Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Anak Stunting dan Cara Mencegahnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Stunting: Sumber: Pexels/Phil Nguyen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Stunting: Sumber: Pexels/Phil Nguyen

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia sampai saat ini. Untuk tujuan edukasi, sebaiknya masyarakat mengetahui ciri-ciri anak stunting. Hal ini bertujuan agar dapat mengurangi angka stunting di negara ini.

Stunting yang termasuk masalah gizi kronis ini, harus dicegah. Dengan melakukan berbagai upaya pencegahan, diharapkan mengurangi potensi stunting pada anak-anak Indonesia.

Ciri-Ciri Anak Stunting

Ilustrasi Ciri-Ciri Anak Stunting. Sumber: Unsplash/Helena Lopes

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi kronis sejak bayi dalam kandungan, dan biasanya tampak setelah 2 tahun.

Dikutip dari laman upk.kemkes.go.id, angka stunting di Indonesia tahun 2022 adalah di angka 21,6%. Adapun cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah stunting adalah dengan mengetahui dan memahami gejala atau ciri-ciri stunting yang muncul pada anak.

Berikut beberapa ciri-ciri anak stunting:

1. Keterlambatan Pertumbuhan

Anak-anak biasanya akan terlihat lebih pendek daripada teman-teman sebayanya. Tinggi badan termasuk indikator penting dalam menilai stunting. Perkembangan fisik, tulang, dan keseluruhan lebih lambat.

2. Berat Badan Rendah

Anak-anak yang mengalami stunting, cenderung memiliki berat badan lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dalam kelompok usia dan jenis kelamin yang sama.

3. Anak tampak lebih muda dari usianya

Fisik menunjukkan wajah dan badan terlihat lebih kecil dari kelompok usianya. Perkembangan fisik terlihat tertunda dan lambat. Contohnya ketika anak terlihat masih usia 2 tahun, padahal sudah menginjak usia 3-4 tahun. Ciri-ciri anak stunting yang satu ini terjadi akibat pertumbuhan anak yang lebih lambat, sehingga ia terlihat lebih muda.

4. Kurang Aktif

Stunting dapat berdampak pada perkembangan anak. Mereka akan kesulitan koordinasi, berlari, dan keterampilan motoriknya lambat. Anak juga mungkin mengalami kesulitan dengan ingatan, perhatian, dan kemampuan belajar.

5. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Anak-anak dengan ciri-ciri stunting cenderung lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Hal ini dikaitkan dengan nafsu makan yang bermasalah sehingga berkurang asupan nutrisi pada tubuh.

Cara Mencegah Stunting

Ilustrasi Ciri-Ciri Stunting. Sumber: Pexels/Alex Green

Upaya pencegahan untuk mengatasi stunting adalah hal yang utama. Para orangtua diharapkan bisa rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke fasilitas kesehatan terdekat. Berikut beberapa cara mencegah stunting yang bisa dilakukan.

  • Mengupayakan nutrisi yang cukup sejak mengandung

  • Memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga 6 bulan

  • Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala

  • Memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan

  • Mengonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD)

Baca Juga: 5 Manfaat Zinc bagi Tumbuh Kembang si Kecil

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri stunting pada anak yang harus diketahui. Dengan begitu orang tua akan mempersiapkan dengan baik nutrisi anak sejak dalam kandungan.(DVA)