Konten dari Pengguna

4 Contoh Algoritma Pseudocode dalam Bahasa Pemrograman

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh algoritma pseudocode. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Kevin Ku
zoom-in-whitePerbesar
Contoh algoritma pseudocode. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Kevin Ku

Dalam dunia pemrograman, salah satu cara untuk menyajikan algoritma adalah dengan menggunakan pseudocode, yaitu representasi struktural dan informal dari sebuah program komputer. Ada beberapa contoh algoritma pseudocode yang dapat dicoba.

Beberapa contoh pseudocode ini memberikan gambaran kasar tentang cara kerja suatu algoritma sebelum diimplementasikan dalam bahasa pemrograman yang spesifik. Contoh-contoh ini juga dapat dicoba oleh para pemula yang baru belajar karena terbilang cukup mudah.

Contoh Algoritma Pseudocode dalam Bahasa Pemrograman

Contoh algoritma pseudocode. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Antonio Batinić

Mengutip dari buku Belajar Dasar Algoritma dan Pemograman C++, T. Henny Febriana Harumy, dkk, (2016), skema yang dapat digunakan untuk menyusun suatu algoritma namanya adalah pseudocode. Pseudocode itu sendiri merupakan bentuk informal untuk mendeksripsikan algoritma yang mengikuti struktur bahasa pemrograman tertentu.

Supaya lebih memahaminya, ada beberapa contoh algoritma pseudocode yang dapat digunakan dan dipelajari para pemula. Inilah beberapa di antaranya.

1. Menghitung Luas Lapangan Sepak Bola

program luas_lapangan_sepak_bola;

var

panjang, lebar, luas: integer;

begin

panjang := 100;

lebar := 64;

luas := panjang * lebar;

writeln('Luas lapangan sepak bola: ', luas);

end.

2. Menentukan Bilangan Ganjil atau Genap

program ganjil_genap;

var

bilangan: integer;

begin

writeln('Masukkan bilangan: ');

readln(bilangan);

if (bilangan mod 2 = 0) then

writeln('Genap')

else

writeln('Ganjil');

end.

3. Menghitung Mundur

program hitung_mundur;

var

bilangan: integer;

begin

for bilangan := 5 downto 1 do

writeln(bilangan);

end.

4. Menghitung Luas Segitiga

program hitung_luas_segitiga;

var

luas, alas, tinggi: integer;

begin

alas := 25;

tinggi := 30;

luas := (1/2) * alas * tinggi;

writeln('Luas segitiga: ', luas);

end.

5. Menghitung Luas Lingkaran

program hitung_luas_lingkaran;

var

phi: real;

r, luas: integer;

begin

phi := 22/7;

write('Masukkan nilai jari-jari lingkaran: ');

readln(r);

luas := round(phi * r * r);

writeln('Luas lingkaran adalah: ', luas);

end.

Baca juga: Mengenal Pemrograman Prosedural dan Contohnya

Pada beberapa contoh algoritma pseudocode yang ada di atas, mengilustrasikan penggunaan sebuah kode dalam bahasa pemrograman. Setiap algoritma menunjukkan cara kerja yang terstruktur dalam menyelesaikan suatu masalahnya sendiri. (ARR)