Konten dari Pengguna

4 Contoh Majas Hiperbola dalam Puisi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh majas hiperbola dalam puisi. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh majas hiperbola dalam puisi. Sumber: www.unsplash.com

Ada sejumlah majas yang biasa digunakan dalam penulisan puisi, salah satunya majas hiperbola. Contoh majas hiperbola dalam puisi menggambarkan sesuatu secara berlebihan dan menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Mengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi (2008:81), majas hiperbola merupakan salah satu bagian dari jenis majas pertentangan. Tujuan menggunakan majas hiperbola adalah untuk mendapaykan perhatian lebih seksama dari pembaca.

Contoh Majas Hiperbola dalam Puisi karya Para Penyair Besar

Ilustrasi contoh majas hiperbola dalam puisi. Sumber: www.unsplash.com

Majas hiperbola adalah bentuk figuratif yang sering digunakan dalam puisi, prosa, retorika, dan bahasa sehari-hari untuk menekankan atau membesar-besarkan karakteristik atau situasi.

Majas ini akan melebih-lebihkan apa pun yang sebenarnya ingin dituju atau dimaksudkan, baik jumlah, ukuran atau sifat-sifatnya.

Apabila ingin membuat puisi dengan majas ini, bisa dicermati beberapa contoh majas hiperbola dalam puisi karya empat penyair besar yang sangat terkenal di bawah ini.

1. Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran

Mempesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Yang jatuh cinta padamu

Majas hiperbola: “Mataku jadi pencuri senyummu” dan “Yang menghantam jantungku”.

2. Doa karya Chairil Anwar

Tuhanku Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintumu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

Majas hiperbola: “Aku hilang bentuk, remuk”

3. Dalam Diriku karya Sapardi Djoko Damono

Dalam diriku mengalir sungai panjang

Darah namanya;

Dalam diriku menggenang telaga darah

Sukma namanya;

Dalam diriku meriak gelombang sukma

Hidup namanya!

Dan karena hidup itu indah

Aku menangis sepuas-puasnya.

Majas hiperbola: “Dalam diriku mengalir sungai panjang”, “Dalam diriku menggenang telaga darah” dan “Dalam diriku meriak gelombang sukma”.

4. Ambulans karya Joko Pinurbo

Negara

meraung-raung

menjemput

warganya

yang terlantar

dan terlambat

ia selamatkan.

Majas hiperbola: “Negara meraung-raung”

Baca juga: 4 Contoh Puisi Modern Singkat beserta Jenis dan Cirinya

Contoh majas hiperbola dalam puisi ini merupakan salah satu karya sastra yang sudah umum menggunakan majas ini. Tentunya, majas hiperbola dapat digunakan dan ditempatkan pada medium penulisan apa pun sesuai dengan pemahaman dan tujuannya.

Yang pasti, penulis harus memahami dulu makna dari semua jenis majas sebelum mulai menyusun menjadi sebuah kalimat.(VAN)