Konten dari Pengguna

31 Contoh Tembung Dwilingga dalam Bahasa Jawa Berdasarkan Jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Tembung Dwilingga, foto:pixaby
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Tembung Dwilingga, foto:pixaby

Tembung dwilingga dalam bahasa Jawa terdiri dari dua kata yang sama dan diulang. Di mana tembung tersebut mempunyai beberapa jenis. Untuk dapat memahami setiap jenisnya, maka perlu mengetahui contoh tembung dwilingga berdasarkan jenisnya.

Di dalam bahasa bahasa Indonesia tembung tersebut dapat dikenal sebagai kata ulang. Di mana memiliki beberapa fungsi dalam penyusunan kalimat yang utuh. Fungsi tersebut di antaranya, yaitu dapat sebagai kata benda, kata kerja, dan kata sifat.

Pengertian Tembung Dwilingga

Ilustrasi Contoh Tembung Dwilingga, foto:pixaby

Dikutip dari buku Baboning Pepak Bahasa Jawa, Budi Anwari (2020:67), tembung dwilingga adalah tembung lingga karangkep. Artinya yaitu tembung lingga yang dirangkap.

Di mana tembung lingga merupakan kata yang belum berubah dari asalnya, karena belum mendapatkan imbuhan apapun. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada tembung dwilingga memuat dua kata yang dilakukan pengulangan dan memiliki arti yang sama.

Kumpulan Contoh Tembung Dwilingga Berdasarkan Jenisnya

Ilustrasi Contoh Tembung Dwilingga, foto:pixaby

Secara umum tembung dwilingga dapat dibedakan atas beberapa jenis. Di mana setiap jenisnya mempunyai contoh yang berbeda-beda. Untuk lebih memahami mengenai contoh tembung dwilingga setiap jenisnya, berikut penjelasan dari jenis-jenis tembung lingga beserta contohnya.

1. Dwilingga Padha Swara

Dwilingga padha swara merupakan pengulangan kata yang sama atau dua kata dasar yang sama dan diucap sebanyak dua kali. Adapun contoh dari tembung dwilingga padha swara adalah sebagai berikut.

  1. Udan-udan

  2. Rame-rame

  3. Mlaku-mlaku

  4. Bocah-bocah

  5. Abang-abang

  6. Putih-putih

  7. Bapak-bapak

  8. Konco-konco

  9. Mlayu-mlayu

  10. Njoget-njoget

  11. Siji-siji

  12. Omah-omah

  13. Awan-awan

2. Dwilingga Salin Swara

Dwilingga salin swara merupakan pengulangan kata yang kata dasarnya diubah menjadi huruf vokal. Sehingga ketika diucapkan akan berganti suara. Adapun contoh dari tembung dwilingga salin swara adalah sebagai berikut.

  1. Bola-bali

  2. Mloya-mlayu

  3. Gonta-ganti

  4. Mrano-mrene

  5. Bola-bali

  6. Wira-wiri

  7. Thingak-thinguk

  8. Meta-metu

  9. Mepat-mepet

  10. Pontang-panteng

  11. Tokan-takon

  12. Nongas-nangis

  13. Mesam-mesem

3. Dwilingga Semu

Dwilingga semu merupakan pengulangan kata yang murni atau asli. Adapun contoh dari jenis tembung dwilingga semu sebagai berikut.

  1. Ondhe-ondhe

  2. Undur-undur

  3. Kupu-kupu

  4. Athi-athi

  5. Andheng-andheng

Baca Juga: 21 Contoh Tembung Camboran Wutuh beserta Artinya

Demikian contoh tembung dwilingga dalam bahasa Jawa berdasarkan jenis-jenisnya. Dari penjelasan tersebut dapat digunakan referensi belajar siswa dalam memahami materi terkait. Selain itu siswa dapat membedakan setiap jenis dari tembung dwilingga. (PAM)