Konten dari Pengguna

4 Fungsi Garis Astronomis dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi garis astronomis. Sumber foto: pixabay/stokpic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi garis astronomis. Sumber foto: pixabay/stokpic

Garis astronomis merupakan garis khayal yang mengitari bumi. Fungsi garis astronomis salah satunya dapat digunakan untuk melakukan pengamatan terhadap perbedaan musim.

Garis astronomis terdiri atas beberapa garis, yaitu paralel (garis lintang) dan meridian (garis bujur). Garis-garis tersebut berperan penting untuk memudahkan dalam menentukan lokasi absolut dari suatu objek geografi.

Fungsi Garis Astronomis beserta Pengertiannya

Ilustrasi fungsi garis astronomis. Sumber foto: pixabay/GDJ

Menurut Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas 7, Drs. Bambang Puji Raharjo, M.Pd. Nurul Hidayati, S.Pd, (2021:15), pengertian garis astronomis adalah garis yang menunjukkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Garis astronomis umumnya digambarkan pada garis tepi.

Garis ini dibuat dengan menunjukkan angka derajat, menit, dan detik. Garis astronomis mempunyai beragam fungsi pada peta. Dengan ini, beberapa fungsi garis astronomis berserta penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Pembagian Zona Waktu

Zona waktu pada suatu wilayah dapat meliputi pengaturan tanggal dan jam. Dalam hal ini, garis astronomis dapat digunakan untuk memudahkan pembagian zona waktu tersebut.

2. Pembagian Zona Iklim

Tidak hanya zona waktu saja, garis khayal juga berperan sebagai penunjuk zona iklim seluruh wilayah di bumi. Menurut garis pararel (garis lintang), iklim terbagi atas empat jenis iklim, di antaranya, iklim subtropis, iklim tropis, iklim dingin, dan iklim sedang.

3. Perbedaan Musim

Berdasarkan buku Mengenal Musim di Dunia, M. Noor Said, (2020:56), musim yang ada di bumi ini terdiri atas beberapa musim, di mana pada masing-masing belahan bumi akan berada.

Perbedaan musim di wilayah tersebut dapat dengan mudah diamati dengan garis astronomis. Sehingga musim dapat dibedakan menjadi beberapa, seperti musim kemarau, hujan, gugur, dingin, dan semi.

4. Besar Sudut Posisi Lintang

Penghitungan sudut yang dimulai dari 0° di khatulistiwa hingga +90° di kutub utara dan -90° di kutub selatan disebut dengan posisi lintang. Lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS) merupakan garis pararel dalam sistem garis astronomis yang bisa digunakan untuk menunjukkan besar perhitungan sudut posisi lintang.

Baca Juga: Mengenal Letak Indonesia secara Astronomis dan Dampaknya

Fungsi garis astronomis lengkap dengan pengertiannya merupakan ulasan yang penting diketahui. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat lebih memahami terkait komponen-komponen yang terdapat di dalam peta. Semoga bermanfaat. (Riyana)