4 Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Flora dan fauna merupakan dua unsur penting dalam ekosistem yang saling terkait dan memengaruhi keseimbangan alam. Dalam ilmu geografi, faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna antara lain adalah faktor iklim.
Hal ini karena setiap zona iklim memiliki komunitas tumbuhan dan hewan sendiri. Menurut buku Jelajah Bumi dan Alam Semesta, Hartono (hal 7), menurut hasil penelitian, tidak semua bagian di permukaan bumi dapat dijadikan tempat tinggal makhluk hidup.
Bahkan hanya sebagian kecil saja dari bumi yang berfungsi sebagai biosfer, yaitu bagian permukaan bumi sampai pada ketinggian dan kedalaman tertentu. Itulah mengapa, ada faktor tertentu dalam persebaran flora dan fauna.
Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Di negara kepulauan seperti Indonesia, tentunya hampir di seluruh kawasan memiliki persebaran flora dan fauna. Dalam pembagiannya, pada kawasan flora di Indonesia terdiri dari Paparan Sunda, Paparan Sahul, dan peralihan.
Untuk kawasan fauna, terbagi menjadi bagian barat atau asiatis, timur atau australis, dan peraliham atau asia-australis.
Persebaran tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna, yaitu iklim, edafik, fisiografis, dan biotik. Berikut penjelasannya.
1. Iklim
Iklim merupakan salah satu faktor utama dalam pengaruh persebaran flora dan fauna. Pada setiap zona iklim memiliki komunitas tumbuhan dan hewan tersendiri. Perbedaan suhu, curah hujan, dan kelembapan udara memengaruhi jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup di suatu daerah.
Misalnya, hutan hujan tropis yang memiliki curah hujan tinggi mendukung keberagaman hayati yang tinggi. Sementara padang rumput yang memiliki curah hujan rendah akan mendukung kehidupan tumbuhan dan hewan yang lebih tahan terhadap kekeringan.
2. Edafik
Istilah edafik merujuk pada sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi dari tanah di suatu daerah. Kondisi edafik, atau tanah, memiliki dampak yang signifikan terhadap jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang dapat hidup dan berkembang di suatu wilayah, dengan faktor sebagai berikut.
Memiliki kedalaman lapisan atas tanah yang memengaruhi akses terhadap air, nutrisi, dan stabilitas struktural tumbuhan.
Mempunyai tekstur dan struktur tanah yang memengaruhi kerapatan tanah dan stabilitas agregat tanah, ruang pori, udara tanah, serta ketersediaan air dalam tanah.
Memiliki muatan materi organik di dalam memengaruhi sifat tanah, stabilitas struktur tanah, kapasitas menahan air tanah, warna tanah, retensi dan mobilitas polutan, serta kapasitas penyangga.
Ada derajat keasamaan (pH) adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dari larutan berair dan menunjukkan tingkat asam atau alkalinitas.
Terdapat kejenuhan basa yang menjadi pasokan nutrisi penting yang optimal diinginkan untuk menghindari gejala kekurangan. Kejenuhan bas aini juga meningkatkan kerentanan terhadap hama dan penyakit serta pengurangan hasil panen secara konsekuen.
3. Fisiografi
Proses fisiografis terjadi karena faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi yang berlaku di suatu daerah. Hal ini berdampak pada habitat dan distribusi tumbuhan dan hewan, yang berkaitan dengan topografi atau bentuk permukaan tanah, seperti ketinggian, kemiringan, drainase, dan tingkat erosi tanah.
4. Faktor Biotik
Manusia
Manusia mempunyai kemampuan untuk dapat menjaga kelestarian dan mengubah tatanan kehidupan flora dan fauna. Caranya dengan mengubah fungsi lahan tanpa merusak habitat dan ekosistem yang ada.
Tumbuhan
Tumbuhan merupakan produsen dalam rantai makanan. Oleh karena itu, keberadaan tumbuhan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan rantai makanan.
Hewan
Faktor ini merujuk pada interaksi antara organisme hidup, termasuk interaksi antar hewan, antar tumbuhan, dan antara hewan dan tumbuhan. Termasuk interaksi antara organisme dengan lingkungan fisiknya.
Baca juga: Mengenal Flora Indonesia Bagian Tengah
Semua faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna akan menciptakan keberagaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem untuk kesejahteraan bersama.
Melalui berbagai langkah konservasi yang tepat, siapapun akan dapat memastikan bahwa flora dan fauna dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan kehidupan. (VAN)
