Konten dari Pengguna

4 Contoh Sejarah Subjektif dan Objektif yang Terjadi di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Sejarah Subjektif. Sumber: Unsplash/Roman Kraft
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Sejarah Subjektif. Sumber: Unsplash/Roman Kraft

Sejarah merupakan peristiwa di masa lalu yang dipelajari atas hasil bukti dan bahan nyata. Terdapat jenis-jenis sejarah, yaitu subjektif dan objektif. Mempelajari contoh sejarah subjektif dan objektif akan bermanfaat untuk menambah wawasan.

Keduanya memiliki perbedaan dan berhubungan dengan kelanjutan sejarah itu sendiri. Hal ini harus dipahami agar dapat membedakan sejarah dari proses terjadinya.

Contoh Sejarah Subjektif

Ilustrasi Contoh Sejarah Subjektif. Sumber: Unsplash/Birmingham Museums Trust

Menurut buku Filsafat sejarah: Profetik, Spekulatif, dan Kritis, Ajid Thohir, Ahmad Sahidin (2019:111), sejarah subjektif adalah sejarah yang disusun oleh para penulis sebagai suatu uraian atau cerita sehingga memuat unsur-unsur perasaan dan pikiran penulis atau subjek (Sartono Kartodirdjo).

Berikut contoh sejarah subjektif yang terjadi di Indonesia.

1. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Presiden pertama Republik Indonesia, membacakan teks proklamasi pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10 pagi. Setelah melakukan pidato singat setelah pembacaan teks proklamasi, bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan oleh prajurit PETA diiringi lagu Indonesia Raya. Hari tersebut menjadi hari bersejarah untuk bangsa Indonesia.

2. Perang Diponegoro

Perang ini sangat terkenal dengan sebutan perang Jawa, karena pertempuran besar terjadi di tanah Jawa. Perang tersebut bukti sejarah rakyat Indonesia melawan Hindia Belanda. Perang Diponegoro berlangsung selama 5 tahun 1825-1830.

Pangeran Diponegoro murka dan memutuskan perang dengan Belanda, karena mereka menganggu wilayah leluhur untuk tujuan pembangunan. Perang tersebut membuat rakyat ikut berjuang melawan Belanda.

Contoh Sejarah Objektif

Ilustrasi Contoh Sejarah Subjektif. Sumber: Unsplash/Shawn Appel

Arti dari sejarah objektif mengutip dari buku yang sama adalah sejarah berupa kejadian atau peristiwa itu sendiri sesuai dengan ruang dan waktu masa lalu. Berikut contoh sejarah objektif di Indonesia.

1. Meletusnya Gunung Krakatau

Sejarah tidak akan pernah melupakan peristiwa mencekam ini. Gunung Krakatau yang meletus pernah menggelapkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Letusan tersebut mengakibatkan tsunami yang sangat hebat yang memakan korban 36.000 lebih jiwa. Peristiwa ini terjadi 27 Agustus 1883, dan menjadi sejarah letusan terbesar dalam sejarah.

2. Tsunami Aceh

Tsunami Aceh 2004 menyisakan sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Menelan hingga 230.000 jiwa, peristiwa ini menjadi bencana kemanusiaan terbesar yang ditetapkan oleh PBB. Bantuan berdatangan bahkan dari seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: 5 Contoh Sejarah sebagai Ilmu Pengetahuan dan Ciri-cirinya

Jadi, contoh sejarah subjektif dan objektif dapat dibedakan berdasaran peristiwa itu sendiri. Dengan memahami perbedaannya, maka akan lebih tepat dalam pembelajaran sejarah kemudian. (DVA)