Konten dari Pengguna

4 Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil untuk Pakaian

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis dan bahan pewarna tekstil. Sumber foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis dan bahan pewarna tekstil. Sumber foto: Pixabay.com

Pewarna tekstil adalah salah satu jenis pewarna yang dibuat melalui proses sintesis bahan kimia. Jenis dan bahan pewarna tekstil dapat digunakan oleh berbagai kebutuhan industri.

Salah satunya dapat digunakan untuk pewarna pakaian. Secara garis besar pewarna tekstil terbagi dalam dua jenis yaitu, alami dan sintetis.

Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil

Ilustrasi jenis dan bahan pewarna tekstil. Sumber foto: Pixabay.com

Dikutip dari buku Kimia Ramah Lingkungan, I Wayan Tanjung Aryasa dkk (2023: 181), pewarna dalam industri tekstil merupakan bahan penting yang mengandung senyawa kimia yang sulit untuk diurai.

Pewarna dapat menyebabkan pencemaran terhadap tanah dan air. Namun, enzim yang dimiliki oleh berbagai mikroorganisme dapat mengurai atau memecah ikatan kimia yang ada pada pewarna tekstil.

Adapun jenis dan bahan pewarna tekstil untuk pakaian adalah sebagai berikut.

1. Pewarna Alami

Pewarna alami merupakan salah satu jenis teknik mewarnai kain yang menggunakan bahan dari alam, baik tumbuhan atau hewan. Biasanya bagian yang diambil untuk menghasilkan warna tersebut adalah serat selulosa pada tumbuhan.

Sedangkan pada hewan warna akan diambil dari serat proteinnya. Karena berasal dari alam, maka bahan pewarna tersebut cenderung lebih aman untuk digunakan. Namun, hal ini juga butuh teknik dan biaya yang besar untuk mengolahnya menjadi produk pewarna tekstil.

2. Acid Dye

Jenis dan bahan selanjutnya adalah acid dye. Pewarna ini merupakan jenis pewarna sintetis yang berbasis asam. Proses pewarnaan bahan tersebut membutuhkan temperatur yang tinggi, bahkan mendekati titik didih.

Bahan pewarna dari asam dapat menghasilkan warna yang tahan lama dan cerah. Jenis pewarna tersebut sangat cocok untuk segala jenis kain dengan serat protein. Misalnya, kain wol, nilon, sutra, kasmir dan beberapa jenis kain lain.

3. Basic Dye

Jenis pewarna tekstil yang bersifat sintetis berikutnya adalah basic dye. Pewarna ini sering disebut sebagai bahan pewarna dasar.

Pewarna tersebut mudah larut dalam air dan sering dimanfaatkan untuk pewarnaan pakaian dengan serat akrilik, dan juga serat wol. Supaya penyerapan warna menjadi lebih maksimal, penggunaan basic dye harus dibarengi dengan asam asetat.

4. Sintetis Direct

Pewarna sintetis ini banyak digunakan untuk bahan tekstil seperti nilon, katun, wol, dan sutra. Warna yang dihasilkan dari jenis ini cenderung lebih lembut dan tidak begitu cerah.

Jenis pewarna tersebut memiliki harga yang ekonomis dan proses produksi mudah. Sayangnya, warna tersebut mudah hilang jika sudah dicuci berulang kali.

Baca juga: Mengenal Warna yang Letaknya Berdekatan dalam Lingkaran Warna

Itulah beberapa jenis dan bahan pewarna tekstil untuk pakaian. Semoga dapat menambah pengetahuan tentang pewarna industri tekstil terutama pakaian. (MAE)