Konten dari Pengguna

4 Fungsi Kaca Arloji yang Sering Digunakan di Laboratorium

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi kaca arloji. Sumber: unsplash.com/ Preston Goff
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi kaca arloji. Sumber: unsplash.com/ Preston Goff

Kaca arloji merupakan alat dalam laboratorium kimia yang berupa selembar kaca transparan berbentuk cekung. Fungsi kaca arloji adalah sebagai wadah yang dipakai laboran ketika meletakkan suatu bahan kimia.

Kaca arloji juga dipakai untuk menimbang bahan kimia dalam neraca analitik atau timbangan super sensitif di dalam laboratorium. Sekilas alatnya mirip dengan kaca penutup jam tangan namun memiliki diameter yang lebih lebar.

4 Fungsi Kaca Arloji

Ilustrasi fungsi kaca arloji. Sumber: unsplash.com/ unsplash+

Kaca arloji terbuat dari kaca atau gelas dengan berbentuk bulat dan cekung kebawah. Dikutip dari buku Pengenalan Alat-Alat Praktikum IPA karya Rasmini, dkk. (2021:37-38) fungsi kaca arloji sebagai berikut.

1. Tempat Menimbang Bahan Kimia

Kaca arloji menjadi salah satu dari instrumen alat gelas dalam laboratorium yang dipakai untuk tempat menimbang bahan kimia berbentuk padatan, bubuk atau pasta.

Alat ini dipilih karena ringan dibandingkan dengan wadah lain yang ada di laboratorium. Bentuknya yang ramping juga jadi alasan yang memudahkannya masuk ke dalam timbangan analitik yang ruangnya sempit.

2. Wadah Sementara Bahan Kimia

Kaca arloji dipakai sebagai wadah sementara bahan kimia yang sedang diamati atau yang akan segera dipakai. Kaca arloji di pasaran ada dalam berbagai ukuran yang diukur dari diameternya, contohnya 100 mm, 76 mm dan lain sebagainya.

Baca juga: Fungsi Statif dan Cara Kerjanya dalam Laboratorium

Bentuk kaca arloji yang cekung membuat jenis bahan kimia berbentuk serbuk, padatan dan pasta mudah menempel. Sehingga sering dipakai peneliti untuk meletakkan sementara bahan kimia yang akan diteliti.

3. Menutup Wadah saat Proses Penguapan atau Pemanasan

Pada proses pemanasan maupun penguapan bahan kimia, wadah berupa gelas beaker yang bermulut lebar bisa ditutup menggunakan kaca arloji agar uap tidak terbuang ke udara bebas.

Pemakaian kaca arloji dirasa lebih praktis untuk menghalangi penguapan ketimbang menggunakan alumunium foil. Apalagi wujudnya yang transparan bisa memudahkan peneliti untuk melihat bahan kimia yang ditutupi dengan lebih jelas.

4. Tempat untuk Mengeringkan Padatan dalam Desikator

Kaca arloji berguna dalam proses pengeringan benda padat dalam alat bernama desikator, yaitu sebuah alat laboratorium yang mirip panci kaca dan memiliki fungsi untuk menghilangkan air dan kristal hasil pemurnian.

Fungsi kaca arloji di atas merupakan bukti bahwa alat satu ini merupakan alat yang praktis sehingga sering digunakan peneliti saat bekerja di laboratorium. (IMA)