4 Contoh Proposal Usaha dan Urutan Kerangkanya sebagai Referensi

Ragam Info
·waktu baca 15 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bentuk perencanaan yang penting dalam mengawali sebuah bisnis yaitu membuat proposal usaha. Bagi yang masih bingung dalam membuatnya, contoh proposal usaha bisa dijadikan panduan.
Proposal usaha umumnya dibuat untuk meyakinkan pihak lain (investor, mitra, atau pihak berkepentingan lainnya) untuk mendukung usaha tersebut. Proposal menyajikan informasi secara detail dan sistematis tentang bisnis yang dirancang.
Contoh Proposal Usaha sebagai Referensi dalam Pembuatannya
Dikutip dalam buku Inovasi dan Kewirausahaan oleh Wuryan Andayani, dkk (2022:47) proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang berisikan rencana usaha mulai dari pendanaan, perlengkapan, yang dibutuhkan, penjualan, sampai dengan proyeksi keuntungan yang mungkin bisa diperoleh dari usaha tersebut.
Dari pada bingung dalam membuat proposal jenis ini. Simak contoh proposal usaha berikut ini yang bisa dijadikan ide dalam menyusun proposal usaha untuk keperluan pribadi atau sekedar tugas sekolah.
Contoh 1. Proposal Usaha Ikan Lele
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permintaan konsumen terhadap ikan lele terus meningkat di berbagai daerah, menjadikan budi daya ikan konsumsi ini sangat potensial dan memiliki prospek pengembangan yang baik. Namun, agar hasilnya optimal, budi daya perlu dilakukan secara intensif dan profesional.
Kami sebagai pembudi daya sangat berharap adanya bantuan dana penguatan modal dalam usaha ini. Desa masyarakat, dan pihak-pihak yang berkompeten diharapkan memberi bantuan kepada kami sehingga bisa mengembangkan usaha yang kami rencanakan ini.
B. Tujuan
Maksud dan tujuan dari pengajuan proposal ini adalah untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengajuan dana pengembangan usaha. Sangat disayangkan jika peluang usaha yang ada tidak dioptimalkan karena kurangnya modal.
C. Prospek
Budi daya ikan lele memiliki prospek yang cukup baik. Dibuktikan dengan permintaan konsumen atas ikan lele yang semakin meningkat di sejumlah daerah.
BAB II
ACUAN TEKNIS USAHA
A. Persyaratan Lokasi
1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat.
2. Lahan yang digunakan untuk budi daya lele berupa sawah atau kolam.
3. Lokasi pembuatan kolam dekat dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya, dan lain sebagainya.
B. Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan dan pembesaran meliputi pemupukan, pemberian pakan, proses pembuatan pellet, cara pemberian pakan, pemberian vaksinasi, dan pemeliharaan kolam atau tambak.
C. Panen
Beberpa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan yaitu:
1. Lele dipanen pada umur 6-8 bulan dengan berat rata-rata 200 gram per ekor.
2. Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4 bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya.
3. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu kepanasan, dan lainnya.
D. Pembersihan
Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:
1. Menyiramkan larutan kapur sebanyak 20-200 gram per meter kubik pada dinding kolam sampai rata.
2. Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% dengan cara yang sama, dan lainnya.
BAB III
RANCANGAN USAHA
A. Lokasi Usaha
Lokasi usaha bertempat di RT 5 RW 15 Dusun Ngangkruk, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
B. Sarana dan Prasarana
1. Jaring 1 buah
2. Bak 5 buah
3. Gayung 5 buah
4. Selang, dan lainnya
C. Manajemen
1. SDM
Tenega kerja terdiri atas saya selaku pemilik lokasi dan dua orang penduduk sekitar sesuai dengan fungsi dan tugasnya.
2. Manajemen
D. Permodalan
Modal terdiri atas modal sendiri dan sebagian dari pinjaman yang akan dikembalikan dengan cara kredit.
