Konten dari Pengguna

4 Jenis Kemitraan dalam Dunia Bisnis dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis kemitraan. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis kemitraan. Sumber: www.unsplash.com

Kemitraan adalah salah satu bentuk kerjasama yang sering diterapkan dalam dunia bisnis. Jenis kemitraan ini dapat berbeda tergantung pada tingkat keterlibatan dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Menurut buku Perkembangan Kemitraan Pelaku Usaha, Shoviatur Rohmatul Himmah, ‎Lailatus Sa’adah, S.E., M.M. (2021:11), ada 5 faktor yang harus diperhatikan dalam kemitraan, yaitu saling mengerti, bermanfaat, menerima dan memberi, memercayai, dan amanah.

Jenis Kemitraan yang Umum Disepakati

Ilustrasi jenis kemitraan. Sumber: www.unsplash.com

Dalam menjalankan sebuah bisnis, para pemilik usaha akan menjalin kemitraan dengan pihak lain. Pada umumnya, tujuan menjalin kemitraan ini untuk melebarkan bisnisnya lebih luas lagi, sehingga perusahaan dapat meraup banyak keuntungan.

Lantas, seperti apa jenis kemitraan saat ini? Simak pembahasannya secara lengkap dalam ulasan ini.

1. Potential Partnership

Pada jenis kemitraan ini pelaku yang menjalin kerja sama saling peduli antara satu sama lain. Namun, kedua belah pihak belum bekerja sama secara lebih dekat, baru sebatas hubungan kemitraan saja.

2. Nascent Partnership

Dalam jenis kemitraan yang satu ini, para pelaku kemitraan adalah partner (pasangan) akan tetapi efisiensi kerja sama menjadi kurang maksimal.

3. Complementary Partnership

Complementary partnership menjelaskan bahwa partner atau mitra mendapat keuntungan dan pertambahan pengaruh melalui perhatian yang besar terhadap ruang lingkup aktivitas yang tetap serta cenderung terbatas.

Contohnya seperti program delivery dan resource mobilization.

4. Synergistic Partnership

Terakhir adalah synergistic partnership, di mana kemitraan jenis ini memberikan mitra keuntungan dan pengaruh dengan masalah pengembangan sistematis melalui penambahan ruang lingkup aktivitas baru seperti advokasi dan penelitian.

Terdapat juga dasar-dasar kemitraan yang perlu dipahami sebelum berencana menjalin kemitraan dengan pihak lain. Hal ini agar siapa pun dapat memahami makna dari kemitraan dan proses kerja sama berjalan lancar. Apa saja?

  1. Memiliki persyaratan untuk pelaporan minimum

  2. Memiliki perjanjian hukum yang kuat

  3. Terdapat jumlah anggota maksimal

  4. Mudah untuk membentuk suatu struktur bisnis perusahaan

  5. Saling berbagi satu sama lain atas pengelolaan manajemen bisnis

  6. Para mitra terikat dengan kontinuitas kemitraan

Baca juga: 6 Karakter Wirausaha Tangguh untuk Meraih Kesuksesan

Contoh Kemitraan dalam Bisnis

Ilustrasi jenis kemitraan. Sumber: www.unsplash.com

Konsep kemitraan secara lebih rinci telah disebutkan dalam Pasal 106 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa kemitraan dapat dilaksanakan dengan pola sebagai berikut:

  1. Inti-plasma

  2. Sub kontraktor

  3. Dagang umum

  4. Waralaba (franchise)

  5. Keagenan dan distribusi

  6. Rantai pasok

  7. Usaha patungan (joint venture)

  8. Bagi hasil

Salah satu contoh kemitraan usaha yang ada di Indonesia adalah Pertamina.

Perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengadakan program pendanaan usaha mikro kecil yang ditujukkan untuk memaksimalkan usaha kecil masyarakat dalam bentuk mitra pembinaan, pendampingan, pelatihan, dan mempublikasikan produk.

Tujuan dari program kemitraan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar perusahaan melalui kreativitas yang dimiliki, serta membangun kesejahteraan melalui pemerataan pembangunan nasional.

Contoh lainnya, kemitraan terbatas umumnya populer di kalangan profesional, seperti dokter, pengacara, atau akuntan.

Para profesional itu dapat bekerja sama dalam sebuah praktik hukum atau kantor akuntansi, di mana setiap mitra tidak akan bertanggung jawab atas tindakan pribadi rekan mereka.

Dengan mengerti jenis kemitraan dalam dunia bisnis, siapa pun dapat memulai untuk bermitra dengan pihak-pihak yang dipercaya dan bertanggung jawab. (VAN)