30 Kosakata Bahasa Lampung Sehari-hari dan Artinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kosakata bahasa Lampung merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan. Sayangnya, di era globalisasi dan digitalisasi seperti saat ini, generasi muda cenderung lebih tertarik mempelajari bahasa asing.
Belajar bahasa daerah tidak hanya menjadi wujud cinta tanah air, tetapi juga menambah wawasan dan pemahaman akan keragaman budaya. Keragaman bahasa ini adalah sumber kekayaan bangsa Indonesia yang layak dibanggakan dan dijaga keberlangsungannya.
Kosakata Bahasa Lampung dan Artinya
Menurut buku Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia karya Dr Zulyani Hidayah (2015: 206), ahli bahasa bangsa Indonesia menyebut bahasa Lampung dengan behasou Lampung, umung Lampung, atau cewo Lampung. Bahasa ini juga terbagi menjadi dialek Lampung Belalau dan Lampung Abung.
Ada kosakata bahasa Lampung yang diserap ke bahasa Indonesia dan bisa ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring. Selain menjadi alat komunikasi masyarakat lokal, tidak ada salahnya bagi masyarakat luas untuk mengetahui beberapa kata bahasa Lampung beserta artinya.
Acak = mengapa
Ajo = ini
Api = apa
Bak = ayah
Banggan = perjanjian atau perikatan
Bekadu = ungkapan rasa simpati laki-laki terhadap perempuan dengan memberikan sesuatu
Bettoh = lapar
Cawa = bicara
Cenggema = tradisi mengajak pemuda desa untuk gotong royong memanen hasil bumi pertama kali
Cukud calung = pergi bermain
Cumbung = mangkuk
Dabingi = malam
Dacok = bisa
Dawah = siang
Gatak = berani
Gayo = kuat
Gellakh = nama
Habu = istirahat
Happokh = sarapan
Hayu = pagi
Jamma = orang
Kalat = lauk
Lalak = pedas
Mayo = semangat
Maghing = sakit
Mewari = mengangkat seseorang menjadi kerabat
Nugal = tradisi mengajak pemuda desa untuk gotong royong menanam padi pertama kali
Nanda = anak
Nyapah = area pertanian sepanjang tepi sungai yang tidak ditanami pada saat musim hujan karena terendam air atau banjir
Tandang = mengambil sayuran atau lalapan di kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari
Faktanya, bahasa Lampung adalah salah satu cabang dari bahasa Melayu. Tidak seperti bahasa Jawa yang memiliki tingkatan pemakaian, bahasa Lampung lebih sederhana dan menyerupai struktur bahasa Belanda. Perbedaan dalam pemakaian kata cukup dengan mengganti kata ganti orang sesuai dengan lawan bicara, baik itu orang yang lebih tua, sebaya, maupun lebih muda.Mempelajari kosakata bahasa Lampung berarti ikut melestarikan salah satu aset berharga Indonesia. Mengenal dan menggunakan kata-kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal. (ALF)
Baca juga: 5 Contoh Kosakata Emotif pada Bahasa Indonesia