E. Pemasaran
Pemilihan pasar dilakukan terlebih dahulu survei pasar guna melihat potensi pasar dan keinginan konsumen serta pengambilan dan pengumpulan data terus-menerus yang bersifat ringan hingga berat.
F. Upah Karyawan
Upah karyawan akan disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaannya.
BAB IV
PRODUKSI DAN ORGANISASI
A. Analisis Produksi
Analisis produksi meliputi produk dan proses produksi.
B. Aspek Organisasi
Aspek organisasi terdiri dari informasi umum perusahaan yang didirikan dan bagan atau struktur organisasi manajemen.
BAB V
ANGGARAN BIAYA
A. Biaya Produksi
Biaya produksi meliputi biaya lahan, bibit, pakan, peralatan, dan biaya lain-lain.
B. Pendapatan
Biaya pendapatan dihasilakn dari jumlah produksi lele konsumsi per ekor dikali dengan harga jual.
C. Keuntungan
Keuntungan didapatkan dari jumlah pendapatan dikurangi total biaya.
BAB VI
PENUTUP
Demikian proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini bisa diterima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Segala saran dan kritik yang membangun sangatlah saya harapkan dari semua pihak, karena saya menyadari bahan atau proposal ini masih jauh dari kata sempurna.
Contoh 2. Usaha Susu Kedelai “Soyaku”
BAB I
LATAR BELAKANG
Usaha susu kedela memiliki prospek cerah. Ini karena, permintaan dari hari ke hari yang semakin meningkat, sehingga kami yakin usaha ini akan terus berkembang jika kami mampu memenuhi pesanan dari pelanggan.
Prioritas kebutuhan kami saat ini adalah untuk membeli mesin penggiling dan pemeras kedelai. Adapun harga satuannya adalah Rp4.000.000. Mesin ini sudah disertai saringan dan mudah dioperasikan sehingga membuat pekerjaan dasar makin efisien.
BAB II
ANALISIS PERMINTAAN-PENAWARAN
DAN PERSAINGAN USAHA
Menurut pengamatan dan survei yang kami lakukan di target berjualan, kami mendapatkan data yaitu:
1. Terdapat 6 warung kelontong, 5 warung makan, dan 10 kos-kosan yang hanya berjarak kurang dari 500 m menjadi pelanggan potensial susu kedelai karena belum ada kompetitor.
2. Pendapatan rata-rata per kepala keluarga dan anak kos perbulannya yaitu Rp2.500.000, dan lain sebagainya.
BAB III
ANALISIS SWOT
Selain data permintaan dan penawaran, kami juga telah melakukan analisis SWOT untuk susu kedelai buatan kami yaitu sebagai berikut.
A. Strenght (Kekuatan)
1. Harga jual susu kedelai buatan kami lebih murah Rp500 per bungkusnya dari kompetitor yang bermain di luar area.
2. Belum ada kompetitor penjual susu kedelai (sejenis).
3. Susu kedelai buatan kami dibuat dalam 3 rasa yaitu melon, original, dan cocopandan sehingga bisa pas dilidah semua kalangan.
B. Weakness (Kelemahan)
Susu kedelai murni tanpa pengawet paling aman dikonsumsi dalam waktu 2x24 jam. Susu kedelai yang tidak terjual selama jangka waktu tersebut akan menjadi pengurangan pendapatan.
C. Oportunity (Kesempatan)
1. Dengan kapasitas produksi hanya 12 gelas per hari, jika sebulan menjadi 12x30= 360 kemasan. Hanya memenuhi kurang lebih 4,5% dari potensi pasar.
2. Masih ada sekitar 3 proyek finishing pembangunan kos-kosan di daerah kami. Dengan semakin bertambahnya kos-kosan bisa meningkatkan potensi penjualan.
