Konten dari Pengguna

4 Jenis-Jenis Majas dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis majas. Sumber: unsplash.com/unsplash+
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis majas. Sumber: unsplash.com/unsplash+

Jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi 4, yaitu perbandingan, sindiran, penegasan, dan pertentangan. Majas adalah bagian dari sastra yang setiap jenisnya masih dipecah lagi menjadi beberapa kategori.

Kategori-kategori majas memiliki nama masing-masing yang patut diketahui supaya tidak keliru antara satu sama lain.

Jenis-Jenis Majas dan Contohnya

Ilustrasi jenis-jenis majas. Sumber: unsplash.com/Tamara Gak

Menurut buku Sukses UN Bahasa Indonesia SMP 2009 oleh Rika Lestari (2009:20-24), jenis-jenis majas ada 4, yakni:

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan berfungsi untuk membandingkan dua objek dan terdiri atas beberapa kategori, yaitu:

  • Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang seolah menghidupkan benda mati dengan memberinya sifat seperti orang, contohnya Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.

  • Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang menggambarkan perbandingan langsung atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Contoh Dewi malam telah keluar dari balik awan.

  • Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan sesuatu dan ada unsur dramatisir darinya. Contoh Nenek memeras keringat demi bisa makan setiap hari.

  • Majas Litotes

Majas litotes adalah majas untuk merendah, dimana biasanya tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, Orang rumahnya bagus tapi menyebut rumahnya gubuk dengan mengatakan, "Silahkan mampir ke gubuk kami!"

  • Majas Asosiasi

Majas asosiasi adalah majas yang menggambarkan persamaan sifat antara dua hal yang sama tapi beda objek. Contohnya, Nangka muda dan Sukun memang bagai pinang dibelah dua.

  • Majas Metonimia

Majas metonimia adalah majas yang menggunakan merek dagang untuk generalisasi barang. Contoh: Tolong belikan Aqua, air di galon sudah habis.

  • Majas Eufimisme

Majas eufimisme merupakan majas yang menggunakan kata-kata halus dan sopan. Contoh: Tuna wicara itu tak bisa bicara.

  • Majas Sinekdokhe

Majas sinekdokhe terbagi atas:

a. Pars Pro Toto

Pars pro toto adalah majas yang menyebutkan satu untuk mewakili banyak objek, contoh: kambing qurban sudah disembelih.

b. Totem Pro Parte

Totem pro parte adalah majas yang menyebutkan seluruh bagian untuk mewakili satu pihak, contoh: Tim Indonesia menang melawan RRC.

2. Majas Sindiran

Majas sindiran bertujuan untuk menyindir seseorang atau pihak, kategorinya antara lain:

  • Majas Ironi

Majas ironi adalah sindiran yang bertentangan kalimatnya, Contoh: Bagus banget rapor kamu, penuh dihiasi warna merah.

  • Majas Sinisme

Majas sinisme adalah majas sindiran yang kasar. Contoh: Makanya kalau mau nilai bagus jangan males!

  • Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar dan tak berperasaan. Contoh: Makanya punya otak itu dipakai!

3. Majas penegasan

Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menegaskan sesuatu agar lebih jelas lagi.

  • Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata mubadzir, Contoh: Kamu, ayo maju ke depan!

  • Majas Repetisi

Majas repetisi adalah majas yang menggunakan pengulangan kata. Contoh: Kamu jantung hatiku, kamu tujuanku dan kamu separuh jiwaku.

  • Majas Pararelisme

Majas pararelisme sering digunakan dalam puisi dengan pengulangan kata yang sering dan Pararelisme dibagi dua, yaitu:

a. Anafora, pengulangan katanya ada di awal kalimat, Contoh: Kau lah segalanya untukku. Kau lah pujaan hati ini. Kau lah pelipur keresahan jiwa ini.

b. Epifora, yaitu pengulangan katanya ada di akhir kalimat. Contoh: Kalau kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Bila kau minta, aku akan datang.

Baca juga: Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Penjelasannya

  • Majas Klimaks

Majas klimaks adalah majas yang memakai kata dengan tingkatan dari atas ke bawah. Contoh: Psikologi perkembangan mempelajari usia prenatal, batita, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.

  • Majas Anti Klimaks

Majas anti klimaks adalah majas yang memakai kata tingkatan dari bawah ke atas. Contoh: Mulai cucu, anak, sampai orang tua, sama saja!

4. Majas Pertentangan

Majas pertentangan biasanya memakai kata-kata yang berlawanan untuk melukiskan sesuatu, kategorinya ada 3, yaitu:

  • Majas Antitesis

Majas antitesis menggambarkan hal dengan memakai antonim, Contoh: Cantik atau tidak, kaya atau miskin bukanlah ukuran menilai seorang perempuan.

  • Majas Paradoks

Majas paradoks menggambarkan sesuatu dengan objek yang berlainan dan seolah tidak nyambung. Contoh: Hatinya sepi tinggal di Kota Bandung yang ramai.

  • Majas Okupasi

Majas okupasi menggambarkan bantahan yang disertai dengan bukti yang agak bertentangan. Contoh: Merokok dapat merusak kesehatan, tetapi si perokok tak dapat menghentikan kebiasaan sehingga pabrik-pabrik rokok tetap bermunculan karena untungnya banyak.

Demikianlah 4 jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia lengkap dengan contohnya. (IMA)