4 Perbedaan Pasar Konkret dan Pasar Abstrak yang Menarik untuk Diketahui

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami cara kerja ekonomi suatu negara bisa melalui berbagai cara, salah satunya mengetahui perbedaan pasar konkret dan pasar abstrak. Kedua pasar tersebut memiliki peran masing-masing dalam menggerakkan roda perekonomian.
Pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan sebuah transaksi. Pemahaman tentang jenis-jenis pasar bisa membantu dalam memahami mekanisme dan dinamika ekonomi secara lebih dalam.
Perbedaan Pasar Konkret dan Pasar Abstrak dalam Ekonomi
Pasar konkert dan pasar abstrak merupakan jenis pasar yang dibedakan berdasarkan wujudnya. Pasar konkret merupakan pasar yang melibatkan pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Contohnya pasar tradisional, swalayan, atau toko kelontong.
Sebaliknya, pasar abstrak adalah pasar yang tidak mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung. Sehingga, terjadi transaksi secara tidak langsung. Cntoh pasar abstrak yaitu e-commerce, online shop, pasar saham, pasar valuta asing, dan lain sebagainya.
Dikutip dalam buku IPS Terpadu untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 1 Jilid 2A oleh Y. Sri Pujiastuti, dkk (2007:130-131) perbedaan pasar konkret dan pasar abstrak bisa dilihat dari beberapa hal di antaranya sebagai berikut.
1. Wujud
Wujud diartikan sebagai lokasi atau tempat berjualan. Pasar konkert memiliki lokasi fisik yang bisa dilihat wujud nyatanya. Sedangkan pasar abstrak tidak memiliki lokasi fisik yang nyata dan tidak akan pernah bisa dilihat di dunia ini.
2. Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi yang terlibat di pasar konkert dapat dilihat secara nyata. Maksudnya ada penjual yang sedang menawarkan barang dagangannya dan ada pembeli yang ingin membeli barang dagangan.
Sedangkan pasar abstrak, pembeli dan penjual tidak bertatap muka secara lansung. Keduanya haya berkomunikasi melalui surat, telepon, faksimile, internet, atau melalui perantara orang lain.
3. Barang yang Diperjualbelikan
Di pasar konkert, barang yang diperjualbelikan di pasar juga terlihat nyata. Misalnya ada setumpuk daging ayam akan dijual oleh pedagang daging.
Sebaliknya, pasar abstrak barang yang diperjualbelikan tidak ada di tempat bertemunya pembei dan penjual. Barang tersebut hanya bisa dilihat dalam bentuk brosur, iklan, dan lain-lain.
4. Fungsi
Pasar konkert memiliki fungsi penting bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Adapun fungsinya meliputi:
Pembeli mendapatkan barang yang dibutuhkannya dengan mudah.
Penjual bisa menawarkan barangnya dengan bebas karena berkumpulnya sejumlah pembeli di lokasi pasar.
Distributor mendapatkan kemudahan dalam mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
Pemerintah dapat menambah kas pemerintah melalui pajak dan retribusi.
Pasar abstrak memiliki banyak contoh, berikut fungsi pasar abstrak berdasrkan contoh pasarnya yaitu:
Pasar modal: Sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal, sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi, dan sebagai salah satu indikasi mengenai situasi perekonomian negara.
Pasar valuta asing: Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya, memperlancar terjadinya kegiatan ekspor impor, dan sebagai tempat berspekulasi.
Pasar atau bursa tenaga kerja: Menyediakan informasi mengenai lowongan pekerjaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran.
Pasar atau bursa komoditas: sebagai tempat mengadakan transaksi untuk berbagai komoditas yang berlaku di pasaran dunia, dan membantu menjual barang komoditas dari para petani dengan melibatkan seorang pialang sebagai tenaga penjualnya.
Dengan 4 perbedaan pasar konkret dan pasar abstrak tersebut, pembaca bisa mengetahui bagaimana suatu pasar beroperasi. Mulai bagaimana transaksi terjadi, barang diperjualbelikan, hingga kegunaan atau fungsi pasar tersebut bagi pelaku ekonomi. (MRZ)
Baca juga: Hal yang Dapat Memengaruhi Perubahan Kurva Permintaan pada Pasar Monopoli