D. Thread (Ancaman)
1. Akan ada penjual susu kedelai lain di lingkungan kami.
2. Akan ada penambahan penjual minuman jenis lainnya seperti jus dilingkungan kami.
3. Akan ada kemasan susu kedalai yang lebih praktis dan harganya lebih murah.
BAB IV
RENCANA KEUANGAN
ANALISIS MODAL USAHA PEMBUATAN SUSU KEDELAI
(Menghasilkan 12 gelas/hari)
Modal
Baskom plastik Rp25.000
Dandang untuk merebus kedelai Rp50.000 +
Rp75.000
Bahan Baku Utama Per Hari
1.5 gelas (400 gr) kedelai Rp7.000/kg Rp2.800
6 lbr daun pandan Rp300
3 bks vanilli Rp2.000
3 sdm gula pasir Rp400
1.5 sdm garam Rp200
1.5 sdm tepung maizena Rp400
12 gelas air
(4 gelas untuk merendam kedelai,
sisanya untuk merebus) Rp1.000 +
Rp7.100
Bahan Pendukung dan Biaya Operasional Per Hari
Bahan bakar elpiji 3 kg, 1/10 x @Rp13.000 Rp1.300
Biaya kemasan + labelling @Rp75 x 12 Rp900
Transportasi Rp3.000
Tenaga kerja Rp3.000
Telepon Rp4.000 +
Rp12.200
Total Biaya Produksi Per Bulan
Rp19.300 x 30= Rp579.000
Pendapatan Per Bulan
360 kemasan @ 240 ml x Rp2.000= Rp720.000
Keuntungan Per Bulan
Rp700.000 - Rp579.000= Rp121.000
Balik Modal Kurang dari 1 Bulan
Seandainya ada mesin giling dan menghasilkan produksi 5 kali lipat
ANALISIS MODAL USAHA PEMBUATAN SUSU KEDELAI
Modal
Baskom plastik Rp25.000
Dandang untuk merebus kedelai Rp50.000
Inventaris mesin Rp4.000.000 +
Rp4.075.000
Bahan Baku Utama Per Hari
2 kg kedelai Rp7.000/kg Rp14.000
30 lbr daun pandan Rp1.000
15 bks vanili Rp10.000
180 gr gula pasir (15 sdm) Rp2.000
75 gr garam (7.5 sdm) Rp800
75 gr tepung maizena (7.5 sdm) Rp1.400
7.5 It air
(2.5 It untuk merendam kedelai,
sisanya untuk merebus) Rp4.000 +
Rp33.200
Bahan Pendukung dan Biaya Operasional Per Hari
Bahan bakar elpiji 3 kg, 1/2 x @ Rp13.000 Rp6.500
Biaya kemasan + labelling @ Rp75 x 60 Rp4.500
Transportasi Rp10.000
Tenaga kerja Rp7.000
Telepon Rp10.000 +
Rp38.000
Total Biaya Produksi Per Bulan
Rp71.200 x 30 = Rp2.136.000
Pendapatan Per Bulan
1800 kemasan @240 ml x Rp2.000= Rp3.600.000
Keuntungan Per Bulan
Rp3.600.000 - Rp2.136.000= Rp1.464.000
Biaya mencicil kredit Rp500.000
Biaya penyusutan alat 1/1000 x 4.000.000 Rp4.000
Sisa barang 2% x 2.136.000 Rp72.000 -
Keuntungan Bersih Per Bulan Selama 8 bulan
Rp888.000
Balik Modal 8 bulan
BAB V
PENUTUP
Susu kedelai mulai banyak dilirik sebagai bagian dari masyarakat yang sa- dar hidup sehat dan sebagai pengganti susu sapi yang terlebih dahulu sudah beredar di pasar. Kandungan zat aktif dari susu kedelai (fitoestrogen) dan proteinnya seperti penjelasan terdahulu sangat berguna.
Melalui proposal ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan kredit sebesar Rp10.000.000. Dana ini akan kami gunakan untuk: a. Pembelian Mesin Giling-Peras Kedelai (Soybean Processing Equipment)
b. Sebagai penambahan kapasitas biaya pembelian bahan baku, promosi, serta pembangunan usaha ke luar area.
