Konten dari Pengguna

4 Perbedaan antara Persilangan Monohibrid dengan Dihibrid

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid. Sumber: unsplash.com/ Joshua Lanzarini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid. Sumber: unsplash.com/ Joshua Lanzarini

Dalam biologi, dikenal istilah persilangan individu untuk mengawinkan dua organisme. Ada monohibrid dan dihirid. Perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid terletak pada jumlah sifat yang ingin diturunkan.

Adanya persilangan memiliki tujuan untuk membentuk keturunan dengan sifat-sifat yang mirip induknya. Baik hewan, tumbuhan, dan manusia bisa disilangkan untuk mendapatkan keturunan dengan perpaduan sifat yang diinginkan.

Di Mana Letak Perbedaan antara Persilangan Monohibrid dengan Dihibrid dalam Ilmu Biologi?

Ilustrasi perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid. Sumber: unsplash.com/Stijn te Strake

Menurut Buku Sains, Tim Biologi (2004:103), perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid adalah jumlah sifat beda pada indukan yang disilangkan. Setiap individu memiliki beberapa sifat.

Misalnya, bentuk rambut, tinggi badan, warna mata, warna bunga, rasa buah, bentuk buah, semuanya ditentukan oleh gen yang berbeda.

Jumlah sifat yang bisa diamati tersebut dinamakan sifat beda. Adapun perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid adalah sebagai berikut.

1. Jumlah Sifat Beda

Persilangan monohibrid adalah persilangan dengan satu sifat beda, sedangkan persilangan dengan dua sifat beda disebut dihibrid. Pada peristiwa monohibrid, dihasilkan keturunan dengan perbandingan tertentu pada genotip atau fenotipnya.

Fenotip adalah sifat yang tampak dan bisa dengan mudah dilihat dengan panca indera. Sedangkan genotip adalah sifat yang berkaitan dengan gen yang memengaruhi penampilan fenotip.

Contoh fenotip yaitu kulit putih, hidung mancung. Sedangkan contoh genotip seperti sifat dominan (AA), resesif (aa) atau campuran (Aa).

Baca juga: 5 Istilah dalam Pewarisan Sifat Makhluk Hidup

2. Pada Persilangan Monohibrid Sifat Gen yang Dominan dan Resesif Lebih Mudah Diidentifikasi

Pada persilangan monohibrid yang menggunakan 1 sifat beda, sifat resesif dan dominannya bisa lebih mudah dilihat. Misalnya, indukan jantan berwarna hitam dan betina berwarna putih. Kemudian keturunannya berwarna putih seluruhnya, maka yang resesif adalah gen warna hitam.

Sedangkan sifat dominannya adalah warna putih. Perbandingannya juga mudah dihitung karena hanya menggunakan 1 sifat beda. Misalnya, ada 4 anak yang dihasilkan dengan 1 berwarna hitam dan 3 berwarna putih, maka perbandingannya 1:3 dengan dominan putih.

3. Jumlah Pasangan Gen

Pada persilangan monohibrid ada satu pasang gen saja yang terlibat, sedangkan pada persilangan dihibrid ada dua pasangan gen yang terlibat. Contoh:

  • Persilangan monohibrid: AA

  • Persilangan dihibrid: Aa >< Bb

4. Rasio Fenotip Keturunan

Rasio fenotip keturunan maskudnya rasio sifat yang akan muncul pada keturunan yang bisa dilihat secara fisik. Berikut ini rasionya.

  • Persilangan Monohibrid: 3:1.

  • Persilangan Dihibrid: 9:3:3:31.

Perbedaan antara persilangan monohibrid dengan dihibrid di atas adalah 4 hal yang menjadi pembeda pada kedua jenis-jenis persilangan tersebut. (IMA)