4 Contoh Lumut Daun beserta Ciri-Cirinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lumut daun merupakan tumbuhan yang termasuk dalam divisi Bryophyta sensu stricto atau Musci. Contoh lumut daun yang terkenal adalah lumut gambut (Sphagnum sp). Lumut ini banyak ditemukan di rawa-rawa, batang pohon, batu cadas, dan di antara rerumputan.
Lumut daun (Bryopsida) merupakan kelas terbesar dari lumut yang terdiri dari 95% semua spesies lumut. Lumut daun yang menghampar luas mampu menahan air lebih lama dan dalam jumlah yang cukup.
Ciri-ciri Lumut Daun
Lumut daun sering tumbuh di tempat yang basah, namun ada juga yang tumbuh di tempat kering. Di tempat kering lumut membentuk badan-badan yang berupa bantalan, sedangkan pada tempat lembab lumut akan membentuk lapisan-lapisan.
Dalam buku Rangkuman Rahasia Biologi SMA oleh Ria Khoerunnisa S.Pd (2015:8) lumut daun memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Gametofit tumbuh tegak atau merayap.
Berkembang dari protonema.
Mempunyai daun, batang, dan akar rizhoid multiseluler.
Daun hanya terdiri dari satu lapis sel dengan rusuk tengah tersusun spiral atau melingkari batang.
Arkegonium membentuk kalipra yang menempel di atas kapsul.
Contoh Lumut Daun
Dalam buku BIOLOGI : - Jilid 1 oleh Diah Aryulina, Dkk (2004:171) lumut daun disebut sebagai lumut sejati. Lumut ini hidup berkelompok membentuk hamparan tebal seperti beludru. Contoh lumut daun adalah Polytrichum dan Spaghnum. Simak penjelasan berikut ini.
1. Polytrichum Communae
Polytrichum communae adalah salah satu lumut terbesar di Afrika bagian selatan dan dapat tumbuh hingga setinggi 25 cm. Daun yang kaku dan sempit disusun secara spiral pada sudut kanan batang, membuat tanaman ini tampak seperti bintang jika dilihat dari atas.
Tumbuhan Polytrichum communae membentuk rerumputan yang longgar hingga padat. Batang biasanya tidak bercabang, tinggi 2-25 cm, kaku, tegak atau telentang (berbaring dengan ujung menanjak).
2. Sphagnum
Sphagnum umumnya disebut sebagai lumut gambut atau lumut rawa karena signifikansi ekologisnya dalam pembuatan gambut dan rawa. Adapun ciri-ciri Sphagnum yaitu:
Tidak adanya rizoid terlihat jelas pada daun gametofor dewasa.
Jumbai cabang muncul dari ketiak setiap daun ke empat.
Tidak ada tulang rusuk tengah pada daun.
Batang dan daun memiliki pola dan struktur yang khas. Korteks pada batang tua lunak dan daun berlapis tunggal terdiri dari dua jenis sel termasuk sel hialin besar dan sel fotosintetik hijau kecil.
Kehadiran sel retort hialin.
Sphagnum digunakan dalam industri bunga sebagai tanaman hias. Saat menangani sphagnum, disarankan untuk menggunakan sarung tangan karena mengandung beberapa spora jamur, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang terkait dengan kuku jari.
3. Pogonatum Cirrhatum
Pogonatum cirrhatum merupakan tumbuhan lumut yang tumbuh tegak, terdiri atas batang, daun yang tebalnya satu lapis sel dan umumnya berurat daun tengah, rhizoidnya bercabang dan bersepta.
Lumut ini merupakan tumbuhan darat yang memiliki habitat pada daerah yang lembab dan biasanya melekat pada bebatuan, pepohonan, bahkan pada daerah yang cadas.
Pogonatum cirrhatum merupakan jenis lumut yang berperan dalam kehidupan, karena lumut ini dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas. Umumnya jenis lumut ini, reproduksinya mengalami fase sporofit dan gametofit.
4. Andreaea Rupestris
Andreaea rupestris adalah spesies lumut dalam kelas Andreaeopsida, biasanya disebut sebagai "lumut lentera" karena penampakan sporangianya yang telah terkelupas. Lumut ini biasanya ditemukan pada batuan yang halus, asam, dan terbuka di belahan bumi utara.
Andreaea rupestris berwarna gelap, bervariasi dari merah tua atau coklat atau hijau hingga hitam tergantung pada tahap hidupnya. Dalam kondisi lembab, daun mungkin berbentuk falcate-secund (melengkung ke satu sisi) namun hal ini tidak selalu berlaku.
Baca juga: 4 Contoh Organisme Bersel Satu beserta Ciri-cirinya
Demikian ulasan mengenai 4 contoh lumut daun beserta ciri-cirinya. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan pembaca. (MRZ)