Demikian proposal ini kami buat, besar harapan kami agar pengajuan ini bisa disetujui. Atas perhatian anda, kami ucapakan terima kasih
Yogyakarta, 24 Maret 2010
Ibu Anne, pemilik
Contoh 3. Proposal Usaha "Peyekin Yuk"
ВАВ І PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
"Peyekin Yuk" merupakan salah satu produk makanan ringan yang banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai anda bersama rekan dan keluarga.
Sejatinya, produk Peyek bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun dengan menambahkan sedikit inovasi, kini Peyek tersebut banyak dicari konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan untung besar bagi pelakunya.
B. Visi dan Misi Usaha
Visi: Menjadi cemilan dengan omset tinggi dan bisa diperjual belikan di berbagai tempat usahan F&B.
Misi : Memberikan kenikmatan rasa yang gurih dan berkualitas tinggi dengan selalu memberikan inovasi terhadap varian topping dan kemudahan untuk membeli nya.
BAB II GAMBARAN UMUM DAN RENCANA USAHA
A. Analasis Produk
Peyekin Yuk ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain:
1. Variant rasa yang berbeda dari produk sejenis di pasaran
2. Aman untuk di konsumsi karena tanpa ada bahan pengawet nya
3. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau
4. Proses produksinya higienis
5. Kemasan yang unik
Nikmatnya peyek kacang tanah juga memberikan berbagai manfaat yang baik untuk dikonsumsi tubuh kita. Adapun manfaatnya yaitu:
1. Membantu produksi haemoglobin
2. Mengatasi dan meminimalkan terjadinya anemia
3. Mencegah penyakit stroke, dan lainnya
B. Analasis Usaha (Analisis SWOT)
Membuat perencanaan strategi bisnis yang terdiri dari 4 aspek
yaitu:
1. Streght (Kekuatan produk)
a) Rasanya enak dan memiliki cita rasa yang gurih.
b) Harganya cukup murah dan terjangkau sesuai dengan merk masyarakat indonesia.
c) Produk yang dihasilkan berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan gizi.
2. Weakness (Kelemahan produk)
a) Peyek tidak bisa tahan lebih dari 1 minggu.
b) Peyek mudah hancur jika kemasan nya tidak baik,
3. Opportunity (Kesempatan/peluang produk)
a) Biaya produksi yang murah.
b) Di daerah sekitar belum ada usaha serupa sehingga memberikan kesempatan untuk menguasai pasar.
c) Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah untuk memasarkan produk.
4. Threat (Ancaman produk)
a) Muncul pesaing baru dengan menawarkan harga dibawah.
b) Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas.
C. Analisis Produksi
1. Tahapan Produksi
Tahapan proses produksi dalam pembuatan Peyek terdiri dari persiapan bahan, pengupasan kacang, pencucian topping varian ikan, penirisan I, pembuatan adonan, penggorengan, II, pendinginan, dan pengemasan.
2. Alur pembuatan Peyekin Yuk
Cara Membuat
a) Langkah 1: Campurkan tepung beras dan tepung tapioka. Haluskan bawang putih, kemiri, ketumbar, kencur menjadi satu.
b) Langkah 2: Masukkan bumbu halus dan santan di baskom. Beri tepung aduk sampai adonan tercampur, kemudian beri sedikit taburan garam, koreksi rasa. Setelah pas tambahkan sebutir telur dan aduk samapi rata.
c) Langkah 3: Masukkan daun jeruk dan kacang tanah yg sudah di cincang kasar. Siapkan wajan berisikan isi minyak yang banyak dan panaskan sampai minyak benar-benar panas namun dipastikan agar nyala api tidak terlalu besar.
