4 Contoh Majas Hiperbola dalam Puisi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada sejumlah majas yang biasa digunakan dalam penulisan puisi, salah satunya majas hiperbola. Contoh majas hiperbola dalam puisi menggambarkan sesuatu secara berlebihan dan menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Mengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi (2008:81), majas hiperbola merupakan salah satu bagian dari jenis majas pertentangan. Tujuan menggunakan majas hiperbola adalah untuk mendapaykan perhatian lebih seksama dari pembaca.
Contoh Majas Hiperbola dalam Puisi karya Para Penyair Besar
Majas hiperbola adalah bentuk figuratif yang sering digunakan dalam puisi, prosa, retorika, dan bahasa sehari-hari untuk menekankan atau membesar-besarkan karakteristik atau situasi.
Majas ini akan melebih-lebihkan apa pun yang sebenarnya ingin dituju atau dimaksudkan, baik jumlah, ukuran atau sifat-sifatnya.
Apabila ingin membuat puisi dengan majas ini, bisa dicermati beberapa contoh majas hiperbola dalam puisi karya empat penyair besar yang sangat terkenal di bawah ini.
1. Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran
Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu
Majas hiperbola: “Mataku jadi pencuri senyummu” dan “Yang menghantam jantungku”.
2. Doa karya Chairil Anwar
Tuhanku Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintumu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Majas hiperbola: “Aku hilang bentuk, remuk”
3. Dalam Diriku karya Sapardi Djoko Damono
Dalam diriku mengalir sungai panjang
Darah namanya;
Dalam diriku menggenang telaga darah
Sukma namanya;
Dalam diriku meriak gelombang sukma
Hidup namanya!
Dan karena hidup itu indah
Aku menangis sepuas-puasnya.
Majas hiperbola: “Dalam diriku mengalir sungai panjang”, “Dalam diriku menggenang telaga darah” dan “Dalam diriku meriak gelombang sukma”.
4. Ambulans karya Joko Pinurbo
Negara
meraung-raung
menjemput
warganya
yang terlantar
dan terlambat
ia selamatkan.
Majas hiperbola: “Negara meraung-raung”
Baca juga: 4 Contoh Puisi Modern Singkat beserta Jenis dan Cirinya
Contoh majas hiperbola dalam puisi ini merupakan salah satu karya sastra yang sudah umum menggunakan majas ini. Tentunya, majas hiperbola dapat digunakan dan ditempatkan pada medium penulisan apa pun sesuai dengan pemahaman dan tujuannya.
Yang pasti, penulis harus memahami dulu makna dari semua jenis majas sebelum mulai menyusun menjadi sebuah kalimat.(VAN)
