Konten dari Pengguna

4 Penyebab Gas Bocor dan Cara Mengatasinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab gas bocor. Sumber: Pixabay / Amigos3D
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab gas bocor. Sumber: Pixabay / Amigos3D

Penyebab gas bocor seringkali tidak disadari. Tahu-tahu, gas yang bocor menjadi penyebab terjadinya musibah kebakaran. Tentu saja, tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi.

Saat ini, hampir setiap rumah memasak menggunakan kompor gas. Dibandingkan dengan kayu bakar atau kompor minyak tanah, memasak dengan kompor gas memang jauh lebih cepat, praktis, sekaligus menghindarkan peralatan dari jelaga yang berwarna hitam.

Ciri-ciri Gas Bocor

Ilustrasi penyebab gas bocor. Sumber: Pixabay / PublicDomainPictures

Meski memasak dengan kompor gas jauh lebih cepat dan praktis, tetapi penggunaan kompor gas bukan tanpa risiko, karena kebocoran gas dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran.

Untuk itu, pengguna kompor gas harus tahu apa saja ciri-ciri gas bocor yang harus diwaspadai. Ciri-ciri gas mengalami kebocoran, antara lain:

1. Terciumnya Bau Gas

Sebenarnya, gas tidak memiliki bau. Namun, mengutip laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral - Republik Indonesia, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol. Tujuannya agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas.

Jadi, waspadai apabila dari dapur tercium bau seperti belerang.

2. Terdapat Suara Mendesis

Ciri lain gas mengalami kebocoran adalah adanya suara mendesis.

3. Gas Cepat Habis

Jika gas cepat habis meski digunakan secara normal, itu bisa menjadi indikasi bahwa terdapat kebocoran gas.

4. Api Tidak Berwarna Biru

Api yang berwarna merah atau hijau memang tidak selalu disebabkan oleh kebocoran gas, tetapi bisa juga disebabkan oleh kompor yang tersumbat kotoran. Namun, tidak ada salahnya mengecek kebocoran gas apabila api kompor tiba-tiba berubah warna.

Penyebab Gas Bocor dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi penyebab gas bocor. Sumber: Pixabay / kobitriki

Ada beberapa hal yang menyebabkan kebocoran gas. Jika keadaan kompor gas di rumah mengalami ciri-ciri gas bocor di atas, segera periksa empat bagian ini.

1. Regulator Tabung

Penyebab gas bocor yang pertama adalah regulator tabung yang tidak terpasang dengan benar.

Cara mengatasi kebocoran gas karena regulator tabung: Perbaiki pemasangan regulator tersebut dan jangan lupa untuk menggunakan regulator yang memenuhi standar SNI.

2. Selang Regulator

Kebocoran gas juga bisa disebabkan oleh kebocoran selang regulator. Kebocoran ini bisa disebabkan oleh gigitan tikus, atau kualitas selang yang kurang baik / tidak memenuhi standar SNI.

Baca juga: Mengenal SNI dan Ciri Produk SNI

Cara mengatasinya: Ganti selang regulator dengan yang baru. Selang regulator yang baik adalah yang berstandar SNI, elastis, dan terdiri dari 3 lapis, karena selang regulator 3 lapis biasanya aman dari gigitan tikus.

3. Seal Karet yang Kurang Elastis

Penyebab gas bocor berikutnya adalah seal karet yang sudah berkurang elastisitasnya.

Cara mengatasi kebocoran gas karena seal karet yang kurang elastis: Jika seal karet sudah tidak berfungsi dengan baik, ganti dengan seal karet yang baru.

Jika tidak punya, tambahkan lakban elastis mengelilingi seal karet tersebut. Cara lainnya adalah dengan merendam seal karet tersebut ke dalam air selama beberapa saat sebelum digunakan kembali.

4. Bocor pada Tabung

Penyebab gas bocor terakhir adalah karena tabung gasnya yang sudah tidak layak untuk dipakai lagi. Cara mengeceknya adalah dengan memasukkan tabung ke dalam ember yang berisi air.

Jika tabung gas mengalami kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung air di dalam ember tersebut.

Demikianlah sedikit pengetahuan tentang apa saja ciri-ciri dan penyebab gas bocor, juga cara mengatasinya. Meski tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi, tetapi pengetahuan seperti ini dapat menjadi bekal agar tetap waspada jika hal buruk terjadi. (ARN)