5 Cara Menanam Bayam dari Sisa Dapur Agar Cepat Tumbuh

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayam adalah sayuran yang kerap dimasak menjadi hidangan. Dalam pengolahannya, jika ada sisa bayam sebaiknya tidak dibuang, karena dapat ditanam kembali. Adapun cara menanam bayam dari sisa dapur, yaitu dengan persiapan bibit, pemotongan, persiapan media tanam, penanaman, dan penyiraman.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bagaimana Cara Menanam Bayam dari Sisa Dapur?
Sisa bayam dapat ditanam lagi. Hanya saja, diperlukan langkah yang tepat agar tanaman tumbuh subur. Untuk itu, berikut merupakan cara menanam bayam dari sisa dapur yang dapat dipraktikkan.
Persiapan bibit: Pastikan bayam sisa dapur yang digunakan dalam kondisi baik. Karakteristik bayam yang dapat ditanami lagi, yaitu batang masih besar dan tidak busuk.
Pemotongan batang: Potong bagian batang untuk memisahkan bagian akar dan daun bayam. Sisakan batang bagian bawah yang masih memiliki akar.
Persiapan media tanam: Siapkan media tanam dalam pot, polybag, maupun bekas botol yang dilubangi. Isi wadah menggunakan campuran pupuk kompos, arang sekam, dan tanah gembur.
Proses tanam: Buat beberapa lubang dalam media tanam. Masukkan batang pada lubang dan tutup kembali dengan tanah.
Penyiraman: Setelah ditanam siram dengan air secukupnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan media tanam bayam.
Bagaimana Cara Merawat Tanaman Bayam agar Panen Berlimpah?
Tanaman bayam memerlukan perawatan yang tepat agar tumbuh subur. Di bawah ini merupakan cara merawat tanaman bayam yang bisa diterapkan.
Lakukan tahap pemupukan sesuai fase pertumbuhan.
Pastikan tanaman bayam memperoleh sinar matahari yang cukup.
Penanggulangan gulma.
Pemantauan hama dan penyakit secara rutin.
Apa Saja Jenis Pupuk yang Cocok untuk Bayam?
Pupuk berperan penting untuk merangsang pertumbuhan bayam. Maka, jenis pupuk yang cocok diperlukan agar perkembangan tanaman bisa optimal. Beberapa jenisnya, antara lain:
Pupuk kandang.
Pupuk urea.
Pupuk NPK.
Apakah Bayam Harus Disiram Setiap Hari?
Bayam memerlukan suplai air yang cukup agar dapat bertahan hidup. Namun, penyiraman bayam tidak perlu dilakukan setiap hari. Idealnya yaitu bayam disiram sebanyak 2 sampai 3 kali seminggu tergantung musim.
Bagaimana Cara Mengatasi Hama pada Tanaman Bayam Agar Tumbuh Sehat?
Hama dapat memicu terjadinya kerusakan pada bayam. Karena itulah, cara mengatasi hama tanaman bayam perlu dipahami. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Penyemprotan pestisida nabati.
Lakukan penyiangan berkala.
Kultur teknis dengan rotasi tanam dan sanitasi lahan.
Penggunaan pestisida kimia sesuai dosis.
Waktu Panen Bayam dapat Dilakukan dalam Berapa Hari?
Mengutip buku 15 Sayuran Organik dalam Pot, Yati Supriati, dkk, (2014: 66), bayam termasuk tumbuhan annual (semusim). Waktu panen bayam dapat dilakukan 20 hingga 45 hari setelah proses tanam.
Kesimpulan
Cara menanam bayam dari sisa dapur dapat dilakukan dengan beberapa tahapan, meliputi persiapan bibit, pemotongan, persiapan media tanam, penanaman, dan penyiraman.
Perawatan bayam dibutuhkan agar bayam dapat tumbuh subur.
Jenis pupuk yang tepat mampu mendukung perkembangan tanaman bayam.
Penyiraman yang cukup diperlukan yaitu sebanyak 2-3 kali seminggu.
Hama perlu diatasi dengan segera agar tidak merusak tanaman bayam.
Pemanenan dapat dilakukan dalam waktu 20-45 hst. (Riyana)
Baca Juga: Cara Menanam Bayam Hijau di Polybag untuk Pemula yang Mudah
