4 Ciri-ciri Puisi Rakyat Lengkap dengan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi rakyat termasuk ragam sastra warisan bangsa yang mengandung nilai luhur. Salah satu ciri-ciri puisi rakyat yaitu terikat dengan ketentuan baris, bait dan suku kata.
Jenis puisi rakyat ini disebut juga sebagai puisi lama, yang memang telah ada sejak zaman dahulu. Sehingga dengan memahami puisi rakyat. Dapat dijadikan sebagai sarana untuk menambah wawasan kesusastraan Indonesia.
Ciri-ciri Puisi Rakyat
Berdasarkan buku Antropologi SMA/MA Kls XI (Diknas), Yuni Sare, (2006: 116), puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang susunan frasenya sudah tertentu bentuknya. Biasanya terdiri dari beberapa beberapa deret frase atau kalimat. (Danandjaya, 1991:46).
Ada beberapa ciri-ciri puisi rakyat yang perlu diketahui antara lain:
1. Anonim
Ciri-ciri puisi rakyat yang pertama adalah nama penyairnya yang seringkali tidak diketahui maupun dikenali. Sehingga dapat dikatakan anonim.
2. Sastra Lisan
Puisi rakyat dapat disebut juga sebagai sastra lisan. Hal ini dikarenakan penyampaiannya dari mulut ke mulut.
3. Terikat Aturan
Berbeda dengan puisi baru, pada puisi rakyat memiliki ketentuan terkait jumlah suku kata, baris per bait dan kata per barisnya.
4. Rima
Pada jenis puisi lama terdapat pengulangan bunyi atau rima yang terdapat pada bagian awal maupun akhir barisnya.
Contoh Puisi Rakyat
Setelah mengenal ciri-ciri puisi rakyat. Berikut adalah tiga jenis puisi rakyatnya dan contohnya, meliputi
1. Gurindam
Gurindam merupakan contoh puisi rakyat yang berasal dari India, yang banyak digunakan sebagai norma kehidupan pada masanya. Karena sarat akan norma agama.
Contoh:
Pabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang
Dengan ibu hendaknya hormat
Supaya badan dapat selamat
2. Pantun
Pantun tergolong dalam puisi rakyat yang telah membudaya di masyarakat. Tidak hanya sebagai hiburan, pantun juga dapat dipakai untuk menyampaikan pesan maupun nasihat.
Contoh:
Kalau keladi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta balas
3. Syair
Syair termasuk dalam puisi lama yang berasal dari Arab. Cirinya yaitu bersajak a-a-a-a dan terdiri dari empat baris.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala
Tersebutlah sebuah cerita
Sebuah negeri yang aman sentosa
Dipimpin sang raja nan bijaksana
Baca Juga: Mengenal Ciri-Ciri Puisi Rakyat Lengkap dengan Jenisnya
Demikian pembahasan ciri-ciri puisi rakyat dan contohnya yang dapat digunakan sebagai tambahan informasi dalam memahami puisi lama. (Riyana)