Ambil 1 sendok sayur adonan, tuangkan ke pinggiran wajan, lakukan sampai bebrapa buah tercetak. Setelah dirasa matang, angkat dan tiriskan serta biarkan hingag dingin agar dapat di packing.
d) Langkah 4: Bungkus Peyek dengan takaran yang sudah disiapkan agar mudah ditentukan untuk harganya.
3. Targer Pasar/Konsumen
Rata-rata penggemar berat cemilan peyek adalah berbagai kalangan. Di samping itu, kami juga menyediakan varian rasa lain, seperti kacang, udang besar, udang rebon dan teri yang tentunya sangat renyah dan sedap untuk dijadikan sebagai makanan ringan atau camilan teman untuk makan berat.
D. Analisis Pasar
1. Penentuan Harga
Untuk menentukan harga Peyekin Yuk diadakan riset pasar yang dapat membantu dalam menentukan harga yang sesaui dengan standar pasar namun tetap mendapatkan keuntungan.
2. Promosi
Promosi langsung ke konsumen, membuat iklan dengan pamflet-pamflet, spanduk, sampai pada mempromosikannya melalui dunia maya, khususnya pada situs-situs jejaring sosial dan sosial group lainnya yang banyak dikunjungi masyarakat online.
3. Distribusi/Tempat Penjualan
Untuk tujuan sebagai tempat penjualan produk ini adalah di semua pasar yang menjual makanan. Baik itu super market, pasar tradisional, toko, warung, maupun distributor yang menjualnya langsung pada konsumen.
E. Analisis SDM (Sumber Daya Manusia)
Owner Manager: Afifah
Manager Produksi: Ananda Putra
Manager Pemasaran: Andi Manafe
BAB III PENUTUP
Peyekin Yuk memiliki rasa yang renyah dan harga yang murah. Dengan begitu diharapkan produk camilan ini menjadi produk yang tepat untuk menemani waktu santai bersama rekan dan keluarga
Demikian proposal usaha ini kami buat. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak atau Ibu terhadap proposal ini. Kami berharap proposal ini bisa diterima dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih
Contoh 4. Proposal Usaha "Jen's Bolu"
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kue bolu sangat cocok untuk cemilan, pengganjal perut sebab mengandung banyak karbohidrat dari tepung dan glukosa untuk menambah energi dalam beraktivitas. Selain dapat dikonsumsi oleh orang dewasa, makanan satu ini juga banyak dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja.
Sehingga dari berbagai lapisan masyarakat sebagian besar menyukai kue brownies kukus ini. Atas dasar pemikiran inilah kami mempunyai ide untuk membuat usaha produksi makanan kue bolu.
1.2. Visi dan Misi
Visi:
Menciptakan produk yang berpotensi baik dimasa depan
Menanamkan jiwa kewirausahaan
Misi:
Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam usaha kue bolu
BAB II
KEGIATAN USAHA
2.1. Analisis Peluang Usaha
Proposal usaha kue bolu dalam analisis SWOT meliputi kelebihan (kekuatan dan peluang) dan kekurangan (kelemahan dan ancaman) dengan berbagai indikator yaitu sebagai berikut.
1. Strength (Kekuatan):
a. Harga terjangkau
b. Kualitas produk terjamin
c. Proses pembuatan mudah dan sederhana
2. Weakness (Kelemahan):
a. Jangkauan pemasaran masih terbatas
b. Banyak pesaing menawarkan dalam harga lebih murah
3. Opportunity (Peluang):
a. Banyak masyarakat yang suka dengan kue bolu ini
4. Threat (Ancaman):
a. Adanya produk sejenis
b. Selera konsumen yang selalu berubah-ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk
2.2. Bauran pemasaran (marketing mix) analisis 4P
1. Product (Produk)
Produk kue bolu rasa keju coklat manis dan empuk dengan rasa yang nikmat
2. Price (Harga)
Harga bolu yang cukup terjangkau di kalangan masyarakat
3. Promotion (Promosi)
Promosi yang dilakukan bisa lewat sosial media dan dapat potongan harga jika membeli lebih dari 3 porsi
4. Place (Tempat)
Tempat usaha yang dilakukan masih disekitar rumah
2.3. Aspek Pasar dan Pemasaran
Pemasaran akan di mulai dengan memasarkan ke warung- warung sekitar rumah. Selain itu memesan kue bolu ini bisa melalui sosial media seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan lain-lain.
