4 Contoh Puisi Sektet yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh puisi sektet memiliki ciri khas terdiri dari enam baris setiap baitnya. Puisi ini dapat membantu dalam mengungkapkan isi hati seseorang kepada orang lain dengan bebas. Karena puisi sektet mempunyai sajak yang tidak beraturan.
Puisi merupakan suatu karya sastra yang mengandung pikiran dan perasaan yang disampaikan dengan memakai rangkaian kata bermakna dan indah. Puisi terbagi menjadi dua yaitu jenis puisi lama dan puisi baru. Contoh puisi baru salah satunya puisi sektet.
Contoh Puisi Sektet
Dikutip dalam buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS oleh Tomi Rianto (2019:96) puisi sektet adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri atas 6 baris (puisi 6 seuntai).
Puisi sektet merupakan salah satu di antara macam-macam puisi baru berdasarkan bentuknya. Adapaun contoh puisi sektet sebagai berikut.
Contoh 1: Ranjang Ibu Karya Joko Pinurbo
Ia gemetar naik ke ranjang
sebab menginjak ranjang serasa menginjak
rangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang.
Dan bila sesekali ranjang berderak atau berderit,
serasa terdengar gemeretak tulang
ibunya yang sedang terbaring sakit.
Contoh 2: Kanjeng Nabi Karya Candra Malik
Duh, kanjeng Muhammad.
Pagi ini aku sedih sekali.
Muhammad yang kucintai
sedemikian dibenci
sampai ditelanjangi
dengan gambar hewani
dan disumpah serapahi.
Pagi ini aku sedih luar biasa.
Muhammad yang kucinta
dibela membabi buta
sampai membunuhi manusia
dengan angkara murka
menyebut nama Tuhannya.
Entah hati, akal, atau apa.
Manusia tapi tidak manusiawi.
Entah Benci entah cinta.
Najis bercampur dengan suci.
Benar dan salah kini serupa.
Akal jadi brutal, hati jadi nyali.
Muhammad tak seperti itu.
Tidak gambarmu, tidak gambarku.
Dia hidup damai dalam kalbu
meski dihina dari segala penjuru.
Dialah Muhammad yang kurindu
dan kubela tanpa membencimu.
Contoh 3: Pendaratan Malam Karya Sitor Situmorang
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
(Bila fajar bawa berita
Kayu apung istirahat mereka)
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
Contoh 4: Bunda dan Anak Karya Rustam Effendi
Masak Jambak,
buah sebuah
diperam alam di ujung dahan.
Merah darah
beruris-uris
bendera masak bagi selera.
Lembut umbut,
disantap sayap.
Keroak pipi pengobat haus.
Harum baun
sumarak jambak.
Di bawah pohon terjatuh raum
Lalu ibu
di pokok pohon.
Tersarung hidung, terjatuh mata
pada pala,
tinggal sepenggal.
Terpecik liur di bawah lidah.
Belum jambu
masuk direguk,
terkenang anak, terkalang dirangkung.
Dalam talam,
bunda bersimpan
menanti putra si bungsu sulung.
Anak lasak
tersera-sera.
Budan berlari mengambil jambu.
Ibu sungguh
buah sebuah,
sedapnya sama dirasa ibu.
Renguk sunut,
merajut… rajuk.
Bakhil disangka cintanya bunda.
Keluar pagar
jambu dilempar.
Ibu berdiam, mengurut dada.
Baca juga: 5 Contoh Puisi Terzina dalam Bahasa Indonesia
Itu tadi 4 contoh puisi sektet yang merupakan satu di antara jenis puisi baru. Dari contoh puisi di atas dapat diketahui bahwa setiap bait terdiri dari 6 baris. Inilah yang menjadi ciri khas dari puisi sektet. (MRZ)
