupakan kata yang memiliki kesamaan makna dengan kata lainnya.
Contoh Padanan Kata dan Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia
Padanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai kata-kata yang sama maknanya dalam satu bahasa atau antara dua bahasa. Padanan kata juga disebut sebagai sinonim.
Dalam buku Top Modul: Lolos Tes CPNS, Tim Smart Genesis (2017:78), pengertian sinonim, yaitu bentuk bahasa yang dapat berupa kata atu frasa yang memiliki atau makna yang sama. Sinonim biasa digunakan dalam suatu penulisan wacana atau kalimat untuk memperkaya tulisan agar tidak monoton.
Untuk lebih memahami padanan kata, simak contoh padanan kata dan kalimatnya dalam bahasa Indonesia berikut ini.
1. Pintar = Pandai
Pintar: Kartu Indonesia Pintar (KPI) merupakan terobosan baru yang dibuat pemerintah untuk para siswa Indonesia.
Pandai: Pandai sekali Ana berkata-kata, meskipun semua yang dikatakan adalah kebohongan belaka.
2. Realita = Kenyataan
Realita: Pada realitanya, hidup adalah kerja keras dan perjuangan.
Kenyataan: Kenyataannya manusia hanya perlu menerima segala takdir dari Yang Maha Kuasa.
3. Paras = Wajah
Paras: Semua laki-laki terpesona dengan paras cantik jelita anak kecil itu.
Wajah: Wajah Jesika selalu jadi perhatian banyak orang.
4. Primer = Utama
Primer: Makan adalah salah satu kebutuhan primer.
Utama: Salah satu hal utama yang harus diperhatikan sebelum ke luar negeri adalah kesiapan finansial.
5. Mengguyur = Menyiram
Mengguyur: Hujan mengguyur Solo seharian ini.
Menyiram: Nenek selalu menyiram tanaman setiap sore hari.
6. Target = Sasaran
Target: Setiap pekerja memiliki target pekerjaan yang berbeda.
Sasaran: Sasaran penelitian ini adalah para nelayan.
7. Sandang = Pakaian
Sandang: Sandang dan pangan adalah dua kebutuhan yang tak bisa dilepaskan.
Pakaian: Adik membeli pakaian untuk persiapan lebaran.
8. Hewan = Binatang
Hewan: Ikan paus merupakan salah satu hewan terbesar di dunia.
Binatang: Ikan paus merupakan salah satu binatang terbesar di dunia.
9. Asumsi = Opini
Asumsi: Ucapan Jono hanyalah asumsi belaka.
Opini: Opini masyarakat tentang kemacetan harus diperhatikan pemerintah.
10. Nyaris = Hampir
Nyaris: Adit nyaris saja jatuh dari jembatan tinggi itu.
Hampir: Dina hampir mengiris tangannya dengan pisau karena tidak fokus.
11. Orisinil = Asli
Orisinil: Faktanya tidak ada karya yang benar-benar orisinal tanpa adanya modifikasi atau pengaruh dari luar.
Asli: Karya tersebut adalah asli milik seniman itu.
12. Merambah = Menjangkau
Merambah: Tanaman itu merambah hingga ke dinding.
Menjangkau: Bantuan sulit menjangkau daerah dusun tersebut karena tertimbun longsor.
13. Ayah = Bapak
Ayah: Ayah sedang membaca koran.
Bapak: Bapak bekerja sebagai sopir.
14. Umum = Awam
Umum: Pada umumnya sebuah kesuksesan diraih dengan kerja keras.
Awam: Sosialisasi sangat diperlukan agar masyarakat awam paham dengan program yang dicanangkan pemerintah.
15. Kawasan = Wilayah
Kawasan: Monas berada di kawasan Jakarta Pusat.
Wilayah: Rumah Bupati ada di wilayah timur Palembang.
16. Dampak = Efek
Dampak: Dampak dari perkembangan teknologi adalah kemudahan akses setiap saat.
Efek: Efek samping minum obat itu adalah mengantuk.
17. Matahari = Mentari
Matahari: Andi tetap berlari di bawah teriknya matahari siang itu.
Mentari: Mentari pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.
18. Bisa = Dapat
Bisa: Danang bisa lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun.
Dapat: Polisi mendapatkan bukti atas kasus pembunuhan.
19. Berisik = Gaduh
Berisik: Dilarang berisik saat di perpustakaan.
Gaduh: Kegaduhan itu membuat polisi datang.
20. Asa = Harapan
Asa: Indonesia akhirnya membuka asa untuk tampil pada final Piala Uber tahun ini.
Harapan: Suporter memiliki harapan besar pada tim sepak bola supaya bisa memenangkan pertandingan tersebut.
21. Bohong = Dusta
Bohong: Tono selalu berbohong tentang orang tuanya.
Dusta: Kata-katanya penuh dusta.
22. Bibi = Tante
Bibi: Rumah Bibi ada di sebelah rumahku.
Tante: Tante datang dari Bali kemarin sore.
23. Takaran = Dosis
Takaran: Kue yang dibuat adik sebenarnya bisa mengembang dengan baik jika takaran bahan yang digunakan tepat.
Dosis: Dokter mengingatkan setiap pasiennya agar minum obat yang diberikannya sesuai dengan dosis.
24. Donasi = Bantuan
Donasi: Donasi yang diberikan kepada korban bencana berasal dari komunitas Peduli Rakyat.
Bantuan: Pemerintah memberikan bantuan sembako dan pakaian kepada korban banjir.
25. Dana = Biaya
Dana: Sekolah mendapatkan dana bantuan dari pemerintah.
Biaya: Biaya untuk melangsungkan resepsi di gedung A sekitar 20 juta.
26. Perspektif = Sudut Pandang
Perspektif: Menurut perspektif hukum semua yang dilakukannya telah melanggar hukum.
Sudut Pandang: Berdasarkan sudut pandang pelatih, pemain itu mempunyai potensi yang sangat besar.
27. Laris = Laku
Laris: Tidak dapat dibantah mengapa toko itu laris setiap menjelang akhir tahun.
Laku: Meskipun harganya diturunkan, barang tersebut tetap tidak laku.
28. Realita = Kenyataan
Realita: Realitanya Indonesia masih saja mengimpor beras dari negara tetangga.
Kenyataan: Masyarakat pecinta bola tampak sangat kecewa, melihat kenyataan bahwa Indonesia gagal lolos ke piala dunia.
29. Panduan = Pedoman
Panduan: Kamu pun dapat memasak menu tersebut mengikuti panduan yang ditinggalkan.
Pedoman: Pedoman hidup pemuda itu adalah pesan terakhir dari mendiang ayahnya.
30. Meninggal = Mati
Meninggal: Arina tampak sangat sedih melihat ayahnya meninggal dunia.
Mati: Ingatlah semua manusia pasti akan mati.
Baca juga: 5 Contoh Kata Sinonim yang Sering Digunakan beserta Kalimatnya
Demikian pembahasan 30 contoh padanan kata dan kalimatnya dalam bahasa Indonesia. Adanya padanan kata membuat sebuah kalimat menjadi lebih menarik dan lebih enak diungkapkan. (MRZ)
