4 Contoh Bacaan Gharib dalam Al Qur’an

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan gharib merupakan salah satu bagian dari hukum tajwid yang terdapat dalam Al-Qur’an. Hal ini perlu dicermati agar pembaca dapat melafalkan ayat sesuai dengan aturan bacaan yang tepat. Oleh karena itu, pentingbagi umat muslim utnuk mengetahui contoh bacaan gharib dalam Al-Qur'an.
Pada Al-Qur’an, bacaan gharib dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Adapun bentuk tersebut antara lain imalah, isymam, tashil, naql, dan mad.
Contoh Bacaan Gharib dalam Al-Qur’an
Menurut buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, H. Aminudin, dkk, (2021: 68), menurut bahasa, gharib berasal dari kata garaba yang artinya asing. Sedangkan menurut istilah, hukum bacaan gharib dapat diartikan sebagai bacaan yang tidak biasa di dalam Al-Qur’an karena samar, baik dari segi huruf, lafal, maupun maknanya.
Lantaran bacaan gharib itu asing dan tidak biasa, maka dikhawatirkan saat membacakan ayat kitab suci terjadi kesalahan. Oleh karenanya, hukum bacaan gharib sangat penting untuk dipelajari sebagai bentuk adab dan sarana untuk mendalami bacaan Al-Qur’an.
Agar lebih memahami terkait dengan hal tersebut, di bawah ini terdapat contoh bacaan gharib yang dapat diketahui berdasarkan buku Al Qur'an Hadis Madrasah Tsanawiah/ SMP Kelas 9, Drs. Abd. Wadud, (hal.52).
1. Imalah
Imalah artinya adalah mencondongkan bacaan harakat fatah pada harakat kasrah sekitar dua pertiganya.
Contoh:
QS. (Hud: 41)
وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Wa qalarkabū fihā bismillāhi majrēhä wa mursāhā, inna rabbi lagafurur rahim.
Cara membacanya dibaca majrëhä
مَجْرٰ۪ىهَا
2. Isymam
Isymam dimaksudkan, yaitu mengisyaratkan harakat damah sebentar setelah sukun, yang dilakukan dengan memancungkan bibir sebagai tanda bunyi damah.
Contoh:
QS. (Yusuf: 11)
لَا تَأْمَنَّا
3. Tashil
Pengertian tashil adalah meringankan huruf hamzah yang berurutan (hamzah yang kedua). Cara melafalkannya, yaitu dibaca setengah antara hamzah dan alif tanpa dibaca panjang.
Contoh:
QS. (Fussilat: 44)
ءَا۬عْجَمِىٌّ
4. Naql
Naql yaitu memindahkan harakat kasrah ke huruf setelahnya atau hamzah ke huruf sebelumnya.
Contoh:
QS. (Al-Hujurat: 11)
بِئْسَ ٱلِٱسْمُ
Baca Juga: 3 Pengertian dan Contoh Qolqolah Sugro
Itu tadi beberapa contoh bacaan gharib dalam Al-Qur’an. Dengan pembahasan di atas diharapkan dapat menambah pemahaman pembaca tentang dasar-dasar ilmu tajwid. Semoga membantu. (Riyana)
