5 Cara Berpamitan Saat Lebaran Bahasa Jawa yang Bisa Dijadikan Referensi

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen Lebaran merupakan salah satu momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim. Lebaran menjadi hari kemenangan di hari yang fitri. Dalam hal ini, di masyarakat pulau Jawa memiliki cara berpamitan saat Lebaran. Karena itu, terdapat beberapa contoh cara berpamitan saat Lebaran Bahasa Jawa yang bisa dijadikan referensi.
Lebaran selalu identik dengan silaturahmi ke sanak saudara dan keluarga besar. Karena itu, momen silaturahmi seringkali diakhiri dengan cara berpamitan yang khas seperti yang ada di masyarakat Jawa. Hal ini yang menjadikan ciri khas dan keunikan bagi masyarakat Jawa yang membedakan ketika silaturahmi kepada saudara.
Cara Berpamitan saat Lebaran Bahasa Jawa sebagai Referensi bagi Anak Muda
Dikutip dari buku Toleransi Beragama, Dwi Ananta Devi, (2020:34), Lebaran merupakan suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadan telah berhasil melawan berbagai napsu.
Lebaran menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar yang penuh dengan kegembiraan setelah sekian lama tidak bertemu. Dengan suasana yang sangat kekeluargaan dan penuh kegembiraan, maka sebagian masyarakat memiliki cara berpamitan yang unik dan cukup menarik seperti yang dilakukan masyarakat Jawa.
Pada hari Lebaran, masyarakat Jawa sering kali berpamitan dengan menggunakan Bahasa Jawa. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara berpamitan saat Lebaran Bahasa Jawa yang bisa dijadikan referensi.
Nuwun sewu bapak kaliyan ibu, sarehne sampun cekap lan wkdalipun sampun siyang. Kula badhe nyuwun pamit amargi badhe nerusaken lampah.
Bapak/Ibu, niki damel kasil rumiyin nggih. Kula sakanca badhe pamit amargi niki taksih nembe medal lan taksih kathah ingkang dereng kula kaliyan kanca sowani.
Nyuwun pangapunten, sepindah anggen kulo sowan silaturahim sampun sakuntawis cekap, sampun kasil, mboten namung badhe nyuwun tambahipun pangestu badhe nerusaken lampah.
Nuwun sewu bapak, ibu, mbah. Niki wau anggen kulo sakluarga silaturahim wonten griya mriki sampun sauntawis cekap. Lajeng kulo sakluarga badhe nyuwun pamit ndhugekaken lampah kalih nyuwun tambahing pangestu.
Pak, bu niki rebat cekap anggen kulo silaturahmi sakluarga sampun kasil, kalian kula sakluarga sampun ngertos kasugenganipun njenengan.
Demikian beberapa cara berpamitan saat Lebaran Bahasa Jawa. Semoga dapat menjadi referensi ketika hendak melakukan pamitan saat silaturahmi di rumah keluarga atau tetangga. (RFL)
Baca juga: 4 Hadiah Lebaran untuk Teman yang Dapat Mempererat Silaturahmi
