Konten dari Pengguna

4 Contoh Jamur Deuteromycota dan Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Jamur Deuteromycota. Sumber: Pexels/Magda Ehlers
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Jamur Deuteromycota. Sumber: Pexels/Magda Ehlers

Terdapat banyak jenis jamur salah satunya Deuteromycota. Malasezia furfur adalah salah satu contoh jamur Deuteromycota. Sebagian besar jamur ini banyak menimbulkan penyakit atau kerugian pada manusia dan makhluk hidup.

Belum banyak orang yang mengetahui bahwa jamur bukan jenis tumbuhan melainkan masuk dalam kategori kingdom fungi. Hal ini dikarenakan jamur tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) dan tidak dapat berfotosintesis.

Contoh Jamur Deuteromycota

Ilustrasi Contoh Jamur Deuteromycota. Sumber: Pexels/Snejina NIkolova

Sebelum mempelajari contoh, sebaiknya mengetahui pengertian dari jamur Deuteromycota terlebih dahulu. Menurut buku Buku Siswa Biologi SMA/MA Kelas 10, Nanik Yuniastuti, S.Pd.Si. , Drs. A. Edy Krismanto, M.Pd. (2021), Deueromycota merupakan kelompok jamur yang reproduksi seksualnya belum diketahui, jadi dapat disebut sebagai jamur tidak sempurna.

Berikut adalah beberapa contoh jamur Deuteromycota yang penting untuk diketahui.

1. Helminthisporium oryzae

Jamur Helminthisporium oryzae ini menyebabkan rusaknya kecambah, menyerang buah, dan menimbulkan noda hitam pada daun.

Menyerang tanaman dan dapat menyebabkan kematian 10-58% bibit. Penyakit ini juga dapat mempengaruhi kualitas dan jumlah biji.

2. Malasezia furfur

Malasezia furfur adalah jamur yang ada dipermukaan kulit manusia sebagai patogen oportunistik. Penyakit yang disebabkan antara lain panu, dermatitis seboroik.

Bentuknya koloni mirip bakteri berwarna putih hingga putih kekuningan kemudian menjadi kusam dan berwarna krem.

3. Epidermophyton floocosum

Jamur ini memiliki ciri-ciri dinding selnya tersusun atas zat kitin, multiseluler, dan hifa bersekat. Epidermophyton floocosum menyebabkan penyakit paling sering ditemui yaitu tinea pedis atau kutu air, tinea cruris, tinea corporis dan onikomikosis.

4. Thycophyton tonsurans

Contoh jamur Deuteromycota selanjutnya adalah Thycophyton tonsurans. Biasanya menyebabkan infeksi pada kulit kepala atau bahkan pada kuku yang gundul.

Ciri khususnya berbentuk plak kecil, bersisik, berdiameter 1-2 cm, tidak memiliki bagian tengah yang bersih.

Adapun beberapa ciri-ciri jamur Deuteromycota yang membedakannya dengan jenis jamur lain yaitu.

  • Hidup sebagai parasit.

  • Reproduksi aseksual membentuk konidiaspora.

  • Hifa bersekat dengan dinding sel dari zat kitin.

Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Jamur yang Bisa Dikonsumsi

Semua contoh jamur Deuteromycota yang dijabarkan termasuk dalam jamur yang merugikan manusia dan makhluk hidup. Mulai dari penyakit tanaman, hingga penyakit kulit. Mereka hidup menjadi parasit. (DVA)