4 Puisi Wiji Thukul yang Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wiji Thukul merupakan seorang penyair sekaligus aktivis yang terkenal di Indonesia. Beliau banyak menciptakan puisi yang dipakai untuk mengkritik pemerintahan di rezim orde baru. Hingga kini, puisi Wiji Thukul masih layak dinikmati sebagai inspirasi.
Dikutip dari buku yang berjudul Strategi Wiji Thukul dalam Praktik Sastra oleh Panji Kuncoro Hadi (2023:1), Wiji Thukul memiliki aktivitas dalam kesenian mulai dari menulis puisi, mendirikan komunitas kesenian, dan keliling membaca puisi.
Tiap aktivitas yang dilakukan Wiji Thukul adalah dalam rangka melawan penindasan penguasa. Wiji Thukul kini telah diakui sebagai penulis puisi dengan ciri pemilihan bahasa sederhana yang memakai bahasa sehari-hari.
Kumpulan Puisi Wiji Thukul
Sahabat dari Wiji Thukul yang merupakan seorang seniman menyatakan bahwa kelebihan dari karya Thukul adalah dari kesederhanaan pengucapannya. Beliau dikenal sebagai penulis sastra kerakyatan.
Bahasanya yang sederhana dan tema-temanya yang menginspirasi membuat karya dari Wiji Thukul layak untuk dibaca dan dijadikan bahan belajar.
Adapun berikut beberapa contoh puisi Wiji Thukul.
1. Sajak Suara
sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diamaku
siapkan untukmu: pemberontakan!
sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan
2. Nyanyian Akar Rumput
jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang
kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!
3. Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu
Apa guna punya ilmu
Kalau hanya untuk mengibuli
Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu
Di mana-mana moncong senjata
Berdiri gagah
Kongkalikong
Dengan kaum cukong
Di desa-desa
Rakyat dipaksa
Menjual tanah
Tapi, tapi, tapi, tapi
Dengan harga murah
Apa guna banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu
4. Peringatan
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gasat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
Demikian kumpulan puisi Wiji Thukul memiliki bahasa sederhana tapi bermakna dalam. Isi dan makna dari puisi Wiji Thukul dapat dijadikan pelajaran dan dinikmati sebagai karya yang berharga. (SLM)
Baca Juga: 4 Contoh Puisi Serenada beserta Pengarangnya
