Konten dari Pengguna

4 Perbedaan Puisi Diafan dan Prismatis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan puisi diafan dan prismatis. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan puisi diafan dan prismatis. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood

Perbedaan puisi diafan dan prismatis di antaranya yaitu puisi diafan adalah puisi polos sedangkan puisi prismatis adalah puisi yang berisikan banyak kiasan. Sehingga puisi prismatis membutuhkan penafsiran lebih mendalam dibandingkan puisi diafan.

Puisi merupakan satu bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati, pikiran, dan perasaan yang dituangkan oleh penyair. Umumnya karya sastra ini mengutamakan keindahan diksi atau kata-kata supaya pembaca maupun pendengar tertarik dan dapat menggugah emosinya.

Pengertian Puisi Diafan dan Prismatis

Ilustrasi perbedaan puisi diafan dan prismatis. Sumber:Pexels/Thought Catalog

Puisi merupakan karya imajinatif yang berisi pikiran, gagasan, perasaan dan pengalaman penyair yang disampaikan dengan bahasa padat, singkat estetis, konotatif dan simbolis. Puisi memiliki ragam jenis di antaranya yaitu puisi diafan dan puisi prismatis

Dalam buku Kajian Makna Puisi Keagamaan (Metode Hermeneutika) oleh Eneng Sri Supriatin, M. Pd., (2020:40) pengertian puisi diafan dan puisi prismatis sebagai berikut.

1. Pusisi Diafan

Puisi diafan adalah puisi yang polos atau puisi yang kurang sekali menggunakan pengimajian, kata konkert, dan bahasa figuratif. Puisi ini memiliki istilah lain yaitu puisi transparan. Transparan memiliki arti jernih atau bening.

Dengan demikian puisi diafan adalah puisi yang mudah dilihat artinya, mudah dipahami isinya karena hampir semua kata-katanya terbuka, tidak banyak menggunakan lambang atau kiasan. Jadi apa yang dimaksud oleh penyairnya lekat dengan kata yang dipilihnya.

2. Puisi Prismatis

Puisi prismatis merupakan kebalikan dari puisi diafan. Puisi jenis ini sangat mengandalkan pemakaian kata-kata dalam bentuk perlambangan atau kiasan.

Kata-katanya sering mempunyai kemungkinan makna lebih dari satu (poly interpretable), bahkan terkadang menunjuk pada pengertian bersifat konotatif.

Perbedaan Puisi Diafan dan Prismatis

Ilustrasi perbedaan puisi diafan dan prismatis. Sumber: Pexels/Suzy Hazelwood

Setelah mengetahui penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kedua puisi tersebut memiliki perbedaan. Berikut perbedaan puisi diafan dan prismatis.

1. Penggunaan Kata Kiasan

Penulis puisi diafan tidak menggunakan lambang maupun kata kiasan untuk mengungkapkan maksudnya. Sedangkan puisi prismatis umumnya didominasi oleh penggunaan kata konotatif, citraan, lambang dan kiasan.

2. Makna Puisi

Makna puisi diafan bisa lebih jelas dan mudah dipahami karena biasanya menggunakan bahasa sehari-hari. Jadi, tidak menggunakan kata kiasan.

Sedangkan puisi prismatis mempunyai ide dan makna melalui lambang, perbandingan, motif-motif yang digunakan dalam puisi tersebut. Sehingga puisi prismatis membuat seseorang lebih sulit memaknai makna atau isi puisi.

3. Penafsiran

Dikarenakan dalam puisi diafan tidak menggunakan kata kiasan maka puisi ini tidak perlu penafsiran dalam memahami isi puisi. Namun kalimat pada puisi prismatis perlu ditafsirkan terlebih dahulu karena tidak menggunakan kalimat sehari-hari (kiasan).

4. Tujuan

Umumnya, puisi diafan ditulis oleh orang dewasa dan diperuntukkan bagi anak-anak. Sedangkan puisi prismatis ditulis oleh penyair yang handal dalam bidang ini dan puisi jenis ini diperuntukkan untuk remaja hingga kalangan orang tua.

Baca juga: 4 Contoh Puisi Mini Kata

Dengan mengetahui 4 perbedaan puisi diafan dan prismatis melalui penjelasan di atas, diharapkan pembaca dapat membedakan kedua puisi tersebut. Semoga bermanfaat. (MRZ)