4 Jenis-Jenis Majas dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi 4, yaitu perbandingan, sindiran, penegasan, dan pertentangan. Majas adalah bagian dari sastra yang setiap jenisnya masih dipecah lagi menjadi beberapa kategori.
Kategori-kategori majas memiliki nama masing-masing yang patut diketahui supaya tidak keliru antara satu sama lain.
Jenis-Jenis Majas dan Contohnya
Menurut buku Sukses UN Bahasa Indonesia SMP 2009 oleh Rika Lestari (2009:20-24), jenis-jenis majas ada 4, yakni:
1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan berfungsi untuk membandingkan dua objek dan terdiri atas beberapa kategori, yaitu:
Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang seolah menghidupkan benda mati dengan memberinya sifat seperti orang, contohnya Angin berbisik menyampaikan salamku padanya.
Majas Metafora
Majas metafora adalah majas yang menggambarkan perbandingan langsung atas dasar sifat yang sama atau hampir sama. Contoh Dewi malam telah keluar dari balik awan.
Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan sesuatu dan ada unsur dramatisir darinya. Contoh Nenek memeras keringat demi bisa makan setiap hari.
Majas Litotes
Majas litotes adalah majas untuk merendah, dimana biasanya tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, Orang rumahnya bagus tapi menyebut rumahnya gubuk dengan mengatakan, "Silahkan mampir ke gubuk kami!"
Majas Asosiasi
Majas asosiasi adalah majas yang menggambarkan persamaan sifat antara dua hal yang sama tapi beda objek. Contohnya, Nangka muda dan Sukun memang bagai pinang dibelah dua.
Majas Metonimia
Majas metonimia adalah majas yang menggunakan merek dagang untuk generalisasi barang. Contoh: Tolong belikan Aqua, air di galon sudah habis.
Majas Eufimisme
Majas eufimisme merupakan majas yang menggunakan kata-kata halus dan sopan. Contoh: Tuna wicara itu tak bisa bicara.
Majas Sinekdokhe
Majas sinekdokhe terbagi atas:
a. Pars Pro Toto
Pars pro toto adalah majas yang menyebutkan satu untuk mewakili banyak objek, contoh: kambing qurban sudah disembelih.
b. Totem Pro Parte
Totem pro parte adalah majas yang menyebutkan seluruh bagian untuk mewakili satu pihak, contoh: Tim Indonesia menang melawan RRC.
2. Majas Sindiran
Majas sindiran bertujuan untuk menyindir seseorang atau pihak, kategorinya antara lain:
Majas Ironi
Majas ironi adalah sindiran yang bertentangan kalimatnya, Contoh: Bagus banget rapor kamu, penuh dihiasi warna merah.
Majas Sinisme
Majas sinisme adalah majas sindiran yang kasar. Contoh: Makanya kalau mau nilai bagus jangan males!
Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar dan tak berperasaan. Contoh: Makanya punya otak itu dipakai!
3. Majas penegasan
Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menegaskan sesuatu agar lebih jelas lagi.
Majas Pleonasme
Majas pleonasme adalah majas yang menggunakan kata mubadzir, Contoh: Kamu, ayo maju ke depan!
Majas Repetisi
Majas repetisi adalah majas yang menggunakan pengulangan kata. Contoh: Kamu jantung hatiku, kamu tujuanku dan kamu separuh jiwaku.
Majas Pararelisme
Majas pararelisme sering digunakan dalam puisi dengan pengulangan kata yang sering dan Pararelisme dibagi dua, yaitu:
a. Anafora, pengulangan katanya ada di awal kalimat, Contoh: Kau lah segalanya untukku. Kau lah pujaan hati ini. Kau lah pelipur keresahan jiwa ini.
b. Epifora, yaitu pengulangan katanya ada di akhir kalimat. Contoh: Kalau kau mau, aku akan datang. Jika kau berkenan, aku akan datang. Bila kau minta, aku akan datang.
Baca juga: Contoh Majas Metafora Lengkap dengan Penjelasannya
Majas Klimaks
Majas klimaks adalah majas yang memakai kata dengan tingkatan dari atas ke bawah. Contoh: Psikologi perkembangan mempelajari usia prenatal, batita, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.
Majas Anti Klimaks
Majas anti klimaks adalah majas yang memakai kata tingkatan dari bawah ke atas. Contoh: Mulai cucu, anak, sampai orang tua, sama saja!
4. Majas Pertentangan
Majas pertentangan biasanya memakai kata-kata yang berlawanan untuk melukiskan sesuatu, kategorinya ada 3, yaitu:
Majas Antitesis
Majas antitesis menggambarkan hal dengan memakai antonim, Contoh: Cantik atau tidak, kaya atau miskin bukanlah ukuran menilai seorang perempuan.
Majas Paradoks
Majas paradoks menggambarkan sesuatu dengan objek yang berlainan dan seolah tidak nyambung. Contoh: Hatinya sepi tinggal di Kota Bandung yang ramai.
Majas Okupasi
Majas okupasi menggambarkan bantahan yang disertai dengan bukti yang agak bertentangan. Contoh: Merokok dapat merusak kesehatan, tetapi si perokok tak dapat menghentikan kebiasaan sehingga pabrik-pabrik rokok tetap bermunculan karena untungnya banyak.
Demikianlah 4 jenis-jenis majas dalam bahasa Indonesia lengkap dengan contohnya. (IMA)
