4 Contoh Sikap Menjaga Keharmonisan dalam Keberagaman Ras di Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negeri yang kaya akan keberagaman, termasuk keberagaman ras. Dari Sabang sampai Merauke, berbagai suku bangsa dan ras hidup berdampingan dalam satu kesatuan dan saling menjaga keharmonisan. Salah satu contoh sikap menjaga keharmonisan dalam keberagaman ras di Indonesia adalah toleransi beragama.
Mengutip buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Sri Untari, Ginawan Rianto, Friska Indah K, Hetti Murdiasih (hal 105), keberagaman ras di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah migrasi penduduk dari suatu negara ke Indonesia. Migrasi tersebut berawal dari hubungan kerja sama, misalnya dalam hal perdagangan.
Menjalankan Contoh Sikap Menjaga Keharmonisan dalam Keberagaman Ras di Indonesia
Melalui sejarah panjang lahirnya keberagaman ras di Indonesia, selayaknya dalam berkehidupan bersama saat ini sudah terbentuk toleransi dari berbagai aspek. Tentunya, sikap menghargai keberagaman bisa diterapkan di mana saja, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
Apalagi ada banyak ras yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, seperti ras Malayan-Mongoloid di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi.
Wilayah Papua, Maluku, dan juga Nusa Tenggara Timur didiami oleh ras Melanesoid. Ada juga orang Tionghoa, Jepang, dan Korea yang merupakan ras Asiatic Mongoloid yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Lantas, apa saja contoh sikap menjaga keharmonisan dalam keberagaman ras di Indonesia yang dapat dijalankan dengan baik? Berikut penjelasannya.
1. Toleransi Beragama
Sebagai negara yang menganut agama dan disahkan dalam sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, maka negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.
Dengan sejumlah agama yang diakui keberadaannya di Indonesia, maka sudah sepantasnya antar umat beragama saling menjaga toleransi, menghargai, dan hidup berdampingan dengan prinsip toleransi antarumat beragama.
2. Menghargai Keberagaman Golongan
Dalam masyarakat multikultural, keberagaman golongan terbagi menjadi vertikal dan horizontal. Pada keberagaman vertikal, terdapat pembatasan dengan istilah lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam. Dalam hal ini, seperti status sosial, pendidikan, atau jabatan.
Adapun secara horizontal, anggota golongan dianggap setara dan tidak ada pembatasan status. Hanya saja sering kali hal ini mengakibatkan banyak yang merasa anggota golongannya paling benar sehingga merendahkan anggota golongan lainnya.
Contohnya adalah idealisme, adat-istiadat, dan sebagainya. Untuk itulah, diperlukan sikap menghargai keberagaman golongan yang dapat menyatukan bangsa.
3. Menggalang Persatuan Antar Suku
Adanya keberagaman ras melahirkan keberagaman suku. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki lebih dari 300 kelompok suku, dengan jumlah sekitar 1.340 suku bangsa.
Apabila tidak dilakukan sikap yang saling menghormati maka akan banyak terjadi kekacauan dan ketidaknyamanan dalam lingkungan masayarakat. Tentunya hal ini akan sangat merugikan dari berbagai situasi dan kondisi.
4. Membantu Satu Sama Lain
Manusia adalah makhluk sosial yang akan membutuhkan kehadiran orang lain, termasuk dalam hal menjalin keberagaman. Dengan membantu satu sama lain, maka akan memberikan efek yang sangat besar. Contohnya jika terjadi musibah maka siapa pun bisa membantu satu sama lainnya tanpa memandang latar belakangnya.
Bersikaplah baik untuk tetap membantu lainnya dan jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk tidak membantu. Hal ini akan membuat pola kehidupan dalam bermasyarakat akan tumbuh dengan lebih baik.
Baca juga: 10 Dampak Positif dan Negatif Keberagaman Masyarakat Indonesia
Masih banyak contoh sikap menjaga keharmonisan dalam keberagaman ras di Indonesia yang dapat dijalankan dan dilakukan untuk memberi contoh pada generasi penerus. Menjaga keharmonisan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan menerapkan sikap-sikap yang menghargai dan menghormati perbedaan, maka akan terbangun masyarakat yang inklusif dan harmonis, di mana setiap individu dihargai tanpa memandang rasnya. (VAN)
