31 Contoh Tembung Dwilingga dalam Bahasa Jawa Berdasarkan Jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tembung dwilingga dalam bahasa Jawa terdiri dari dua kata yang sama dan diulang. Di mana tembung tersebut mempunyai beberapa jenis. Untuk dapat memahami setiap jenisnya, maka perlu mengetahui contoh tembung dwilingga berdasarkan jenisnya.
Di dalam bahasa bahasa Indonesia tembung tersebut dapat dikenal sebagai kata ulang. Di mana memiliki beberapa fungsi dalam penyusunan kalimat yang utuh. Fungsi tersebut di antaranya, yaitu dapat sebagai kata benda, kata kerja, dan kata sifat.
Pengertian Tembung Dwilingga
Dikutip dari buku Baboning Pepak Bahasa Jawa, Budi Anwari (2020:67), tembung dwilingga adalah tembung lingga karangkep. Artinya yaitu tembung lingga yang dirangkap.
Di mana tembung lingga merupakan kata yang belum berubah dari asalnya, karena belum mendapatkan imbuhan apapun. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada tembung dwilingga memuat dua kata yang dilakukan pengulangan dan memiliki arti yang sama.
Kumpulan Contoh Tembung Dwilingga Berdasarkan Jenisnya
Secara umum tembung dwilingga dapat dibedakan atas beberapa jenis. Di mana setiap jenisnya mempunyai contoh yang berbeda-beda. Untuk lebih memahami mengenai contoh tembung dwilingga setiap jenisnya, berikut penjelasan dari jenis-jenis tembung lingga beserta contohnya.
1. Dwilingga Padha Swara
Dwilingga padha swara merupakan pengulangan kata yang sama atau dua kata dasar yang sama dan diucap sebanyak dua kali. Adapun contoh dari tembung dwilingga padha swara adalah sebagai berikut.
Udan-udan
Rame-rame
Mlaku-mlaku
Bocah-bocah
Abang-abang
Putih-putih
Bapak-bapak
Konco-konco
Mlayu-mlayu
Njoget-njoget
Siji-siji
Omah-omah
Awan-awan
2. Dwilingga Salin Swara
Dwilingga salin swara merupakan pengulangan kata yang kata dasarnya diubah menjadi huruf vokal. Sehingga ketika diucapkan akan berganti suara. Adapun contoh dari tembung dwilingga salin swara adalah sebagai berikut.
Bola-bali
Mloya-mlayu
Gonta-ganti
Mrano-mrene
Bola-bali
Wira-wiri
Thingak-thinguk
Meta-metu
Mepat-mepet
Pontang-panteng
Tokan-takon
Nongas-nangis
Mesam-mesem
3. Dwilingga Semu
Dwilingga semu merupakan pengulangan kata yang murni atau asli. Adapun contoh dari jenis tembung dwilingga semu sebagai berikut.
Ondhe-ondhe
Undur-undur
Kupu-kupu
Athi-athi
Andheng-andheng
Baca Juga: 21 Contoh Tembung Camboran Wutuh beserta Artinya
Demikian contoh tembung dwilingga dalam bahasa Jawa berdasarkan jenis-jenisnya. Dari penjelasan tersebut dapat digunakan referensi belajar siswa dalam memahami materi terkait. Selain itu siswa dapat membedakan setiap jenis dari tembung dwilingga. (PAM)
