Konten dari Pengguna

4 Puisi Wiji Thukul yang Penuh Makna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Wiji Thukul. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Wiji Thukul. Sumber: pixabay.com

Wiji Thukul merupakan seorang penyair sekaligus aktivis yang terkenal di Indonesia. Beliau banyak menciptakan puisi yang dipakai untuk mengkritik pemerintahan di rezim orde baru. Hingga kini, puisi Wiji Thukul masih layak dinikmati sebagai inspirasi.

Dikutip dari buku yang berjudul Strategi Wiji Thukul dalam Praktik Sastra oleh Panji Kuncoro Hadi (2023:1), Wiji Thukul memiliki aktivitas dalam kesenian mulai dari menulis puisi, mendirikan komunitas kesenian, dan keliling membaca puisi.

Tiap aktivitas yang dilakukan Wiji Thukul adalah dalam rangka melawan penindasan penguasa. Wiji Thukul kini telah diakui sebagai penulis puisi dengan ciri pemilihan bahasa sederhana yang memakai bahasa sehari-hari.

Kumpulan Puisi Wiji Thukul

Ilustrasi puisi Wiji Thukul. Sumber: pixabay.com

Sahabat dari Wiji Thukul yang merupakan seorang seniman menyatakan bahwa kelebihan dari karya Thukul adalah dari kesederhanaan pengucapannya. Beliau dikenal sebagai penulis sastra kerakyatan.

Bahasanya yang sederhana dan tema-temanya yang menginspirasi membuat karya dari Wiji Thukul layak untuk dibaca dan dijadikan bahan belajar.

Adapun berikut beberapa contoh puisi Wiji Thukul.

1. Sajak Suara

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam

mulut bisa dibungkam

namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang

dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan

di sana bersemayam kemerdekaan

apabila engkau memaksa diamaku

siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok

yang ingin merayah hartamu

ia ingin bicara

mengapa kau kokang senjata

dan gemetar ketika suara-suara itu

menuntut keadilan?

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata

ialah yang mengajari aku bertanya

dan pada akhirnya tidak bisa tidak

engkau harus menjawabnya

apabila engkau tetap bertahan

aku akan memburumu seperti kutukan

2. Nyanyian Akar Rumput

jalan raya dilebarkan

kami terusir

mendirikan kampung

digusur

kami pindah-pindah

menempel di tembok-tembok

dicabut

terbuang

kami rumput

butuh tanah

dengar!

Ayo gabung ke kami

Biar jadi mimpi buruk presiden!

3. Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu

Apa guna punya ilmu

Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

Di mana-mana moncong senjata

Berdiri gagah

Kongkalikong

Dengan kaum cukong

Di desa-desa

Rakyat dipaksa

Menjual tanah

Tapi, tapi, tapi, tapi

Dengan harga murah

Apa guna banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

4. Peringatan

Jika rakyat pergi

Ketika penguasa pidato

Kita harus hati-hati

Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi

Dan berbisik-bisik

Ketika membicarakan masalahnya sendiri

Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh

Itu artinya sudah gasat

Dan bila omongan penguasa

Tidak boleh dibantah

Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang

Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan

Dituduh subversif dan mengganggu keamanan

Maka hanya ada satu kata: lawan!

Demikian kumpulan puisi Wiji Thukul memiliki bahasa sederhana tapi bermakna dalam. Isi dan makna dari puisi Wiji Thukul dapat dijadikan pelajaran dan dinikmati sebagai karya yang berharga. (SLM)

Baca Juga: 4 Contoh Puisi Serenada beserta Pengarangnya