2.4. Aspek Teknis dan Teknologi
Lokasi usaha yang direncanakan dalam usaha ini bertempatkan dirumah pemilik modal usaha, namun jika usaha mengalami perkembangan akan ditempatkan pada bangunan khusus usaha ini.
Sumber bahan baku mudah didapatkan dari agen-agen terdekat. Selain itu, skala produksi masil kecil dengan kapasitas produksi sekitar 5-10 bolu perhari.
BAB III
PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
3.1. Aspek Ekonomi dan Keuangan
Dalam usaha ini modal berasal dari pemilik usaha. Modal berupa alat dan bahan, berupa bahan yang di keluarkan setiap harinya dengan biaya tertentu.
3.2. Penyusunan Laba dan Rugi Usaha
1. Modal yang dibutuhkan
Bahan-bahan setiap harinya:
1. Telur @ 4 x Rp2000 Rp8.000
2. Gula ¼ kg Rp4.000
3. Terigu ¼ kg Rp2.500
4. Susu putih kental manis Rp1.000
5. Sp Rp2.000
6. Mentega Rp2.500
7. Mesis Rp3.000
8. Keju Rp2.500 +
Perkiraan membuat 5 kue bolu/hari Rp27.000/hari (1 bolu)
Modal dalam 1 bulan= Rp27.000 x 5 bolu x 30 hari
= Rp4.050.000
3.3. Alat-alat
Alat-alat yang digunakan:
1. Listrik/bulan Rp50.000
2. Loyang @ 2 x Rp25.000/bulan Rp50.000
3. Gas @ 1 x Rp20.000 Rp20.000
4. Kompor gas 2 tunggku Rp320.000
5. Oven Rp350.000
6. Mixer Rp400.000 +
Total jumlah alat-alat: Rp1.190.000
Ket:
(Setiap hari dijual 5 bolu): 5 hari x Rp40.000= Rp200.000 (per hari)
Dalam 1 bulan: Rp200.000 x 30 hari: Rp6.000.000
Modal bahan dan peralatan jika disatukan: Rp5.240.000 -
Keuntungan yang di dapatkan Rp760.000
Perkiraan pendapatan dalam 1 bulan: Rp760.000
3.4. Laba dan Rugi
Pendapatan: Rp760.000
Beban usaha:
Beban listrik Rp50.000
Beban gas Rp20.000
Beban penyusutan peralatan Rp30.000 (dibulatkan) +
(2,5% x Rp1.190.000)
Jumlah beban usaha: Rp100.000
Laba usa= Rp760.000 - Rp100.000= Rp660.000
Jadi, perkiraan balik modal dalam usaha adalah: Rp5.240.000 : 660.000
yaitu kurang lebih sekitar 8 bulan balik modal dalam usaha.
BAB IV
PENUTUP
Dalam usaha pasti memerlukan proses pembelajaran dari berbagai pengalaman usaha yang sudah di jalankan agar dapat memetik pelajaran dari usaha sebelumnya, sehingga dapat mengembangkan usaha dengan lebih baik lagi dan dapat berjalan dengan lancar.
Dalam usaha asal ada kemauan dan keinginan untuk berusaha pasti bisa melakukannya. Di sisi lain kita juga harus bisa melihat peluang yang ada seperti segmentasi produk tepat, target pasar sesuai dan lain-lain.
Dengan mengetahui contoh proposal usaha di atas, diharapkan pembaca bisa memahami struktur dan isi proposal yang baik. Semoga membantu. (MRZ)
Baca juga: Contoh Proposal Pengajuan Dana 17 Agustus untuk Referensi Panitia
