Konten dari Pengguna

4 Contoh Puisi Sektet yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi sektet. Sumber: Pexels/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi sektet. Sumber: Pexels/Thought Catalog

Contoh puisi sektet memiliki ciri khas terdiri dari enam baris setiap baitnya. Puisi ini dapat membantu dalam mengungkapkan isi hati seseorang kepada orang lain dengan bebas. Karena puisi sektet mempunyai sajak yang tidak beraturan.

Puisi merupakan suatu karya sastra yang mengandung pikiran dan perasaan yang disampaikan dengan memakai rangkaian kata bermakna dan indah. Puisi terbagi menjadi dua yaitu jenis puisi lama dan puisi baru. Contoh puisi baru salah satunya puisi sektet.

Contoh Puisi Sektet

Ilustrasi contoh puisi sektet. Sumber: Pexels/Thought Catalog

Dikutip dalam buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS oleh Tomi Rianto (2019:96) puisi sektet adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri atas 6 baris (puisi 6 seuntai).

Puisi sektet merupakan salah satu di antara macam-macam puisi baru berdasarkan bentuknya. Adapaun contoh puisi sektet sebagai berikut.

Contoh 1: Ranjang Ibu Karya Joko Pinurbo

Ia gemetar naik ke ranjang

sebab menginjak ranjang serasa menginjak

rangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang.

Dan bila sesekali ranjang berderak atau berderit,

serasa terdengar gemeretak tulang

ibunya yang sedang terbaring sakit.

Contoh 2: Kanjeng Nabi Karya Candra Malik

Duh, kanjeng Muhammad.

Pagi ini aku sedih sekali.

Muhammad yang kucintai

sedemikian dibenci

sampai ditelanjangi

dengan gambar hewani

dan disumpah serapahi.

Pagi ini aku sedih luar biasa.

Muhammad yang kucinta

dibela membabi buta

sampai membunuhi manusia

dengan angkara murka

menyebut nama Tuhannya.

Entah hati, akal, atau apa.

Manusia tapi tidak manusiawi.

Entah Benci entah cinta.

Najis bercampur dengan suci.

Benar dan salah kini serupa.

Akal jadi brutal, hati jadi nyali.

Muhammad tak seperti itu.

Tidak gambarmu, tidak gambarku.

Dia hidup damai dalam kalbu

meski dihina dari segala penjuru.

Dialah Muhammad yang kurindu

dan kubela tanpa membencimu.

Contoh 3: Pendaratan Malam Karya Sitor Situmorang

Tentara tak berbekal mendarat

Di malam disuburkan lapar

(Bila fajar bawa berita

Kayu apung istirahat mereka)

Tentara tak berbekal mendarat

Di malam disuburkan lapar

Contoh 4: Bunda dan Anak Karya Rustam Effendi

Masak Jambak,

buah sebuah

diperam alam di ujung dahan.

Merah darah

beruris-uris

bendera masak bagi selera.

Lembut umbut,

disantap sayap.

Keroak pipi pengobat haus.

Harum baun

sumarak jambak.

Di bawah pohon terjatuh raum

Lalu ibu

di pokok pohon.

Tersarung hidung, terjatuh mata

pada pala,

tinggal sepenggal.

Terpecik liur di bawah lidah.

Belum jambu

masuk direguk,

terkenang anak, terkalang dirangkung.

Dalam talam,

bunda bersimpan

menanti putra si bungsu sulung.

Anak lasak

tersera-sera.

Budan berlari mengambil jambu.

Ibu sungguh

buah sebuah,

sedapnya sama dirasa ibu.

Renguk sunut,

merajut… rajuk.

Bakhil disangka cintanya bunda.

Keluar pagar

jambu dilempar.

Ibu berdiam, mengurut dada.

Baca juga: 5 Contoh Puisi Terzina dalam Bahasa Indonesia

Itu tadi 4 contoh puisi sektet yang merupakan satu di antara jenis puisi baru. Dari contoh puisi di atas dapat diketahui bahwa setiap bait terdiri dari 6 baris. Inilah yang menjadi ciri khas dari puisi sektet. (MRZ)