4 Contoh Puisi Prismatis beserta Pengertian dan Cirinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi prismatis merupakan salah satu karya sastra yang digunakan untuk menyampaikan isi hati sang pencipta puisi. Contoh puisi prismatis di antaranya yaitu Laju Aksara Timah karya Dian Chandra, Puisi Hitam karya D. Zawawi Imron, dan lainnya.
Puisi prasmatis memiliki ciri menggunakan banyak kata kiasan sehingga puisi ini cukup sulit untuk dipahami. Untuk memahaminya seseorang harus membaca puisi ini tidak hanya 1 kali, mungkin bisa 2 hingga 3 kali sampai pembacanya paham.
Pengertian dan Ciri Puisi Prismatis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, penyusunan larik, dan bait. Puisi dapat juga diartikan sebagai ungkapan atau curahan hati penyair.
Dikutip dalam buku Sastrawan Angkatan 45 oleh Agus Maryoto (2020:9) pengertian puisi prismatis adalah puisi yang bersifat membias, yang tidak langsung berbicara kepada pembaca. Ide dan makna memerlukan penafsiran melalui lambang, perbandingan, motif-motif yang digunakan dalam puisi tersebut.
Puisi prismatis didominasi oleh penggunaan kata konotatif, citraan, dan kiasan, sehingga makna yang dikandungnya bersifat multitafsir (bermakna ganda) atau bersifat konotatif. Adapun ciri-ciri puisi prismatis adalah:
Banyak menggunakan majas, kias, atau bahasa figuratif.
Makna sajak membias ke mana-mana seperti prisma atau memiliki makna ganda.
Makna sulit dipahami, sehingga perlu dibaca berulang-ulang kali.
Membutuhkan imajinasi.
Kalimatnya perlu ditafsirkan lebih dahulu, karena tidak menggunakan kalimat sehari-hari.
Contoh Puisi Prismatis
Untuk lebih memahami penjelasan di atas, simak contoh puisi prismatis berikut ini.
Contoh 1
Puisi Hitam
Oleh: D. Zawawi Imron
Di punggung tanah kelam
Angin terbang membedah Lembah
Membawa getir lahang berlaru darah
Pupuslah mayang
Bunyi saronen
Suara sedih penghuni
Jalan melas jalan ke kota
Putus di tengah
Langit luas melingkung dunia
Terengah
Sejumlah warna merebah ke bawah tanah
Dan tanah lekah
Menganga
Ada nyawa-nyawa yang dipanggilnya
Kemerdekaan milik siapa?
Milik sebagian atau semua?
Bila warna nurani luntur
Bintang-bintang pun segera gugur
Orang di dusun tinggal bertanya
Kapan kiamat tiba?
Contoh 2
Laju Aksara Timah
Oleh: Dian Chandra
Abad ke tujuh
Patung timah menyeru
Sang datuk keliru
Terburu menyumpah lanun
Dalam perut bumi
Aku mengais jejak timah
Begitu suruhmu
Hingga buntung kakiku
Dunia terus beradu
Tak tahu malu
Mengayak butir timah
Sendiri dalam kilah buru
AC hidup memberi sejuk
Ia duduk mengatur
Matahari merajuk
Kami tak tahu mundur
Contoh 3
Sajak Putih
Beribu saat dalam kenangan
Surut perlahan
Kita dengarkan bumi menrima tanpa mengaduh
Sewaktu etik pun jauh
Kita dengar bumi yang tua dalam setia
Kasih tanpa suara
Sewaktu bayang-bayang kita memanjang
Mengaburkan batas ruang
Kita pun bisu tersekat dalam pesona
Sewaktu ia pun memanggil-manggil
Sewaktu kata membuat kita begitu terpencil
Di luar cuaca
Contoh 4
Tanah Air Mata
Oleh: Sutardji Calzoum Bachri
Tanah air mata tanah tumpah dukaku
Mata air airmata kami
Airmata tanah air kami
Di sinilah kami berdiri
Menyanyikan airmata kami
Di balik gembur subur tanahmu
Kami simpan perih kami
Di balik etalase megah gedung-gedungmu
Kami coba sembunyikan derita kami
Kami coba simpan nestapa
Kami coba kuburkan duka lara
Tapi perih tak bisa sembunyi
Ia merebak kemana-mana
Bumi memang tak sebatas pandang
Dan udara luas menunggu
Namun kalian takkan bisa menyingkir
Ke manapun melangkah
Kalian pijak airmata kami
Ke manapun terbang
Kalian kan hinggap di air mata kami
Ke manapun berlayar
Kalian arungi airmata kami
Kalian sudah terkepung
Takkan bisa mengelak
Takkan bisa ke mana pergi
Menyerahlah pada kedalaman air mata.
Baca juga: 2 Contoh Puisi Percintaan Remaja yang Romantis
Itu tadi 4 contoh puisi prismatis beserta pengertian dan cirinya yang dapat menjadi sumber referensi pembaca yang ingin membuat puisi jenis ini. Semoga berhasil. (MRZ)
