Konten dari Pengguna

4 Contoh Hewan Ekolokasi dan Ciri-ciri Khususnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh hewan ekolokasi - Sumber: ixabay.com/pixel-mixer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh hewan ekolokasi - Sumber: ixabay.com/pixel-mixer

Ada beberapa contoh hewan ekolokasi yang bisa dengan mudah ditemui dalam suatu ekosistem. Salah satu ciri utama dari hewan ekolokasi adalah kemampuannya untuk memantulkan bunyi. Selain itu, biasanya dimiliki oleh hewan yang pencahayaannya kurang.

Artinya, kemampuan ekolokasi memang cenderung dimiliki oleh hewan-hewan yang tidak mengandalkan mata untuk mencari makanannya. Sistem ekolokasilah yang mereka andalkan dalam hal ini.

Apa Saja Contoh Hewan Ekolokasi?

Ilustrasi contoh hewan ekolokasi - Sumber: pixabay.com/pexels

Berdasarkan buku Tematik Tema 2: Persatuan dalam Perbedaan untuk kelas 6 SD/MI, Sandy Hermawan, S.T., (2021), ekolokasi adalah kemampuan hewan untuk menggunakan suara yang dipancarkan dan dipantulkan. Fungsinya untuk menavigasi, mendeteksi mangsa, atau berkomunikasi dengan sesama mereka.

Istilah ekolokasi pertama kali diperkenalkan oleh Donald Griffin, yang berkolaborasi dengan Robert Galambos pada 1938. Saat itu, mereka menjalankan penelitian yang mengungkap kemampuan ekolokasi pada kelelawar.

Inilah beberapa contoh hewan ekolokasi yang mengandalkan kemampuan tersebut untuk hidup.

1. Kelelawar

Kelelawar adalah contoh hewan yang paling terkenal dan terampil dalam menggunakan ekolokasi. Mereka mengeluarkan serangkaian suara ultrasonik yang kemudian dipantulkan dari objek di sekitarnya. Dengan begitu, kelelawar dapat mendeteksi mangsa dan menghindari rintangan saat terbang.

2. Lumba-Lumba

Lumba-lumba dan kerabat dekatnya, paus, juga menggunakan ekolokasi. Mereka menghasilkan suara tinggi yang terpantul dari objek di air. Inilah yang dapat membantu mereka menemukan mangsa dan berkomunikasi dengan anggota kelompok.

3. Piramida Pipa (Caelifera)

Hewan ini adalah spesies serangga tertentu yang menggunakan ekolokasi untuk berkomunikasi. Mereka biasanya menghasilkan suara berderit dengan cara menggosokkan kaki mereka bersama-sama untuk menarik perhatian sesama piramida pipa.

4. Cekakak dan Burung Karbu

Beberapa jenis burung, seperti cekakak dan burung karbu, biasanya menggunakan ekolokasi untuk menemukan mangsa di malam hari. Mereka mampu menghasilkan suara tinggi yang dapat membantu mereka menentukan posisi dan jarak mangsa potensial.

Ciri-Ciri Khusus Hewan Ekolokasi

Ilustrasi contoh hewan ekolokasi - Sumber: pixabay.com/morchfoto

Tadi disebutkan bahwa hewan ekolokasi biasanya memiliki ciri khusus. Salah satunya adalah tidak mengandalkan mata atau pengliatan untuk mendapatkan makanan. Beberapa ciri lainnya adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki organ pendengaran yang sangat sensitif, yang memudahkan mereka untuk mendengarkan suara-suara rendah atau frekuensi tinggi.

  2. Mampu menghasilkan suara yang khusus dan berbeda dari suara umum mereka. Suara ini sering kali diproduksi dalam saluran suara tertentu, seperti laring atau rongga mulut.

  3. Memiliki otak yang sangat baik dalam memproses dan menginterpretasikan informasi dari suara.

Baca Juga: 5 Ciri Khusus Kelelawar yang Mudah Dikenali

Kesimpulannya, hewan yang memiliki kemampuan ekolokasi dapat menghasilkan suara dan mendengarkan pantulan suara. Suara tersebut adalah yang dipantulkan oleh objek di sekitar mereka.

Beberapa contoh hewan ekolokasi menggunakan informasi dari pantulan suara tersebut untuk mengidentifikasi lokasi objek tersebut. Selain itu, ekolokasi juga digunakan oleh mereka sebagai alat navigasi saat berburu mangsa. (DNR)